Autumn adalah track ke-9 album Nicole yang dirilis pada 12 Agustus 2022, NIKI mengajak kamu masuk ke cerita cinta yang awalnya hangat, lalu perlahan berubah dingin tanpa aba-aba.
Dengan balutan Pop, Indie Pop, hingga Alternative yang terasa intim, lagu ini seperti obrolan tengah malam yang jujur dan tanpa filter.
Ditulis langsung oleh NIKI dan diproduseri bersama Jacob Ray serta Tim Anderson di bawah label 88rising, Autumn terasa personal, rapuh, dan dekat. Ini tentang lelah mencintai sambil bertanya: kapan berhenti itu jadi pilihan paling waras?
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Autumn NIKI Tentang…
…kelelahan dalam sebuah hubungan yang sudah tidak sehat, meski rasa cinta masih ada. Lagu ini menggambarkan fase ketika dua orang pernah saling berjanji memberi rasa aman, tapi perlahan berubah jadi sumber luka dan kesepian.
Lagu ini tentang konflik antara bertahan dan melepaskan—tentang memberi terlalu banyak, menyalahkan diri sendiri, lalu sadar bahwa cinta bisa berubah jadi ketergantungan yang menyakitkan.
Autumn bukan soal putus yang dramatis, melainkan momen sunyi ketika seseorang bertanya dengan jujur: apakah kita sudah cukup berjuang, atau justru terlalu lama memaksa?

1. Cinta, Komitmen, dan Ilusi Kebebasan
Di awal cerita, kamu langsung diajak masuk ke hubungan yang terasa intens. Kalimat “I carved my name into your ribcage” terdengar seperti janji sehidup semati, tapi di baliknya ada nuansa kepemilikan yang terlalu dalam.
Mereka pernah bermimpi kabur bersama, meninggalkan “kandang” yang mengekang. Sayangnya, mimpi itu tidak berjalan searah. Saat satu pihak ingin menjadi “bebas”, yang lain justru mulai bertanya dalam diam: bebas itu termasuk pergi dariku, ya?
2. Janji Rumah yang Berubah Jadi Luka
Lagu autumn kemudian bicara soal rumah—bukan bangunan, tapi rasa aman yang belum pernah benar-benar dimiliki sang narator. Hubungan ini awalnya dijanjikan sebagai perlindungan bersama, tameng dari dunia luar.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tempat pulang itu runtuh dari dalam. Orang yang seharusnya melindungi justru menjadi sumber luka paling dalam.
3. Kesepian di Tengah Hubungan
Bagian paling sunyi datang saat mereka masih bersama, berdampingan, tapi terasa jauh. Kalimat “right next to me, but I’ve never felt more alone” menggambarkan kesepian yang sering tak terlihat.
Secara fisik ada, secara emosional kosong. Di titik ini, lagu autumn terasa seperti cermin—tentang hubungan yang belum berakhir, tapi sudah kehilangan maknanya.
4. Memberi Terlalu Banyak, Kehilangan Diri Sendiri

Di bagian ini, kamu atau LemoList bisa merasakan bagaimana narator mulai menyalahkan dirinya sendiri. Ia sadar telah jatuh terlalu dalam, terlalu percaya.
Hatinya diserahkan sepenuhnya, dengan harapan sederhana: pasangannya mau ikut berjuang. Lagu autumn menggambarkan pengorbanan yang tidak lagi seimbang—satu pihak bertahan dengan seluruh tenaga, sementara yang lain perlahan menjauh tanpa suara.
5. Titik Lelah yang Tak Bisa Dipungkiri
Saat pertanyaan “kapan kita berhenti mencoba?” muncul, itu bukan drama, tapi tanda kelelahan emosional.
Bertahan tidak lagi terasa seperti cinta, melainkan rutinitas yang menyakitkan. Di titik ini, lagu autumn terasa jujur tentang momen ketika seseorang masih tinggal, tapi hatinya sudah kehabisan tenaga.
6. Craving vs Love
Meski penuh luka, keinginan akan kasih sayang itu tetap ada. Saat malam berganti pagi, yang dirindukan tetap orang yang sama, meski kehadirannya identik dengan rasa sakit.
Lagu autumn menangkap kondisi ketika cinta berubah jadi candu—dibutuhkan, tapi perlahan menghancurkan.
7. Memberi Semua, Kehilangan Segalanya
Narator akhirnya sadar bahwa hubungan ini menguras lebih banyak daripada yang dikembalikan.
Pasangan merasa sudah memberi segalanya, padahal yang tertinggal hanyalah kehampaan. Energi, rasa aman, dan kepercayaan habis tanpa pemulihan. Di sini, lagu autumn seperti pengakuan pahit tentang cinta yang tidak adil, tapi lama disadari.
Baca Juga, Yah! ‘quit’ LANY: Trust Issue Boleh, Berlebihan Jangan!
Saat Melepas Jadi Bentuk Cinta Paling Jujur

Lagu Autumn milik NIKI tentang keberanian mengakui bahwa cinta bisa habis sebelum rasa itu benar-benar mati.
Lewat cerita kelelahan, ketergantungan emosional, dan pertanyaan yang menggantung di akhir lagu, Autumn menggambarkan fase ketika bertahan justru melukai diri sendiri.
Ini adalah potret cinta yang pernah hangat, lalu perlahan gugur tanpa perlu teriakan atau drama besar—hanya kejujuran yang akhirnya muncul.
Buat kamu yang pernah berada di titik serupa, Autumn terasa seperti teman duduk diam di samping, tanpa menghakimi.
Kalau kamu ingin terus menyelami cerita di balik lagu-lagu yang punya makna emosional dan relevan dengan hidup sehari-hari, jangan ragu eksplorasi lebih banyak berita musik dan analisis lagu lainnya di Lemo Blue.

