Lirik lagu Maroon 5 Payphone mungkin dulu cuma kamu anggap sebagai lagu pop catchy buat joget-joget bareng teman.
Tapi, LemoList, pernah nggak sih kamu dengerin ulang sekarang, dan tiba-tiba sadar, “Lho, ini lagu sedih banget ya?” Pas kecil, kita cuma happy-happy aja nyanyiin refreinnya yang meledak di radio.
Padahal, di balik beat-nya yang ringan, lagu ini nyimpan kisah patah hati, rasa kehilangan, dan kenyataan pahit soal cinta yang nggak selalu berakhir indah. Yuk, sekarang kita kulik lebih dalam makna tersembunyi di balik lagu yang dulu bikin kita sok-sokan nyanyi pakai payphone itu!
Table of Contents
Lirik Lagu Maroon 5 Payphone — Tentang Cinta yang Hilang

LemoList, pernah nggak sih kamu merasa kayak lagi nelpon seseorang yang nggak bakal angkat? Nah, kira-kira seperti itulah suasana hati yang dibawa dalam lirik lagu Maroon 5 Payphone. Di balik melodi pop yang catchy, lagu ini sebenarnya menggambarkan perasaan seseorang yang masih belum bisa move on dari kisah cinta yang udah kandas.
Adam Levine, sang vokalis, menyuarakan kekecewaan mendalam tentang rencana masa depan yang gagal, dan harapan yang kini hanya jadi kenangan.
Baca Juga, Yah! Arti Lirik Lagu Billie Eilish Everything I Wanted, Sedih Banget!
“Where Have the Times Gone?” – Penyesalan yang Membekas
Dari awal lirik lagu Maroon 5 Payphone, kita langsung diajak masuk ke suasana penuh tanya dan kehilangan. Lewat lirik “Where have the times gone, baby? It’s all wrong,” tersirat perasaan hampa karena semua yang direncanakan bareng kini cuma tinggal bayangan.
Waktu seolah berhenti di masa mereka masih saling mencintai. Si penyanyi bilang dia merasa “paralyzed” dan masih terjebak di momen ketika semuanya terasa benar. Rasanya kayak hidup di masa lalu, meski dunia terus jalan ke depan.
“Too Late to Make It, But Is It Too Late to Try?” – Masih Mau Balik, Tapi Sudah Terlambat
Di tengah keputusasaan, muncul secercah harapan. “You say it’s too late to make it, but is it too late to try?”, kalimat ini menggambarkan seseorang yang masih pengen nyoba perbaiki semuanya, walau tahu kesempatan itu udah tertutup rapat.
Tapi realitanya keras. “All of our bridges burnt down”, semua jalan balik udah hancur. Nggak ada lagi cara buat kembali ke titik awal, dan si penyanyi harus terima kenyataan bahwa cinta itu nggak bisa diselamatkan lagi.
Makna Metafora Payphone dalam Lagu Ini

Kalau kamu pikir payphone di lagu ini cuma alat buat nelpon, coba pikir lagi. Di lirik lagu Maroon 5 Payphone, telepon umum ini jadi simbol besar tentang hubungan, kenangan, bahkan identitas yang hilang.
Payphone Sebagai Simbol Koneksi yang Hilang
Bayangin kamu berdiri di tengah kota besar, bawa recehan terakhir, dan nelpon seseorang yang nggak mau jawab. Begitulah suasana yang dibangun lagu ini. Payphone melambangkan koneksi yang udah putus, baik secara emosional maupun harfiah.
Penggunaan telepon umum (yang kini udah jarang dipakai) nggak cuma menunjukkan keputusasaan, tapi juga rasa keterasingan. Si penyanyi nggak tahu lagi harus ke mana setelah kehilangan “rumahnya” yang sebenarnya adalah sosok mantan kekasih itu sendiri.
Lagu ini juga menyoroti bagaimana orang bisa kehilangan dirinya sendiri dalam hubungan. Payphone itu jadi tanda darurat: dia mencoba “menghubungi” dirinya yang lama, tapi nggak ada jawaban.
“All of My Change I Spent on You” – Semuanya Udah Dikorbankan
Bagian lirik lagu Maroon 5 Payphone ini nggak cuma tentang uang koin, tapi tentang semua yang udah dikasih: waktu, tenaga, perasaan. Lewat kalimat “All of my change I spent on you,” tersirat betapa besar investasi emosional yang udah dia taruh buat cinta itu.
Tapi ujung-ujungnya, yang tersisa cuma penyesalan. Lirik lagu Maroon 5 Payphone jadi simbol dari upaya terakhir buat nyambung ke seseorang—atau ke versi dirinya yang dulu. Dan yang paling pahit? Sekalipun kamu udah kasih segalanya, belum tentu kamu bakal dapet jawaban yang kamu tunggu.
Nada Sinis Terhadap Cinta dan Realita

