Review film Ziam sedang ramai dibicarakan, terutama karena film ini menyuguhkan sensasi thriller penuh aksi dan ketegangan khas Thailand yang kini tayang di Netflix. Dari zombie mutan sampai bela diri Muay Thai, semuanya hadir dalam satu paket berdurasi 90 menit yang bikin jantung berpacu.
Di artikel ini, Kami akan mengajak kamu menyelami dunia Ziam tanpa spoiler — lengkap dengan teori-teori liar dan pertanyaan yang bakal bikin kamu mikir panjang setelah menontonnya.
Film Ziam Thailand: Sinopsis dan Gaya Penceritaan

Film Ziam Thailand langsung menarik perhatian begitu tayang di Netflix sejak 9 Juli 2025. Bukan tanpa alasan, film ini punya latar unik, yakni masa depan yang dilanda bencana ekologis, dari lautan yang mengering sampai hutan yang lenyap.
Thailand, satu-satunya negara yang berhasil mengisolasi diri demi menjaga pasokan pangan dan air, jadi pusat cerita. Tapi masalah muncul ketika bakteri misterius menginfeksi ikan, memicu wabah zombie mematikan di sebuah rumah sakit di Bangkok.
Latar ini bukan sekadar tempelan, tapi jadi panggung bagi cerita yang kaya makna. Film ini mengeksplorasi tema besar seperti kelangkaan sumber daya, kepanikan massal, dan rasa kemanusiaan dalam krisis, tapi dibalut dalam action horror yang brutal dan intens.
Baca Juga, Yah! Garis Merah di Drama S Line lagi Viral, Artinya Bikin Merinding Cuy!
Apa yang Bikin Ziam Beda dari Film Thriller Asia Tenggara Lain
Yang membedakan film Ziam Thailand dari kebanyakan thriller Asia Tenggara adalah kreativitasnya dalam membangun dunia dan ancaman. Zombie di sini bukan sekadar mayat hidup biasa, mereka bisa bermutasi jadi lebih ganas saat terkena air. Bayangkan, musuhmu bisa berevolusi hanya karena cipratan air hujan!
Selain itu, film ini memadukan zombie apocalypse dengan seni bela diri lokal: Muay Thai. Singh, sang tokoh utama, bukan tentara atau polisi, melainkan mantan petarung yang melawan zombie dengan tangan kosong. Adegan aksinya terasa mentah, brutal, dan nyata.
Setiap sikutan dan tendangan lutut mengingatkan kita pada akar budaya Thailand yang digunakan sebagai senjata bertahan hidup. Ditambah lagi, film ini menyelipkan kritik sosial tentang krisis iklim dan kelaparan. Ini bukan hanya tontonan penuh darah, tapi juga refleksi atas dunia yang semakin kehabisan harapan.
Gaya Visual, Tone, dan Tempo Cerita yang Unik
Secara visual, Ziam tampil memukau lewat atmosfer rumah sakit yang gelap dan mencekam. Kamera bergerak cepat di lorong-lorong sempit, mengiringi aksi Muay Thai yang padat dan intens. Tidak ada waktu bernapas, semuanya serba cepat, serba meledak.
Tone film ini konsisten brutal. Namun di balik semua itu, ada kesan muram dan sedih yang menyelinap. Seolah-olah film ini mau bilang: bahkan dalam kekacauan, manusia tetap berjuang, meski dengan cara yang putus asa.
Untuk pacing, film ini ibarat peluru: cepat dan tepat sasaran. Beberapa kritik menyebut cerita terasa “cepat dan tipis”, tapi itu justru menguatkan kesan survival, tidak semua harus dijelaskan, karena di tengah kiamat, yang penting adalah bertahan.
Akting dan Performa Pemeran Utama — Tanpa Mengungkap Twist
Pemeran utama film Ziam Thailand tampil luar biasa. Mark Prin memerankan Singh, mantan petinju yang bertarung dengan cara yang sangat realistis. Gerakan Muay Thai-nya terlihat profesional dan setiap pukulan punya berat, serta setiap gerak terasa hidup. Ia bukan superhero, tapi pejuang cinta dan kemanusiaan.
