Rekap Money Heist Season 5 (2021): volume 1 dan 2

Rekap Money Heist Season 5 (2021): Pengorbanan & Penghianatan

Money Heist Season 5 jadi penutup epik dari kisah perampokan paling fenomenal di Netflix, dan pastinya kamu, LemoList!, nggak bisa melewatkan momen ini. Dibagi jadi dua volume—Volume 1 tayang 3 September 2021 dan Volume 2 rilis 3 Desember 2021—season terakhir ini benar-benar mengubah arah cerita. 

Kalau sebelumnya fokusnya adalah perampokan penuh strategi, kali ini semuanya naik level jadi perang terbuka melawan tentara di Bank of Spain. Cerita makin intens, penuh pengkhianatan, kejutan, sampai pengorbanan yang bikin air mata jatuh begitu saja. Nah, yuk kita masuk ke recap lengkapnya!

Awal Perang Money Heist Season 5: Professor Ditangkap, Sierra Jadi Sekutu Tak Terduga

Di awal Money Heist Season 5, situasi langsung tegang

Di awal Money Heist Season 5, situasi langsung tegang. Alicia Sierra akhirnya berhasil melacak persembunyian Professor bersama Benjamin dan Marseille. Dengan pistol terarah ke kepalanya, Sierra seolah jadi lawan paling berbahaya. 

Tapi keadaan berubah drastis ketika Sierra mengalami kontraksi dan air ketubannya pecah. Dalam kondisi genting itu, Professor justru jadi penolongnya untuk melahirkan bayi perempuan bernama Victoria. 

Dari sana, hubungan keduanya mulai bergeser. Sierra yang sebelumnya diburu-buru Tamayo dengan fitnah, akhirnya sadar kalau pemerintah juga mempermainkannya. Ia pun memilih bekerja sama dengan Professor. Dari musuh bebuyutan, mereka bertransformasi jadi sekutu tak terduga.

Setelah ketegangan di luar, yuk kita intip kekacauan besar yang terjadi di dalam Bank of Spain.

Baca Juga, Yah! Rekap Stranger Things Season 4: Awal Perang dengan Vecna!

Volume 1: Kekacauan di Bank of Spain

Kamu pasti setuju, LemoList!, kalau bagian ini jadi salah satu puncak emosional di Money Heist Season 5. Situasi di dalam bank makin kacau, dengan sandera yang mulai memberontak, luka parah di antara anggota geng, sampai pengorbanan besar yang bikin hati hancur.

Arturo Bikin Ulah Lagi

Di tengah semua kekacauan Money Heist Season 5, Arturo Roman kembali jadi biang masalah. Ia berhasil mencuri senjata dan memprovokasi para sandera buat melawan geng. Puncaknya, Arturo bahkan nekat pakai penyembur api untuk menyerang. 

Stockholm terpaksa mengambil keputusan sulit—ia menembak Arturo di dada. Arturo memang selamat dan dibawa ke rumah sakit, tapi aksi itu meninggalkan luka psikologis besar buat Stockholm. Ia dihantui rasa bersalah, mengalami PTSD, bahkan sampai berhalusinasi dan ketergantungan morfin.

Baca Juga, Yah! Rekap Stranger Things Season 3: Misteri Starcourt & Pertempuran Mind Flayer

Ledakan, Luka, dan Pengorbanan

Serangan militer ke bank makin brutal. Ledakan besar membuat kaki Helsinki tertimpa reruntuhan, bikin dia harus bertahan dengan luka serius. Sementara itu, Tokyo, Denver, dan Manila terjebak di dapur tanpa jalan keluar. 

Kondisi makin mencekam ketika Tokyo yang sudah terluka parah sadar tak ada lagi kesempatan lolos. Dalam keputusan paling heroik, ia meledakkan granat yang dipasangnya sendiri. 

Tokyo tewas bersama Gandía dan tim tentara, tapi aksinya memberi kesempatan Denver dan Manila kabur lewat poros elevator. Adegan ini jadi salah satu momen paling emosional—apalagi Rio harus merelakan kepergian cinta sekaligus narator utama cerita.

Flashback Berlin, Rafael, dan Tatiana

Di balik aksi menegangkan, Money Heist Season 5 juga menyelipkan flashback penting. Berlin akhirnya reconnect dengan putranya, Rafael, setelah 20 tahun. Ia mengenalkan Rafael ke “bisnis keluarga”: mencuri. 

Bersama Bogotá, Marseille, dan istrinya yang baru, Tatiana, Berlin mengajarkan filosofi bahwa kalau menginginkan sesuatu, Rafael harus berani merebutnya. Tapi kilas balik ini bukan sekadar bumbu. 

Benih pengkhianatan sudah terlihat sejak Rafael mulai tertarik pada Tatiana. Hubungan rumit mereka nanti jadi titik krusial yang memengaruhi perampokan di Bank of Spain.

Volume 2: Strategi Emas dan Negosiasi Terakhir

Setelah kepergian Tokyo di Volume 1, cerita di Money Heist Season 5 Volume 2 makin penuh drama. Di sinilah otak brilian Professor diuji habis-habisan, karena taruhan sudah bukan lagi sekadar perampokan, tapi masa depan ekonomi Spanyol.

Rencana Gila Mengalirkan Emas

Gang tetap menjalankan rencana ambisius mereka: melelehkan emas jadi kerikil kecil lalu memompanya lewat pipa bawah tanah menuju tangki air badai. Benjamín dan timnya sudah siap di ujung jalur untuk mengubah kembali butiran emas itu menjadi batangan. Awalnya terlihat mulus, tapi ternyata ada kejutan besar menanti.

