Land of Sin membuka ceritanya dengan sunyi khas Nordic noir yang pelan tapi menghantui. Lemolist, serial limited asal Swedia ini resmi tayang pada 2 Januari 2026 dengan format lima episode, masing-masing berdurasi sekitar 39–46 menit.
Digarap penuh oleh Peter Grönlund sebagai kreator, sutradara, sekaligus penulis, Land of Sin membawa kamu ke Bjäre Peninsula, pedesaan Skåne yang terlihat tenang di permukaan.
Tapi di balik ladang dan danau yang dingin itu, tersimpan konflik keluarga, dosa lama, dan kejahatan yang tumbuh dari akar yang sama. Inilah crime drama yang tak hanya bicara soal pembunuhan, tapi juga warisan luka.
Table of Contents
Land of Sin Tentang Apa?

Sinopsis Land of Sin berpusat pada Dani Anttila, seorang detektif yang kembali ke komunitas pertanian kecil untuk menyelidiki hilangnya remaja bernama Silas.
Kasus ini terasa personal sejak awal—Dani pernah menjadi ibu asuh Silas, sementara putranya yang terasing, Oliver, adalah sahabat terdekat korban.
Ketika Silas ditemukan tewas, penyelidikan Dani berubah menjadi perjalanan emosional yang membuka luka lama, baik sebagai aparat hukum maupun sebagai ibu.
Seiring penyelidikan berjalan, series Land of Sin menceritakan tentang konflik lama dua bersaudara, Ivar dan Elis, yang bertikai soal tanah warisan dan hibah pemerintah.
Perseteruan ini membelah keluarga, meracuni relasi sosial, dan membentuk atmosfer desa yang penuh dendam terpendam. Kejahatan yang terjadi bukan berdiri sendiri, tapi tumbuh dari sejarah gelap komunitas yang selama ini dibiarkan membusuk.
Rekap Land of Sin Season 1
Sebelum menarik benang merahnya, mari lihat bagaimana tiap konflik dibuka perlahan dan saling menumpuk sepanjang season.
Episode Awal — Hilangnya Silas dan Tuduhan ke Oliver
Cerita dimulai saat Ivar, petani yang sekarat, meminta Dani Anttila mencari putranya yang hilang, Silas. Tak lama setelah Dani datang bersama partner barunya, Malik, tubuh Silas ditemukan di danau dengan tanda kekerasan.
Arah kasus langsung berubah ketika DNA Oliver—anak Dani—ditemukan di bawah kuku korban. Demi prosedur hukum, Dani menahan perasaan dan menangkap putranya sendiri.
Di titik ini, series Land of Sin menceritakan tentang benturan paling tajam antara tugas dan ikatan darah.
Petunjuk Palsu dan Kekerasan yang Salah Sasaran
Penyelidikan lalu melebar ke berbagai arah. Silas diketahui memeras seorang pandai besi dan terlilit utang dengan bandar narkoba bernama Jarven.
Ketegangan makin brutal saat Elis, paman Silas, memilih jalan kekerasan dan menghajar Jarven demi balas dendam. Semua petunjuk ini terasa meyakinkan, tapi perlahan terbukti hanya mengaburkan inti masalah.
Akar Masalah: Tanah Synden dan Dendam Turun-Temurun
Fokus cerita akhirnya kembali ke konflik lama keluarga. Tanah Synden yang menghasilkan hibah besar menjadi sumber iri dan kebencian antara Ivar dan Elis selama puluhan tahun. Ketimpangan hidup dua saudara ini merembet ke generasi berikutnya.
Saat Silas menekan Katty demi uang, ia memicu rangkaian peristiwa fatal. Di sinilah kesimpulan cerita Land of Sin mulai terlihat: kejahatan lahir dari dendam yang dibiarkan tumbuh tanpa pernah diselesaikan.
Baca Juga, Yah! Rekap Love From 9 to 5: “Bukan Kisah CEO dan Y/N”
Penjelasan Ending Land of Sin — Siapa yang Membunuh Silas?

