Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Where’d All the Time Go Dr.Dog Tentang…

‘Where’d All the Time Go’ Dr. Dog: Lho, Kok Udah Tanggal 1 Lagi? 

Where’d All the Time Go mungkin terdengar seperti lagu indie ringan, tapi buat kamuyang pernah tiba-tiba merasa waktu hidup melesat tanpa permisi, lagu ini langsung kerasa dekat. 

Dirilis pada 6 April 2010, lagu ini jadi track kelima di album Shame, Shame milik Dr. Dog, band asal Amerika yang dikenal suka membungkus keresahan dengan musik ceria. 

Diproduseri Rob Schnapf dan ditulis oleh Toby Leaman serta Scott McMicken, lagu ini memadukan banjo, mellotron, dan piano dalam balutan indie rock dan psychedelic rock. 

Fakta menariknya, popularitas Where’d All the Time Go? terus tumbuh, terbukti dari ratusan ribu pembaca lirik di Genius dan sampelnya yang dipakai musisi lain.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Where’d All the Time Go Dr. Dog Tentang…

Rasa kaget saat sadar waktu hidup sudah keburu lewat. Lewat lirik yang terdengar santai, Dr. Dog bercerita soal waktu yang tiba-tiba terasa melaju cepat, hubungan yang datang dan pergi, serta hidup yang kadang dijalani tanpa benar-benar disadari. 

Ada penyesalan kecil, ada cinta yang sempat bikin lupa segalanya, dan ada momen ketika kita berhenti sejenak lalu bertanya: kok tahu-tahu sudah sejauh ini?

Jadi, lagu ini bukan sekadar soal waktu, tapi tentang kesadaran yang datang terlambat—saat kamu baru ngeh arti hidup, sementara jam terus jalan dan nggak mau nunggu.

Makna Lagu Where’d All the Time Go Dr.Dog

1. Waktu yang Nggak Pernah Nunggu Siapapun

Di bagian ini, lirik where’d all the time go langsung menembak pertanyaan paling dasar: ke mana perginya waktu. Kalimat “where’d all the time go?” terdengar sederhana, tapi isinya berat. 

Waktu digambarkan mulai “terbang” dan jarum jam seolah melambaikan tangan, tanda bahwa semuanya berjalan tanpa bisa ditahan. 

Arti lagu Where’d All the Time Go di sini terasa seperti penyesalan yang datang belakangan—keinginan memutar ulang hidup ke masa yang terasa lebih hidup, sebelum semuanya keburu lewat.

2. Cinta sebagai Distraksi yang Manis tapi Berisiko

Masuk ke relasi, lagu ini bicara jujur soal cinta yang bikin kehilangan fokus. Tatapan mata pasangan cukup untuk membuat segalanya terlupakan. Cinta datang tanpa pengaman, seperti jatuh ke ruang kosong. 

Potongan perasaan disusun layaknya puzzle, tapi saat gambarnya mulai jelas, kerusakan sudah terlanjur terjadi. 

Di titik ini, makna lagu Where’d All the Time Go menunjukkan bahwa hubungan bisa jadi indah sekaligus meninggalkan konsekuensi yang nggak bisa dibereskan begitu saja.

Baca Juga, Yah! ‘Purple Rain’ Prince and the Revolution: Yang Bikin Ending Stranger Things Se-nusuk Itu

Simbolisme yang Bikin Where’d All the Time Go? Makin Dalam

arti Lagu Where’d All the Time Go Dr.Dog

Sebelum bicara lirik secara harfiah, bagian ini penting buat kamu pahami sebagai lapisan emosi yang tersembunyi. Di sinilah makna lagu Where’d All the Time Go terasa lebih sunyi, reflektif, dan pelan-pelan mengendap.

1. Berjalan Mundur di Tengah Parade

Di lirik where’d all the time go, gambaran berjalan mundur di tengah parade terasa janggal. Parade melaju ke depan, penuh gerak dan arah, sementara si narator justru melawan arus. 

Arti lagu Where’d All the Time Go di bagian ini mengarah ke perasaan tertinggal—bukan karena berhenti, tapi karena ritme hidup sudah tak lagi sejalan dengan dunia di sekitarnya.

2. Terjebak di Bayangan, Kehilangan Cahaya

Kalimat tentang “terjebak di bayangan” memberi kesan ruang emosional yang sempit dan berulang. Hidup berjalan, tapi rasanya stagnan. 

Bayangan menutup cahaya, rutinitas berubah jadi beban, dan penyesalan pelan-pelan mengisi hari. Di titik ini, makna lagu Where’d All the Time Go terasa seperti pengakuan jujur tentang lelah yang tak selalu terlihat.

3. Cinta yang Masuk ke Dalam Abyss

Di pembuka lagu, cinta digambarkan mengalir lalu jatuh ke dalam abyss—ruang kosong yang tak berdasar. Perasaan yang besar ternyata bisa menghilang begitu saja, tertelan waktu dan ketidakpastian. 

Arti lagu Where’d All the Time Go di sini bukan soal cinta yang gagal, tapi ketakutan bahwa hal paling bermakna dalam hidup pun bisa lenyap tanpa sempat dipahami sepenuhnya.

Baca Juga, Yah! ‘Daft Punk Is Playing at My House’ LCD Soundsystem: Mimpi Berawal dari “Basement”

Saat Waktu Pergi, Lagu Ini Tinggal

lirik Lagu Where’d All the Time Go Dr.Dog

Di akhir ceritanya, makna lagu Where’d All the Time Go terasa seperti bisikan pelan tentang hidup yang berjalan lebih cepat dari kesadaran kita. 

Lewat lirik yang terdengar santai, Dr. Dog menyelipkan rasa kehilangan, penyesalan, dan ketakutan akan waktu yang habis tanpa sempat dirayakan. 

Lagu ini bukan memberi jawaban, tapi mengajak kamu berhenti sebentar—menyadari bahwa setiap detik yang terasa sepele ternyata punya bobot emosional yang besar.

Buat LemoList, Where’d All the Time Go? jadi pengingat bahwa musik sering kali bekerja sebagai cermin. 

Kalau kamu suka membaca cerita di balik lagu, makna tersembunyi, dan refleksi personal dari karya musik lain, masih banyak berita musik dan pembahasan serupa yang bisa kamu eksplorasi bareng Lemo Blue—pelan-pelan, tanpa kejaran waktu.