Twist: Emas Dicuri Rafael & Tatiana

Saat semua fokus pada proses pengiriman, muncul “polisi” yang menyergap tim Professor. Bukan aparat sungguhan, melainkan Rafael—anak Berlin—bersama Tatiana, mantan istri Berlin yang tahu detail rencana. Mereka berhasil mencuri 90 ton emas dan menyembunyikannya di bawah rumah baru. Plot twist ini bikin jalannya cerita benar-benar jungkir balik.

Tentara Menyerbu, Gang Ditangkap

Sementara itu, di dalam Bank of Spain, Arteche—salah satu tentara yang masih hidup—berhasil menonaktifkan bom di pintu masuk. Tentara langsung menyerbu, melucuti Palermo, Helsinki, hingga menangkap seluruh anggota geng. Begitu mendengar kabar ini, Professor pun menyerahkan diri. Pada bagian ini di Money Heist Season 5, rasanya seperti semua rencana sudah runtuh.

Negosiasi Professor vs Tamayo

Ketegangan Money Heist Season 5 memuncak saat Professor harus berhadapan langsung dengan Kolonel Tamayo. Ekonomi Spanyol anjlok gara-gara kabar cadangan emas nasional hilang. Professor lalu mengajukan kesepakatan: kebebasan timnya ditukar dengan emas. 

Karena emas asli sudah dicuri Rafael, ia memainkan kartu terakhirnya—dua truk berisi batangan kuningan berlapis emas. Tamayo tahu itu palsu, tapi demi menyelamatkan negara dari krisis, ia terpaksa mengumumkan ke publik kalau emas sudah “dikembalikan”. Sebuah kebohongan besar yang menyelamatkan semua pihak.

Deal dengan Rafael dan Akhir yang Bahagia

Sementara Tamayo sibuk menjaga citra, Alicia Sierra menunjukkan kecerdasannya dengan menemukan lokasi Rafael dan Tatiana. Berbekal pesan dari Professor, Rafael akhirnya luluh dan memilih berdamai. 

Ia pun sepakat membagi harta emas dengan pamannya. Sebagai penutup, Tamayo menggelar konferensi pers dan mengumumkan kalau geng Dalí sudah tewas dalam baku tembak. 

Faktanya, Professor, Lisbon, Rio, Denver, Stockholm, Manila, Helsinki, Palermo, dan Bogotá justru berhasil keluar hidup-hidup, mendapat identitas baru, dan memulai kehidupan mewah di Portugal bersama emas asli.

Karakter dan Hubungan yang Menonjol

Sebelum benar-benar menutup cerita, Money Heist Season 5 menyorot beberapa dinamika karakter yang bikin emosi penonton campur aduk.

  • Stockholm terus dihantui trauma setelah menembak Arturo, sampai-sampai jatuh ke morfin demi melupakan rasa bersalahnya.
  • Professor & Sierra berubah dari musuh jadi rekan seperjuangan, bahkan hubungan mereka terasa lebih hangat setelah kehilangan Tokyo.
  • Denver, Stockholm, dan Manila terjebak dalam drama cinta segitiga yang justru memecah fokus saat kondisi sudah genting.
  • Flashback Berlin, Rafael, dan Tatiana akhirnya terbukti jadi kunci, menjelaskan kenapa Rafael bisa menyalip rencana besar pamannya.

Ending Explained: Kepuasan atau Dipaksakan?

Apakah ending Money Heist Season 5 terasa memuaskan

Sampai di sini, mungkin kamu bertanya-tanya, “Apakah ending Money Heist Season 5 terasa memuaskan?” Sebagian fans menilai akhir yang bahagia untuk semua anggota geng agak terlalu rapi. 

Namun, ada juga yang menganggap ini penutup paling adil setelah perjalanan panjang penuh kehilangan. Bagaimanapun, serial ini berhasil menutup cerita dengan elegan—menyisakan napas lega untuk penonton sekaligus membuka jalan untuk spin-off Berlin yang sudah tayang di Netflix.

Warisan Money Heist dan Spin-off Berlin

Money Heist Season 5 atau La Casa de Papel telah meninggalkan jejak besar di dunia hiburan, bukan hanya sebagai tontonan penuh aksi, tetapi juga sebagai fenomena budaya global. Lima musimnya membuktikan bahwa serial berbahasa Spanyol bisa menembus pasar internasional dan menjadi ikon Netflix. 

Dari topeng Dalí hingga yel-yel “Bella Ciao”, semua elemen cerita berhasil hidup di luar layar dan membangun basis penggemar yang solid di berbagai negara. Serial ini layak dikenang sebagai salah satu karya televisi paling ikonik yang pernah ada.

Meski cerita utama sudah usai, semesta Money Heist masih berlanjut lewat spin-off Berlin. Kehadiran serial baru ini jadi bukti bahwa pesona karakter Berlin begitu kuat hingga layak mendapat panggung tersendiri. 

Jadi, meskipun kita sudah mengucapkan selamat tinggal pada tim Dalí, semangat perlawanan, drama, dan strategi brilian masih bisa dinikmati dalam petualangan baru. 

Nah, kalau kamu ingin terus update cerita musik dan film seru lainnya, jangan lupa eksplor lebih banyak artikel di Lemo Blue ya, LemoList!