Pasar Setan adalah film horor Indonesia 2024 dengan pengalaman berbeda lewat kombinasi found footage, dan alur cerita non-linear. Film ini mengangkat mitos Pasar Setan yang dikenal di kalangan pendaki, lalu menghubungkannya dengan obsesi akan popularitas di era digital.
Dibintangi Audi Marissa, Roy Sungkono, Shindy Huang, Pangeran Lantang, dan Agni Pratistha, Pasar Setan menyajikan misteri yang perlahan terungkap melalui potongan-potongan rekaman yang saling terhubung.
Table of Contents
Film Pasar Setan Tentang Apa?
Pasar Setan menceritakan tentang empat YouTuber horor (Tamara, Kevin, Yunus, dan Caca) yang nekat mencari Pasar Setan, sebuah lokasi mistis legendaris di Gunung Salak, demi mendapatkan konten viral.
Setelah Tamara ketahuan memalsukan penampakan hantu hingga kariernya hancur, mereka berusaha memulihkan reputasi sekaligus meraih keuntungan dari konten baru. Namun ambisi tersebut membawa mereka melakukan ritual pemanggilan Nyi Salimah, penguasa Pasar Setan.
Alih-alih mendapatkan bukti supranatural yang diinginkan, mereka justru terjebak dalam teror makhluk gaib yang mengancam nyawa. Di balik kisah horornya, film ini juga menyindir budaya konten digital yang mengutamakan popularitas dan cuan di atas keselamatan serta etika.
Penjelasan Ending Pasar Setan: Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tamara?

Menjelang akhir film, Pasar Setan memperlihatkan bahwa semua kejadian yang kita lihat sebenarnya disusun dari rekaman-rekaman yang ditemukan polisi. Karena alurnya maju-mundur, banyak informasi penting baru terungkap menjelang penutup cerita.
Potongan-potongan rekaman tersebut perlahan menunjukkan bahwa tragedi yang menimpa kelompok YouTuber itu bukan sekadar akibat mereka memasuki wilayah terlarang. Ada hubungan yang jauh lebih dalam antara Tamara dan sosok mistis bernama Nyi Salimah.
Tamara Punya Kaitan dengan Nyi Salimah
Salah satu twist film ini adalah terungkapnya hubungan antara Tamara dan Nyi Salimah.
Nama belakang Tamara adalah "Tiwu", yang dalam bahasa Sunda memiliki kaitan dengan tebu. Detail ini bukan kebetulan. Dalam legenda Nyi Salimah, tebu menjadi simbol penting karena tragedi masa lalunya berawal dari pengkhianatan dalam bisnis gula milik keluarganya.
Sejak awal film, Tamara juga terlihat membawa bunga tebu yang diberikan seorang warga misterius.
Awalnya benda itu tampak tidak penting, tetapi pada akhirnya penonton mengetahui bahwa bunga tebu tersebut merupakan bagian dari ritual untuk menghubungkan seseorang dengan Nyi Salimah.
Dengan kata lain, hubungan Tamara dengan Nyi Salimah mungkin sudah terbentuk bahkan sebelum perjalanan ke Pasar Setan dimulai.
Tamara Tanpa Sadar Memulai Sebuah Perjanjian
Menurut kepercayaan yang dijelaskan dalam film, hanya ada satu cara untuk memanggil Nyi Salimah, yaitu melalui "transaksi tebu".
Masalahnya, transaksi ini bukan seperti ritual biasa yang bisa dihentikan kapan saja. Begitu seseorang memulainya, proses tersebut tidak dapat dibatalkan.
Inilah alasan mengapa teror yang dialami kelompok Tamara terus memburuk. Mereka tidak hanya memasuki wilayah angker, tetapi juga sudah terikat dalam perjanjian supernatural yang menuntut harga tertentu.
Harga yang Harus Dibayar Adalah Tumbal
Film memberi banyak petunjuk bahwa setiap transaksi dengan Nyi Salimah membutuhkan pengorbanan.
Karena itu muncul pertanyaan besar di akhir cerita: apakah teman-teman Tamara memang menjadi korban secara kebetulan, atau mereka sengaja dijadikan tumbal?