Nychaa Nuttanicha sebagai Rin, seorang dokter, menjadi simbol harapan. Ia bukan karakter lemah yang butuh diselamatkan, tapi mitra setara dalam perjuangan. Lalu ada Buddy, bocah kecil yang menambah kedalaman emosional. Kehadirannya memperkuat konflik batin Singh dan membuat kita sebagai penonton semakin peduli.
Ketiganya menciptakan chemistry yang menyentuh tanpa perlu drama berlebihan. Emosi mereka terasa nyata, bahkan ketika dunia di sekitar mereka runtuh.
Review Film Ziam Netflix: Misteri, Imajinasi, dan Sensasi Tak Terduga

Review film Ziam Netflix bukan hanya soal ketegangan dari awal sampai akhir, tapi juga tentang bagaimana film ini memancing imajinasi penonton untuk bertanya-tanya: “Apa sebenarnya yang sedang terjadi?”
Film ini memang penuh aksi, tapi di balik adegan brutal itu, tersembunyi banyak teka-teki yang tak dijelaskan secara gamblang. Dari awal, kita diajak masuk ke dunia yang sudah hancur — bukan dari perang atau alien, tapi karena krisis ekologi yang semakin nyata.
Setting rumah sakit bukan sekadar latar tempur. Ia menjadi ruang sempit yang memperbesar rasa terjebak dan terisolasi, seperti menggambarkan kondisi dunia secara makro: terdesak, sekarat, dan tidak punya jalan keluar.
Muay Thai menjadi senjata utama, seolah menyatakan bahwa teknologi dan senjata canggih sudah tak relevan lagi. Yang tersisa adalah naluri bertahan hidup.
Dan ini menarik: meskipun kita tidak diberi banyak detail tentang karakter, motivasi mereka tersirat kuat. Singh berjuang bukan untuk menyelamatkan dunia, tapi untuk melindungi satu orang dan satu anak. Cinta menjadi alasan terakhir manusia untuk terus berdiri, bahkan ketika tubuh nyaris hancur.
Film ini juga menutup ceritanya dengan gaya yang open-ended, menyisakan pertanyaan dan misteri, bahkan memunculkan teori tentang kelanjutan hidup Singh di adegan pasca-kredit. Kita tidak diberi jawaban pasti, tapi justru di sanalah letak kekuatan Ziam: film ini memberi ruang bagi imajinasi kita bekerja setelah layar gelap.
Teori-Teori Film Ziam yang Bikin Merinding (Tanpa Spoiler!)
Sebelum kamu bilang, “Ah, ini cuma film zombie lagi,” tunggu dulu. Review film Ziam bareng Lemo Blue tak lengkap tanpa membahas teori-teori yang muncul dari lapisan tersembunyi cerita. Dan percaya deh, film ini punya banyak potensi untuk dibedah!
Asal-Usul Wabah: Kecelakaan atau Konspirasi?
Wabah zombie dalam film ini dimulai dari kontaminasi bakteri di ikan. Tapi kenapa ikan? Dan kenapa baru sekarang dampaknya muncul?
Teori yang muncul di kalangan penonton menyebutkan bahwa wabah ini bisa saja bukan kecelakaan, melainkan hasil manipulasi atau eksperimen. Dalam dunia yang kelaparan, siapa yang bisa menjamin bahwa solusi pangan massal tidak disabotase demi kekuasaan?
Evolusi Zombie dan Air: Simbol Kehidupan yang Jadi Maut
Zombie di Ziam memiliki kemampuan unik, di mana mereka berevolusi saat terkena air. Ini membuka banyak interpretasi. Air yang seharusnya jadi sumber kehidupan justru menjadi pemicu kematian.
