Soundtrack Stranger Things selalu punya cara unik untuk narik kamu masuk lagi ke dunia Hawkins tanpa permisi. Dari awal, musiknya bukan cuma sekadar latar, tapi mesin waktu yang ngangkat vibe 80-an lewat deretan hits jadul yang terasa “reborn”.
Serial ini jago banget bikin lagu-lagu klasik kedengeran baru, bahkan kadang lebih ngeri atau lebih emosional dari versi aslinya. Dengan perpaduan lagu 50–80an yang ditempatkan di momen-momen kontras—kadang horor, kadang heartwarming—Stranger Things berhasil bikin setiap soundtrack terasa hidup dan punya cerita sendiri.
Table of Contents
1. “Rockin’ Robin” – Michael Jackson

Bayangin dulu suasana Hawkins yang pelan-pelan kebentuk lewat pilihan musik yang pas banget. Soundtrack Stranger Things selalu punya trik jitu buat narik mood, dan “Rockin’ Robin” jadi salah satu pembuka vibe itu di season terbaru.
Sentuhan Nostalgia dari King of Pop
Lagu ini awalnya populer di era 50-an, lalu direkam ulang Michael Jackson pada tahun 1972. Begitu muncul di setting 1987, nuansa lawasnya langsung nyalur ke telinga penonton. Musiknya ceria, ringan, dan otomatis bikin atmosfer 80-an jadi lebih hidup, terutama lewat karakter yang lagi tampil di awal season.
Momen Pemakaian di Season 5
Soundtrack Stranger Things “Rockin’ Robin” muncul di Episode 1, The Crawl, sebagai lagu tema DJ Robin saat ia siaran di radio WSQK. Begitu lagunya nyala, identitas Robin sebagai penyiar langsung kebentuk dan bikin suasana studionya kerasa lebih playful. Scene itu jadi perkenalan lembut tapi jelas tentang siapa Robin dan gaya yang ia bawa.
Kenapa Lagu Ini Kena Banget?
Vibenya fun dan ringan, cocok buat ngebuka season sebelum ketegangan mulai naik. Musik pop era 70-an yang dimasukin ke era 80-an bikin nuansa Hawkins terasa makin kaya, seakan nunjukkin kalau tiap karakter punya dunia musiknya sendiri yang bikin cerita terasa lebih personal.
2. “I Think We’re Alone Now” – Tiffany

Kalau tadi kita ngebahas vibe ceria dari Robin, sekarang kita geser ke sisi yang lebih halus tapi nyeremin lewat cara Soundtrack Stranger Things memainkan ilusi dan kenyataan. Lagu Tiffany ini jadi contoh paling jelas gimana musik bisa ngerubah rasa sebuah adegan.
Nostalgia 1987 yang Melekat Banget
Lagu versi Tiffany rilis tepat di 1987, tahun yang sama dengan timeline Season 5. Ini lagu yang dulu muter di mana-mana, dari radio sampai tur mall yang bikin Tiffany meledak sebagai ikon remaja.
Ketika Soundtrack Stranger Things ini muncul, penonton langsung kelempar ke atmosfer 80-an yang cerah dan polos, pas dengan dunia yang coba dilihat Holly.
Adegan Paling Mengena di Episode 3 (“The Turnbow Trap”)
Begitu scene Holly Wheeler dimulai, semuanya keliatan manis: dia masak kue, muter-muter sambil joget, senyum polos. Tapi kamu tahu kan? Itu cuma ilusi.
Vecna ngasih kaset dan tape player biar Holly tetap tenang, padahal ia sedang disekap di Creel house. Musik ceria itu jadi topeng yang menutupi situasi yang sangat gak aman.
Makna Lirik yang Makin Menggigit
Lagu ini awalnya terasa ringan, tapi lirik seperti “There doesn’t seem to be anyone around” berubah jadi peringatan halus tentang kesendirian Holly di tempat berbahaya.
Stranger Things tahu cara ngebalik lagu pop manis jadi sesuatu yang bikin jantung kamu deg-degan karena maknanya terasa jauh lebih gelap.
3. “Fernando” – ABBA

Kita lanjut ke momen yang paling dramatis di Soundtrack Stranger Things. Kalau dua lagu sebelumnya main di wilayah ceria dan ilusi, “Fernando” datang sebagai penanda kekacauan yang terasa megah dan emosional.
Lagu Legendaris yang Bertransformasi di Hawkins
“Fernando” dirilis tahun 1976, tapi sentuhannya tetap kuat ketika dibawa masuk ke setting 1987. Lagu ini sering dipakai di pop culture untuk momen besar, dan saat muncul di Season 5, rasanya kayak lagu ini dilahirkan ulang. Nuansa nostalgia yang lebar dan melodinya yang megah bikin scene langsung naik level.
Adegan Epik di Episode 2 (“The Vanishing of Holly Wheeler”)
Begitu Demogorgon menerobos rumah Wheeler, “Fernando” mulai mengalun. Bayangin: musik dramatis ABBA ketemu teror brutal yang tiba-tiba.
Kontrasnya bikin adegan makin nancep. Karen dan Holly berusaha bertahan hidup, dan lagu ini jadi pengantar mood Karen yang selama ini sering dapet treatment musik yang unik di series ini.
Koneksi Lirik dengan Plot Season 5
Lirik “Fernando” yang cerita soal pertempuran masa lalu terasa pas banget dengan kondisi Hawkins yang kayak lagi menuju pertarungan terakhir.
Ada rasa heroik yang pahit, seolah lagu ini membungkus momen besar yang lagi terjadi, dan mempersiapkan kamu buat babak perang selanjutnya.
4. “Mr. Sandman” – The Chordettes