Sebelum semua kepingan ditutup rapat, cerita membawa kita ke satu malam yang menentukan nasib banyak orang.
Pembunuh Sebenarnya: Jon dan Ledakan Amarah
Lemolist, ending Land of Sin mengungkap fakta pahit: Jon, anak sulung Elis, adalah pembunuh Silas. Di sebuah konfrontasi di tepi pantai, Silas melontarkan hinaan ke Harald, adik Jon yang memiliki disabilitas intelektual.
Emosi Jon meledak tanpa kendali. Dalam hitungan detik, amarah berubah jadi tindakan fatal, dan Silas tenggelam. Bukan rencana, tapi satu momen yang menghancurkan segalanya.
Katty dan Upaya Mengorbankan Anak Sendiri
Di balik tragedi itu, Katty bergerak cepat. Demi menjaga tanah dan masa depan keluarga, ia menyusun penutup kejahatan dengan dingin.
Harald yang tak bersalah hampir dijadikan kambing hitam, karena bagi Katty, Jon adalah satu-satunya harapan menjaga ladang Synden tetap hidup. Moral runtuh, digantikan obsesi pada warisan.
Pengakuan Palsu Elis dan Pilihan Sunyi Dani
Puncak akhir cerita Land of Sin terjadi di rawa tanah Synden. Elis mengaku sebagai pembunuh Silas di hadapan Kimmen, kakak Silas yang diliputi dendam. Pengakuan itu berakhir dengan kematian Elis.
Dani memilih membiarkan kebohongan tercatat resmi, melindungi Harald dan memberi Jon kesempatan hidup baru. Katty tewas diamuk massa, Oliver bebas, dan Dani pulang ke peternakan lebahnya—dengan beban keputusan yang tak ringan.
Makna Ending Land of Sin
Setelah peluru terakhir dilepaskan, yang tersisa adalah pertanyaan tentang kebenaran dan harga yang harus dibayar.
Dani memilih mengurangi kerusakan, bukan mengejar kebenaran mentah. Sebagai polisi dan ibu, ia menilai ada nyawa yang lebih perlu diselamatkan dari siklus kekerasan berikutnya.
Kematian Katty menegaskan satu hal: dosa lama yang mengendap akhirnya ditagih komunitas itu sendiri. Seperti pohon busuk di tengah desa, akar masalahnya sudah lama mati—dan saat tumbang, semua yang berada di bawahnya ikut tertimpa.
Baca Juga, Yah! Rekap Stranger Things 5 Volume 2: Oke, Ini Gila Sih…
Pemeran Land of Sin

Lemolist, berikut pemeran Land of Sin yang membawa setiap emosi, amarah, dan luka keluarga terasa nyata di layar:
- Krista Kosonen sebagai Dani Anttila
- Mohammed Nour Oklah sebagai Malik
- Peter Gantman sebagai Elis
- Alexander Persson sebagai Silas
- Mats Mårtensson sebagai Ivar
- Ceasar Matijasevic sebagai Oliver
- Lisa Lindgren sebagai Katty
Dosa yang Tak Pernah Benar-Benar Dikubur
Pada akhirnya Land of Sin menutup ceritanya dengan pahit yang terasa jujur. Serial ini tidak menawarkan keadilan yang rapi, tapi menunjukkan bagaimana luka lama, keserakahan, dan konflik keluarga bisa membentuk tragedi lintas generasi.
Dari sudut pandang Dani, kita diajak memahami bahwa kebenaran kadang bukan soal hitam dan putih, melainkan pilihan paling manusiawi di tengah kerusakan yang sudah terlanjur terjadi.
Sebagai rekap series, Land of Sin berhasil meninggalkan kesan mendalam lewat atmosfer Nordic noir yang sunyi, konflik personal yang intens, dan ending yang berani.
Kalau kamu masih haus cerita-cerita series dengan konflik kuat dan pembahasan ending yang tajam, jangan berhenti di sini. Yuk, lanjutkan eksplorasi rekap series lainnya dan temukan lebih banyak kisah menarik bareng kami di Lemo Blue.