Ada yang menganggap ini sebagai kritik simbolik terhadap pencemaran air dan krisis lingkungan, di mana alam yang dulu menyelamatkan kita kini menjadi musuh karena ulah manusia.
Dunia Luar Thailand: Ada Apa di Balik Isolasi?
Thailand disebut sebagai satu-satunya negara yang berhasil bertahan berkat isolasi selama 10 tahun. Tapi, bagaimana dengan dunia luar? Apakah negara lain sudah hancur total?
Atau justru Thailand yang tidak tahu bahwa ada cara bertahan yang lebih manusiawi? Film ini tidak menjelaskan, dan dari situ lahir teori tentang sistem totaliter tertutup yang mungkin berusaha menyembunyikan kenyataan dari rakyatnya.
Pertanyaan Filosofis: Apakah Kemanusiaan Masih Layak Diperjuangkan?
Singh tidak berjuang demi menyelamatkan dunia, dia hanya ingin menyelamatkan orang yang ia cintai. Di tengah kekacauan, pertanyaan besar muncul: Masihkah kita manusia jika yang tersisa hanya insting bertahan hidup? Film ini tidak menawarkan jawaban, tapi membiarkan kita merenungkannya.
Apakah Film Ziam Cocok untuk Kamu? Ini Petunjuknya
Sebelum kamu masuk ke Netflix dan menekan tombol play, Lemo Blue mau bantu kamu menilai: apakah film Ziam Netflix cocok buat kamu?
Kalau kamu suka film zombie dengan pendekatan baru, maka Ziam wajib ada di daftar. Zombie-nya bukan hanya mengerikan, tapi juga unik dan penuh misteri. Transformasi mereka karena air saja sudah cukup untuk bikin merinding.
Buat kamu yang menggemari film aksi brutal dengan koreografi bertarung yang nyata, maka kamu akan menikmati pertarungan tangan kosong ala Muay Thai yang ditampilkan di sini. Singh bukan pahlawan super, tapi cara dia bertarung terasa lebih nyata dan mengakar — bukan adegan tipikal film Hollywood.
Tapi jika kamu mencari alur cerita kompleks penuh teka-teki dan kejutan psikologis seperti The Call atau Forgotten, mungkin film ini terasa lebih ringan dalam narasi. Ada misteri, iya. Tapi tidak seberat atau sedalam film thriller Korea yang membolak-balik logika.
Dan kalau kamu suka cerita yang filosofis dan lambat seperti I’m Thinking of Ending Things, maka Ziam mungkin terasa terlalu cepat dan penuh darah. Di sini, aksi lebih dominan dibanding simbolisme.
Intinya, Ziam cocok untuk kamu yang ingin tontonan:
- Cepat, padat, dan penuh aksi,
- Punya tema besar tentang lingkungan dan kemanusiaan,
- Tidak keberatan dengan cerita yang sedikit longgar tapi visual yang kuat.
Ziam dan Misteri yang Tertinggal di Kepala
Review film Ziam berakhir di sini, tapi pertanyaan-pertanyaannya akan terus berputar di kepala kamu, terutama setelah menonton sendiri. Film ini bukan untuk semua orang, tapi buat kamu yang siap dengan tontonan penuh darah, bela diri, dan krisis eksistensial, maka Ziam adalah pilihan tepat.
Di balik serangan zombie dan pertarungan brutal, ada lapisan makna tentang dunia yang sedang sekarat dan manusia yang terus berjuang untuk mencintai, walau cuma satu orang. Film ini bukan hanya hiburan, ia juga peringatan, perenungan, dan pelampiasan emosi.
Selamat menonton Ziam, dan hati-hati kalau tiba-tiba hujan turun… siapa tahu zombie-nya muncul dari genangan air di jalan. Lariiiiiiiii…………. .


Pingback: Review Film 28 Days Later: Oh Gini Cara Mereka Bikin London Sepi Total
Pingback: Film Kang Mak: Asli dan Remakenya Sama-sama Bikin Ngakak