Lagu-lagu Westlife semacam mesin waktu, yang sekali diputar langsung narik kita balik ke kenangan lama: cinta pertama, patah hati pertama, sampai momen-momen kecil yang sekarang rasanya manis banget buat diinget.
Lewat 8 lagu Westlife ini, kita bakal nostalgia bareng, mengulang lagi melodi yang dulu nemenin hari-hari kita. Siap-siap senyum sendiri, atau malah keinget seseorang — karena percaya deh, lagu-lagu ini pasti pernah singgah di hidup kita, entah sekali atau berkali-kali.
Table of Contents
Lagu Westlife yang Terkenal Sampai Sekarang
Daftar lagu Westlife ini dirangkum untuk nostalgia dan juga untuk dihayati maknanya. Karena menurut sudut pandang Lemo Blue, lagu-lagu ini pasti udah melewati setiap masa hidup kalian:
1. Seasons In the Sun
Kalau ada satu lagu Westlife yang rasanya langsung bikin dada agak sesak tiap dengar intro-nya, ini dia. Seasons In the Sun bukan sekadar lagu sedih biasa — ini lagu perpisahan.
Tentang seseorang yang tahu waktunya hampir habis, lalu pamit ke orang-orang terdekat sambil mengenang hidupnya.
Liriknya terasa personal banget: dia bicara ke sahabat, ke ayahnya, sampai ke Michelle — orang yang paling ia cintai.
Ada penyesalan, ada rasa bersalah (“I was the black sheep of the family”), tapi juga penuh rasa terima kasih karena pernah punya masa-masa bahagia. Bukan cuma tentang kematian, tapi tentang menghargai hidup yang sudah dijalani.
Dan bagian refreinnya? Dijamin semua orang pernah nyanyi keras-keras.
“We had joy, we had fun
We had seasons in the sun
But the hills that we climbed
Were just seasons out of time.”
2. Beautiful in White (2006 Demo)
Ini lagu Westlife yang pelan-pelan berubah status dari demo jadi “lagu wajib nikahan”. Beautiful in White punya aura romantis yang tulus, nggak lebay, tapi langsung kena.
Ceritanya manis banget: dari momen pertama ketemu seseorang dan merasa “ini dia orangnya”, sampai akhirnya berdiri di altar, janji seumur hidup.
Bahkan liriknya lompat jauh ke masa depan, ngebayangin anak perempuan mereka nanti berjalan di pelaminan. Jadi bukan cuma cinta hari ini, tapi cinta yang tumbuh bareng waktu.
Makanya banyak orang nangis pas lagu ini diputar. Karena rasanya bukan cuma lagu — tapi janji.
“So as long as I live, I’ll love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white.”
3. Fool Again
Nah, kalau tadi bahagia, sekarang waktunya galau maksimal. Fool Again itu tipe lagu Westlife yang cocok didengerin tengah malam sambil bengong liatin chat lama.
Ceritanya tentang seseorang yang sadar terlalu telat. Pasangannya udah pergi, udah nemuin orang lain, dan dia cuma bisa mikir: kenapa gue nggak lihat tanda-tandanya dari awal? Rasa bersalah, kecewa, dan nyalahin diri sendiri campur jadi satu.
Westlife jago banget bikin lagu patah hati yang lembut tapi nusuk. Nggak teriak-teriak, tapi justru itu yang bikin sakitnya real.
“I can’t believe that I’m the fool again
I thought this love would never end
How was I to know?
You never told me.”
4. If I Let You Go
Ini lagu Westlife buat para overthinker dan pemendam perasaan. If I Let You Go ngomongin satu hal yang relatable banget: suka sama seseorang… tapi takut ngomong.
Bukan karena nggak cinta, tapi karena takut ditolak. Takut kehilangan. Takut semuanya jadi canggung. Jadi akhirnya cuma diam, ragu-ragu, dan terus bertanya-tanya “gimana kalau tadi gue berani?”.
Konfliknya simpel, tapi nyata banget. Kadang yang paling nyesek bukan ditolak — tapi nggak pernah mencoba sama sekali.
“But if I let you go, I will never know
What my life would be holding you close to me
Will I ever see you smiling back at me?”
5. My Love
Begitu intro gitar dan beat-nya masuk, rasanya langsung kebawa memori lama. My Love itu tipe lagu yang bikin kita pengen bengong di jendela sambil pura-pura lagi di film.