Pasar Setan tidak pernah memberikan jawaban secara eksplisit. Namun berbagai petunjuk mengarah pada kemungkinan bahwa Tamara mengetahui lebih banyak daripada yang ia tunjukkan kepada teman-temannya.
Apakah Tamara Sengaja Mengorbankan Teman-Temannya?
Sepanjang film, Tamara memiliki motivasi paling kuat dibanding anggota tim lainnya.
Kariernya hancur setelah ketahuan memalsukan konten horor. Reputasinya rusak, uang endorsement harus dikembalikan, dan masa depannya sebagai kreator konten berada di ujung tanduk.
Karena itu, Tamara bersedia melakukan apa pun demi mendapatkan kesempatan kedua.
Ketika satu per satu anggota tim mengalami nasib tragis, film seolah memberi sinyal bahwa mereka bisa saja merupakan bagian dari harga yang harus dibayar dalam transaksi dengan Nyi Salimah.
Meski tidak pernah dikonfirmasi secara langsung, kemungkinan inilah yang membuat ending film terasa jauh lebih gelap daripada sekadar cerita tentang hantu.
Tamara Berhasil Selamat, Tetapi Tidak Benar-Benar Bebas
Setelah ditemukan polisi, Tamara menjadi satu-satunya anggota kelompok yang masih hidup. Ia kemudian berada di bawah pengawasan Abah Agung, tokoh yang memahami sejarah Pasar Setan dan bahaya Nyi Salimah.
Namun Tamara berhasil melarikan diri.
Sekilas adegan ini terlihat seperti akhir yang bahagia karena sang protagonis akhirnya berhasil keluar dari mimpi buruk yang dialaminya.
Sayangnya, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.
Nyi Salimah Ternyata Ikut Naik ke Dalam Bus
Dalam adegan terakhir, Tamara terlihat menaiki sebuah bus untuk meninggalkan daerah tersebut.
Namun sesaat kemudian, penonton diperlihatkan bahwa Nyi Salimah berada di dalam bus yang sama.
Momen ini menjadi pengungkapan paling menyeramkan dalam film. Artinya, kutukan tersebut tidak tertinggal di Pasar Setan. Nyi Salimah kini ikut pergi bersama Tamara.
Sutradara bahkan mengisyaratkan bahwa mereka sedang menuju tempat lain untuk menyebarkan teror yang lebih besar.
Dengan kata lain, cerita sebenarnya belum berakhir.
Review Ending Pasar Setan: Tamara Menjadi Bagian dari Kutukan
Simbol tebu terus muncul sepanjang film karena mewakili sesuatu yang manis dan menggoda.
Dalam konteks cerita, tebu melambangkan popularitas, ketenaran, dan uang yang dikejar para kreator konten.
Awalnya semua terlihat menguntungkan. Namun seperti kecanduan, keinginan untuk terus mendapatkan perhatian membuat mereka rela melanggar batas moral dan keselamatan.
Pada akhirnya, "manisnya" popularitas justru menghancurkan mereka.
Dari sudut pandang Lemo Blue, di balik kisah horornya, Pasar Setan sebenarnya menyampaikan kritik sosial yang cukup tajam.
Film ini menunjukkan bagaimana sebagian kreator konten rela mengabaikan budaya lokal, mitos setempat, bahkan keselamatan diri sendiri demi mendapatkan views dan adsense.
Abah Agung mewakili suara kearifan lokal yang terus memperingatkan mereka, tetapi peringatan tersebut diabaikan karena dianggap menghalangi konten.
Tragedi yang terjadi kemudian menjadi konsekuensi dari keserakahan tersebut.
Pasar Setan Bukan Sekadar Film Horor tentang Hantu
Pasar Setan menunjukkan bahwa bahaya terbesar bukan selalu berasal dari makhluk supernatural, melainkan dari keputusan manusia yang rela mengorbankan moralitas demi ketenaran.
Jika kamu menyukai pembahasan penjelasan ending film yang rumit, teori tersembunyi, hingga rekomendasi film Netflix yang viral, jadul, box office, dan underrated, yuk jelajahi Lemo Blue!