LemoList, kalau kamu pernah berharap punya kisah cinta kayak di film-film romantis, lagu ini bakal jadi wake-up call keras. Dalam lirik lagu Maroon 5 Payphone, Adam Levine menyuarakan betapa cinta nggak selamanya berakhir bahagia. Harapan yang dulu pernah tinggi, kini tinggal kata-kata pahit.
“If Happy Ever After Did Exist” – Ketika Harapan Nggak Selalu Sejalan Sama Kenyataan
Lirik “If happy ever after did exist, I would still be holding you like this” jadi titik balik emosional. Nggak ada lagi dongeng indah. Adam bilang langsung: “All those fairytales are full of shit.” Kasar? Mungkin. Tapi justru itu yang bikin lagu ini terasa jujur dan relate.
Dia udah muak dengar kisah cinta palsu yang katanya sempurna. Bahkan ada baris, “If I hear one more love song, I’ll be sick”—itu bukan sekadar lelah, tapi udah sampai tahap muak dengan semua yang berbau romansa.
Lirik lagu Maroon 5 Payphone lain yang nggak kalah ngena adalah “Even the sun sets in paradise.” Artinya? Bahkan tempat seindah surga pun bisa punya akhir. Hubungan yang dulu terasa sempurna, tetap bisa hancur. Dan itu realita yang kadang susah diterima.
Peran Wiz Khalifa: Amarah dan Proses Melangkah Maju
Nah, masuk ke bagian yang paling beda nuansanya: rap dari Wiz Khalifa. Kalau bagian Adam Levine penuh luka dan nostalgia, Wiz justru datang dengan sikap tegas. Di lirik lagu Maroon 5 Payphone, rap ini jadi suara orang yang udah capek dan akhirnya sadar kalau dirinya lebih berharga.
Dari Patah Hati ke Percaya Diri
Lewat verse-nya, Wiz bilang: “Sekarang gue udah sukses, dan lo yang ninggalin gue, rugi sendiri.” Dia udah move on. Nggak ada cerita balikan, nggak ada penyesalan. Justru ini jadi pengingat buat kita: kadang yang kita pikir “selamanya” itu cuma fase.
Pesan utamanya jelas, jangan biarkan orang yang ninggalin kamu jadi alasan kamu berhenti berkembang. Kamu tetap bisa bangkit, bahkan lebih kuat.
Menolak Mantan dan Menyadari Nilai Diri Sendiri
Wiz juga menyentil soal pengkhianatan. Baris “So you can go take that little piece of shit with you” cukup eksplisit. Nggak butuh banyak tafsir itu jelas rasa marah pada seseorang yang dianggap merusak hubungan.
Tapi dari situ muncul kekuatan. Dia sadar dirinya cukup. Dia tahu mantannya udah melewatkan seseorang yang sebenarnya “bisa jadi hebat bareng.” Ini tentang self-worth dan itu penting banget setelah disakiti.
Akhirnya, bagian rap ini menegaskan: kalau orang yang kamu tunggu nggak pernah mikirin kamu, mending stop mikirin mereka. Fokus ke diri sendiri. Karena dalam lirik lagu Maroon 5 Payphone, kita diajak buat jujur soal luka, tapi juga diajarin buat ninggalin masa lalu dan terus jalan ke depan.
Lagu Payphone dan Relevansinya dengan Kita Semua
Lagu Payphone dari Maroon 5 bukan cuma soal hubungan yang kandas, tapi juga tentang perjalanan emosi dari penyesalan, kemarahan, sampai akhirnya berani melepaskan. Di balik liriknya yang tajam dan metafora payphone yang dalam, tersimpan pesan universal: kita semua pernah merasa kehilangan, dan kadang, satu-satunya jalan adalah maju, meski pelan.
Kalau kamu jadi mikir ulang soal lagu-lagu lain yang dulu pernah kamu nyanyikan tanpa tahu maknanya, tenang aja, itu justru bagian serunya. Yuk, terus eksplor cerita di balik musik dan film favorit kamu bareng Lemo Blue – Berita musik dan film buat kamu, LemoList!


Pingback: Makna Lagu Daylight Maroon 5: Lirik Puitis, Makna Bikin Getir
Pingback: Lirik Lagu Vidi Aldiano Nuansa Bening & 2 Makna Tersembunyi
Pingback: 21+ Lagu yang Ditulis Benny Blanco yang Didengar Tiap Hari