Ini lagu kesannya manis, tapi di Soundtrack Stranger Things justru bisa bikin bulu kuduk meremang. “Mr. Sandman” hadir sebagai pengingat bahwa lagu jadul kadang punya sisi lain ketika ditempatkan di tengah kekacauan Hawkins.
Golden Oldies yang Jadi Nuansa Horor Baru
Lagu ini lahir dari era 1950-an, doo-wop klasik yang identiknya lembut dan dreamy. Ketika dibawa ke setting 1987, kesannya langsung ngasih shorthand nostalgia kayak “Sh-Boom”.
Suaranya yang polos bikin dunia Hawkins terasa makin retro, tapi vibe itu berubah jadi ganjil begitu masuk ke chapter yang mulai gelap.
Muncul di Episode 2 dan Fungsinya di Season 5
“Mr. Sandman” muncul di Episode 2 The Vanishing of Holly Wheeler. Meski detail adegan nggak dijelasin mendalam, kehadirannya ngasih tone yang penting: ironi.
Lagu yang harusnya manis terasa ngeri ketika dipakai di tengah misteri dan ancaman. Musik ini bantu ngebangun suasana season 5 yang makin suram, sambil tetap ngejaga sentuhan nostalgia khas Stranger Things yang kamu udah kenal sejak lama.
Bagaimana Soundtrack Stranger Things jadi “Reborn”?
Sebelum kita nutup playlist nostalgia ini, ada satu benang merah yang bikin Soundtrack Stranger Things selalu nempel di kepala: cara mereka ngolah lagu-lagu lama sampai terasa hidup lagi, bahkan berubah makna. Menurut sudut pandang Lemo Blue, mereka tuh mau…
1. Mau Bikin Emotional Mismatch agar Adegan Makin Nendang
Seri ini sering ngasih musik yang ceria di tengah adegan chaos. Kontras seperti ini bikin momen horror terasa dua kali lebih kuat. Contohnya, “Fernando” dan “I Think We’re Alone Now” jadi pemicu ketegangan karena suasana lagu beda jauh dari apa yang terjadi di layar.
2. Mau Bikin Lagu Lama Jadi Viral Lagi
Setiap season, satu atau dua Soundtrack Stranger Things mendadak naik ke puncak trending. Bukan kebetulan, karena musik dipasang bukan sebagai pengisi, tapi sebagai bagian cerita.
Begitu lagu itu muncul, vibe 80-an langsung kebuka, dan penonton ikut terseret ke moodnya.
Kamu pasti ingat gimana lagu “Running Up That Hill” meledak lagi gara-gara Max. Ceritanya makin emosional karena musiknya nggak cuma nempel di adegan, tapi jadi simbol perjuangan karakter.
Dari situ kelihatan kalau serial ini paham banget cara bikin lagu lama terasa relevan.
3. Mau Lanjutin Tradisi
Season terbaru ngejaga pola yang sama. Lagu-lagu 50-an sampai 80-an dipilih untuk ngegambarin karakter atau nambah lapisan makna.
“Rockin’ Robin” jadi identitas Robin, sementara lagu lain berubah jadi elemen naratif yang bikin dunia Hawkins makin hidup—and sometimes, makin ngeri.
Dengan cara ini, setiap trek di Soundtrack Stranger Things terasa kayak dilahirkan ulang, siap dikenalin lagi ke generasi baru LemoList! yang mungkin belum pernah dengar versi aslinya.
Musik yang Nggak Cuma Didengar, Tapi Dirasakan
Setiap Soundtrack Stranger Things bukan sekadar tempelan nostalgia. Musiknya jadi jembatan emosi, penguat cerita, dan alat untuk ngasih napas baru ke lagu-lagu lawas.
Dari “Rockin’ Robin” sampai “Mr. Sandman,” semuanya punya peran yang bikin dunia Hawkins terasa lebih hidup, lebih tegang, dan kadang lebih menyentuh. Kamu bisa ngerasain sendiri gimana tiap trek punya makna yang berubah begitu masuk ke drama dan bahaya yang ngejar para karakter.
Kalau kamu masih penasaran dan pengin eksplor lebih jauh soal vibe lagu-lagu ikonik kayak gini, Lemo Blue siap nemenin kamu. Yuk lanjut baca berita musik terbaru dan temuin soundtrack lain yang mungkin bakal jadi favorit barumu!

