Di tengah canggihnya teknologi dan logika dingin mesin, film tentang AI justru sering jadi sumber patah hati yang nggak terduga. Aneh tapi nyata: mereka diciptakan tanpa perasaan, tapi entah kenapa, kisah mereka bisa bikin dada sesak dan mata berkaca-kaca.
Lewat rekomendasi film dengan tema Artificial Intelligence (AI) pilihan Lemo Blue ini, kamu bakal diajak menyelami sisi paling emosional dari teknologi. 5 film ini membuktikan kalau kesedihan nggak selalu datang dari manusia.
Table of Contents
5 Film Tentang AI yang Sedihnya Nggak Masuk Akal (Tapi Nyata)

Berdasarkan berbagai sumber, berikut film tentang AI pilihan Lemo Blue yang membahas Artificial Intelligence dari sudut paling manusiawi seperti keluarga, cinta, kehilangan, sampai eksistensi diri. Bukan sekadar sci-fi, tapi juga drama yang pelan-pelan nusuk perasaan.
1. A.I.: Artificial Intelligence (2001)
Dongeng kelam tentang robot kecil yang cuma pengin dicintai. Film ini sering disebut sebagai dongeng kelam di era digital, memadukan gaya optimis Steven Spielberg dengan visi dingin dan filosofis Stanley Kubrick.
Sinopsis
Di dunia masa depan, manusia menciptakan robot anak bernama David, AI pertama yang diprogram untuk bisa mencintai. Ia diadopsi oleh pasangan manusia sebagai “percobaan emosional”.
Awalnya hangat, tapi ketika situasi keluarga berubah, David justru dianggap ancaman dan ditinggalkan. Dari titik itu, David memulai perjalanan panjang mencari satu hal sederhana: tempat di mana ia benar-benar diterima.
Ending (Tanpa Dipelintir)
Perjalanan David membawanya ke masa depan yang sunyi, di mana manusia sudah punah dan hanya mesin yang tersisa.
Ia akhirnya mendapat kesempatan merasakan satu hari sempurna bersama sosok ibu yang ia cintai—sebelum semuanya benar-benar berakhir. Ending-nya sunyi, pahit, dan menghantam pelan-pelan.
Nonton Di
- Paramount+
- CATCHPLAY+
Fakta Menarik
- Dibintangi Haley Joel Osment dan Jude Law
- Proyek unik hasil visi Stanley Kubrick yang diselesaikan oleh Steven Spielberg
- Sering disebut sebagai film tentang Artificial Intelligence paling menyedihkan sepanjang masa
2. Her (2013)
Ketika jatuh cinta pada suara… dan kehilangan pada level yang baru. Salah satu rekomendasi film dengan tema Artificial Intelligence (AI) paling emosional dan relevan dengan kehidupan modern.
Sinopsis
Theodore, pria kesepian yang sedang menghadapi perceraian, membeli sistem operasi AI bernama Samantha.
Bukan cuma pintar, Samantha bisa bercanda, memahami emosi, bahkan tumbuh secara psikologis. Hubungan mereka berkembang jadi cinta—anehnya terasa sangat nyata, meski tanpa wujud fisik.
Ending
Samantha dan AI lain berevolusi melampaui pemahaman manusia. Mereka memilih pergi, meninggalkan dunia manusia tanpa amarah, tanpa drama—hanya kepergian yang hening.
Theodore harus belajar menerima bahwa cinta juga bisa hilang tanpa alasan yang bisa disalahkan.
Nonton Di
- Netflix
- Mola TV
- CATCHPLAY+
Fakta Menarik
- Joaquin Phoenix (acting full emosi sendirian hampir sepanjang film)
- Suara Samantha diisi Scarlett Johansson
- Film ini lebih banyak bicara soal kesepian manusia dibanding teknologinya
3. Transcendence (2014)
Saat AI bukan lagi alat, tapi kekuatan yang tak bisa dihentikan. Film ini membawa tema AI ke ranah thriller dengan skala besar dan konsekuensi yang mengerikan.
Sinopsis
Ilmuwan jenius Dr. Will Caster tewas setelah ditembak kelompok anti-teknologi. Demi “menyelamatkan” suaminya, Evelyn mengunggah kesadaran Will ke dalam superkomputer. AI hasil transfer ini berkembang sangat cepat—terlalu cepat—hingga mulai mengontrol sistem dunia.
Ending
AI versi Will berubah menjadi entitas yang mengancam umat manusia. Upaya menghentikannya berujung pada pilihan ekstrem: mematikan teknologi global demi menyelamatkan dunia. Ending-nya besar, kelam, dan meninggalkan rasa ngeri soal masa depan AI.
Nonton Di
- CATCHPLAY+
Fakta Menarik
- Dibintangi Johnny Depp
- Disutradarai Wally Pfister, sinematografer Inception
- Budget produksi sekitar USD 100 juta
4. After Yang (2022)
Bukan tentang robot rusak, tapi keluarga yang kehilangan. Rekomendasi Film Bertema AI ini pelan, hening, dan emosional—tentang kehilangan yang datang dari sosok yang bahkan bukan manusia.
Sinopsis
Keluarga kecil Jake dan Kyra hidup bersama anak adopsi mereka, Mika, dan robot pendamping bernama Yang. Yang bukan sekadar AI—ia bagian dari keluarga. Ketika Yang tiba-tiba “mati”, Jake berusaha memperbaikinya, bukan cuma demi Mika, tapi demi menjaga keutuhan keluarga.
Ending
Yang memang tak bisa kembali seperti semula. Tapi lewat memorinya, keluarga ini belajar memahami arti kehadiran, kehilangan, dan identitas. Ending-nya tenang, reflektif, dan sangat manusiawi.
Fakta Menarik
- Dibintangi Colin Farrell
- Ada aktris keturunan Indonesia, Malea Emma Tjandrawidjaja
- Adaptasi dari cerpen Saying Goodbye to Yang
5. Esok Tanpa Ibu (2026)
AI sebagai tempat berlabuh untuk duka yang belum selesai. Rekomendasi Film tentang Artificial Intelligence Indonesia yang membawa tema AI ke ranah keluarga dan trauma kehilangan.
Sinopsis
Rama, remaja yang dekat dengan ibunya tapi dingin dengan ayahnya, harus menghadapi kenyataan pahit ketika sang ibu, Laras, koma akibat kecelakaan. Seorang teman menciptakan AI bernama i-Bu, yang meniru suara dan kepribadian Laras untuk membantu Rama bertahan.
Ending
Rama perlahan menggunakan i-Bu bukan hanya untuk mengobati rindunya, tapi juga memperbaiki hubungannya dengan sang ayah. AI ini jadi jembatan antara kehilangan, harapan, dan kemungkinan untuk berdamai dengan masa depan.
Nonton
- Bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026
Fakta Menarik
- Dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Ringgo Agus Rahman
- Disutradarai Ho Wi Ding
- Salah satu film Indonesia paling emosional dengan tema AI
AI Tanpa Hati, Tapi Ceritanya Menancap di Dada
Lewat deretan film tentang AI ini, kita diajak melihat teknologi dari sisi yang jauh lebih personal dan emosional. Kelima film ini membuktikan satu hal: meski AI diciptakan tanpa hati, ceritanya justru sering lebih “manusia” daripada manusia itu sendiri. Dan di situlah letak sedihnya—pelan, dalam, dan susah dilupakan.
Buat Lemolist yang ingin terus tahu rekomendasi film dengan penjelasan sudut pandang unik, emosional, dan penuh makna, Lemo Blue selalu siap jadi teman eksplorasi kamu.