Secara cerita, lagu ini tentang rindu. Rindu rumah, rindu tempat asal (Irlandia), dan rindu seseorang yang tertinggal karena mimpi dan karier membawa mereka jauh keliling dunia.
Ada kontras yang kerasa banget antara “empty street, empty house” dengan kenangan hangat masa lalu. Sepi tapi penuh memori.
Makanya lagu Westlife ini terasa personal — siapa sih yang nggak pernah kangen seseorang atau suatu tempat?
“So I say a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love.”
6. Nothing’s Gonna Change My Love For You
Kalau Beautiful in White itu janji pernikahan, lagu Westlife ini tuh janji seumur hidup yang super teguh. Rasanya kayak bilang, “apa pun yang terjadi nanti, aku tetap di sini.”
Versi aslinya dari George Benson, tapi Westlife berhasil bikin lagunya terasa lebih lembut dan youthful.
Liriknya simpel banget, tapi justru itu yang bikin kuat: cinta yang nggak ribet, nggak bersyarat, nggak minta kamu berubah jadi siapa pun.
Pure devotion. Old-school banget, tapi manisnya nggak pernah basi.
“Nothing’s gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I’ll never ask for more than your love.”
7. Uptown Girl
Setelah deretan lagu galau dan romantis, Uptown Girl datang kayak angin segar. Lagu Westlife ini ceria, pede, dan penuh energi khas era awal 2000-an.
Versi aslinya milik Billy Joel, tapi Westlife berhasil ngasih sentuhan boyband yang bikin lagu ini jadi anthem seru di masanya.
Ceritanya simpel tapi relatable: cowok “biasa” yang jatuh cinta sama cewek kelas atas. Dia tahu mereka beda dunia, tapi tetap yakin kalau suatu hari nanti si uptown girl bakal capek dengan kemewahan palsu dan melihat ketulusan dirinya.
Lagu ini tentang harapan, keberanian, dan keyakinan bahwa status nggak menentukan nilai seseorang.
Dan jujur aja, siapa sih yang nggak langsung senyum tiap denger bagian refreinnya?
“Uptown girl
She’s been living in her uptown world
I bet she never had a backstreet guy
I bet her mama never told her why.”
8. You Raise Me Up
Kalau ada satu lagu Westlife yang rasanya langsung bikin merinding tiap kali diputar, ini jawabannya. You Raise Me Up bukan cuma lagu — ini anthem.
Lagu yang sering muncul di momen-momen haru: wisuda, perpisahan, tribute, sampai konser dengan ribuan penonton nyanyi bareng sambil angkat flashlight.
Versi aslinya dari Secret Garden, tapi di tangan Westlife, lagunya jadi lebih emosional dan megah. Ceritanya tentang seseorang yang lagi capek banget sama hidup — lelah, terbebani, hampir nyerah.
Tapi kehadiran satu orang (bisa pasangan, orang tua, sahabat, bahkan Tuhan) jadi sumber kekuatan. Sosok yang bikin kita berdiri lagi saat jatuh.
Maknanya luas dan personal. Makanya tiap orang bisa punya “kamu” versi mereka sendiri waktu denger lagu ini. Dan pas bagian chorus naik? Auto goosebumps.
“You raise me up, so I can stand on mountains
You raise me up, to walk on stormy seas
I am strong, when I am on your shoulders
You raise me up, to more than I can be.”
Westlife, Soundtrack Kenangan yang Nggak Pernah Benar-Benar Pergi
Lagu-lagu Westlife punya makna yang dalam banget kalau dilihat dari sudut pandang dan interpretasi liriknya. Rasanya seperti membaca buku harian versi musik: personal, jujur, dan dekat banget sama hidup kita.
Kalau kamu lagi butuh playlist nostalgia atau sekadar pengen tenggelam lagi di emosi lama, delapan lagu ini bisa jadi rekomendasi yang pas—jangan lupa dengarkan full lagunya biar feel-nya utuh (Spotify Premium mode on 😉).
Dan kalau suka bahas makna lagu, cerita di balik musik, atau rekomendasi seru lainnya, yuk lanjut eksplor lebih banyak berita musik bareng Lemolist di Lemo Blue. Masih banyak cerita yang nunggu buat kita denger bareng.

