Love from 9 to 5 datang sebagai serial komedi romantis kantor yang langsung mengajak LemoList! masuk ke dunia kerja penuh ambisi dan konflik personal. Dirilis di Netflix pada 1 Januari 2026, serial asal Meksiko ini dibuat oleh Carolina Rivera dan hadir dengan 8 episode berdurasi sekitar 35 menit per episode.
Ceritanya berangkat dari persaingan profesional di sebuah perusahaan besar, di mana karier, ego, dan perasaan saling bertabrakan.
Dengan balutan komedi dan romansa berbahasa Spanyol, Love from 9 to 5 menyuguhkan kisah ringan tapi relevan tentang dunia kerja modern—tempat cinta sering muncul justru saat semua orang sibuk mengejar posisi.
Sinopsis Love from 9 to 5
Semuanya berawal dari satu tujuan yang sama: kursi CEO. Di love from 9 to 5, kamu diajak mengikuti rivalitas sengit antara seorang karyawan berprestasi yang membangun karier dari nol dan putra karismatik pemilik perusahaan pakaian dalam ternama.
Setiap langkah di kantor terasa seperti pertandingan hidup-mati, penuh strategi dan tekanan reputasi. Masalahnya, persaingan profesional ini keburu retak saat sebuah hubungan romantis tak terduga muncul, diperparah oleh masa lalu yang diam-diam mengikat mereka.
Ambisi karier, konflik kepentingan, dan perasaan pribadi akhirnya saling berbenturan, membuat garis antara pekerjaan dan cinta semakin sulit dibedakan.
Baca Juga, Yah! Rekap Pluribus: Tak Ada Perang, Tak Ada Ribut— “Hanya Senyum yang Salah?”
Rekap Love from 9 to 5 Season 1

Masuk ke bagian ini, ritme ceritanya makin terasa padat. Love from 9 to 5 tidak ngebut, tapi konsisten membangun konflik dari episode ke episode, sampai persaingan terasa personal.
Persaingan yang Dimulai dari Meja Kerja
Sejak awal, kamu langsung diseret ke rivalitas antara Graciela dan Mateo. Graciela berdiri dengan rekam jejak dan kerja keras yang ia bangun sendiri, sementara Mateo datang dengan nama besar keluarga dan posisi yang sudah menguntungkan.
Delapan episode ini menyorot benturan meritokrasi dan privilege secara frontal, tanpa basa-basi. Setiap presentasi, keputusan, dan sindiran kecil di kantor jadi alat pembuktian siapa yang benar-benar layak.
Ketegangan, Humor, dan Politik Kantor
Di tengah tensi itu, serial ini tetap ringan. Humor kantor muncul lewat dinamika rekan kerja yang punya cara bertahan masing-masing—ada yang memilih diam, ada yang setia pada atasan, ada juga yang lihai membaca arah angin.
Love from 9 to 5 menggambarkan politik kantor apa adanya, lengkap dengan relasi kuasa dan dilema etika yang muncul saat urusan profesional mulai bercampur dengan kepentingan pribadi.
Ketika Perasaan Mulai Mengacaukan Strategi
Masalah makin rumit saat hubungan Graciela dan Mateo bergerak ke ranah emosional. Romansa yang tidak direncanakan ini perlahan mengganggu fokus dan keputusan mereka.
Di sinilah konflik batin muncul: tetap mengejar ambisi atau jujur pada perasaan sendiri. Sepanjang season, kamu bisa melihat bagaimana cinta justru menjadi ujian paling sulit di tengah kompetisi yang sudah panas sejak awal.
Penjelasan Ending Love from 9 to 5

Menuju episode terakhir, semua konflik akhirnya dipaksa bertemu di satu ruangan: ruang rapat penentuan CEO. Love from 9 to 5 menutup season ini tanpa drama berlebihan, tapi dengan keputusan yang terasa matang.
Presentasi Terakhir dan Titik Balik Mateo
Di episode final berjudul Classic Diva, presentasi dewan jadi panggung terakhir persaingan. Graciela tampil dengan visi realistis yang lahir dari pengalaman lapangan, sementara Mateo datang dengan beban kesadaran baru.
Mateo memilih berhenti bermain aman. Ia mengakui keunggulan yang ia dapat bukan dari usaha sendiri dan memutuskan mundur dari perebutan jabatan. Keputusan ini jadi momen penting ketika ia memilih jujur demi menemukan jati diri.
Graciela Menjadi CEO
Hasilnya jelas. Graciela ditunjuk sebagai CEO. Kemenangannya bukan soal mengalahkan Mateo, tapi pengakuan atas konsistensi, kompetensi, dan integritas yang ia jaga sejak awal. Ending ini menegaskan pesan utama love from 9 to 5: sistem bisa timpang, tapi kerja nyata tetap punya tempat untuk menang.
Akhir Rivalitas, Awal Hubungan Baru
Menariknya, rivalitas itu tidak berakhir dengan dendam. Mateo memberi selamat tanpa nada pahit, dan mereka memilih bertemu kembali di luar jam kantor.
Tidak ada lagi hierarki, tidak ada persaingan. Serial ini menutup cerita dengan isyarat sederhana bahwa hubungan mereka hanya bisa berjalan sehat saat ambisi profesional tidak lagi berdiri di tengah-tengahnya.
Daftar Pemain Love from 9 to 5

Sebelum kamu mengaitkan ceritanya lebih jauh, kenalan dulu dengan wajah-wajah yang menghidupkan konflik dan dinamika di love from 9 to 5.
- Ana González Bello sebagai Graciela (Valeria)
- Diego Klein sebagai Mateo (Santiago)
- Sidney Robote sebagai Joel
- Martha Reyes Arias sebagai Isabella (Isabella Arroyo)
- Luciano Vittori sebagai Mesero Nobu
- Don Enrique sebagai ayah sekaligus pemilik perusahaan
- Larissa sebagai rekan kantor
- Mariel sebagai staf perusahaan
- Pedro sebagai karyawan kantor
- Regina sebagai anggota tim internal
- Bere sebagai staf pendukung perusahaan
Love from 9 to 5: Saat Karier dan Cinta Harus Memilih Jalan
Di akhir ceritanya, Love from 9 to 5 menutup season dengan pesan yang terasa dekat dengan realita kerja modern. Persaingan, privilege, dan ambisi digambarkan apa adanya, lalu dipatahkan oleh pilihan personal yang jujur dan dewasa.
Serial ini tidak menjanjikan akhir yang bombastis, tapi memberikan penutup yang rapi tentang bagaimana integritas dan konsistensi tetap punya ruang untuk menang, bahkan di sistem yang tidak selalu adil.
Buat Lemolist yang menikmati cerita seperti ini, Love from 9 to 5 bisa jadi pengingat bahwa konflik kantor sering kali lebih emosional daripada profesional.
Kalau kamu suka membaca rekap series yang membedah cerita, karakter, dan ending, masih banyak bahasan menarik lain yang bisa kamu jelajahi langsung di Lemo Blue!.

