West Coast selalu punya pesona tersendiri. Lagu ini jadi bukti kalau Lana Del Rey memang piawai meramu musik yang bikin telinga klepek-klepek.
Berakar dari jazz, dia menggabungkan nuansa lembut itu dengan vibe West Coast ala Eagles dan Beach Boys, sambil menyelipkan sentuhan rock klasik ’70-an.
Versi demo “West Coast” terdengar beda jauh sebelum bertemu Dan Auerbach, yang membuatnya lebih minimalis tapi tetap memikat.
Drum, gitar, dan synth ala theremin menciptakan suasana magis, sementara tempo yang berganti-ganti—dari cepat ke lambat—mewakili emosi gila sang penyanyi. Rasanya, kamu seperti diajak naik rollercoaster perasaan di tepi pantai California.
Table of Contents
Makna Lagu West Coast Lana Del Rey

Lagu West Coast menyingkap konflik antara cinta dan ambisi, membawa kita masuk ke dunia Lana Del Rey yang glamor sekaligus gelap.
1. Daya Tarik West Coast
Makna lagu West Coast banyak berkutat pada pesona kehidupan Hollywood. West Coast digambarkan sebagai tempat di mana standar hidup tinggi: pesta, seks, musik, dan semua hal serba glamor.
Lirik seperti “If you’re not drinkin’ then you’re not playin'” menunjukkan keinginan penyanyi untuk merasakan gaya hidup itu, bahkan harus meninggalkan kekasih sejenak.
2. Konflik Antara Cinta dan Ambisi
Arti lagu West Coast tampak jelas ketika Lana menghadapi dilema: meninggalkan kekasih demi kesenangan dan peluang di Hollywood. Verse menampilkan sikap dingin dan penuh kontrol, sedangkan chorus menumpahkan perasaan sejati.
Ungkapan “Boy Blue” merepresentasikan kesedihan dan keraguan pada pasangan. Lagu ini merefleksikan pilihan antara cinta romantis dan ambisi serta ketenaran, memberi kita rasa kompleksitas emosional sang penyanyi.
3. Interaksi dengan Kekasih
Lirik lagunya juga menonjolkan observasi dari jauh. Lana tampak mencintai tapi tak bisa sepenuhnya mengekspresikan perasaan.
Chorus “I can see my baby swingin’” membuka banyak tafsir: menonton kekasih menari, metafora pertarungan, introspeksi diri, hingga budaya partner swapping.
Sentuhan bahasa Spanyol dalam lirik menambah intensitas keinginan dan gairah yang ia rasakan terhadap kekasihnya.
Baca Juga, Yah! ‘Won’t Live Here’ Daniel Caesar: Makin Terluka Makin Cinta
4. Hubungan Ambigu
Selain itu, lagu ini menunjukkan ketertarikan pada sosok idol atau rock god yang sulit dijangkau, menghubungkan dengan era groupie California tahun 1970-an. Video musiknya memperkuat ambiguitas hubungan, antara cinta casual dan koneksi yang lebih dewasa.
Lagu ini juga mencerminkan dua sisi kepribadian Lana: dunia bebas dan psychedelic versus adaptasi di Hollywood, di mana chorus menjadi ekspresi kebebasan sejati, seolah melepaskan “fake personality”-nya.
5. Referensi “Golden God”
Sebagai tambahan, frasa “golden god” dalam lirik mengacu pada Robert Plant, ikon rock tahun 1970-an, yang pernah menyebut dirinya “The Golden God”.
Ini menegaskan penghormatan Lana Del Rey terhadap dunia musik legendaris yang menginspirasi makna lagunya.
Baca Juga, Yah! ‘SUPERPOSITION’ Daniel Caesar: Memaknai Hidup Pakai Ilmu Fisika
Menyelami Dualitas dan Pesona West Coast

Lagu ini membawa kita menelusuri konflik antara cinta, ambisi, dan glamor kehidupan Hollywood. Liriknya menangkap pergulatan Lana Del Rey antara kerentanan dan kekuasaan artistik, sambil menyorot daya tarik West Coast yang memikat namun menantang.
Makna lagu membuat pendengar bisa merasakan dilema memilih antara gairah hati dan impian pribadi, sekaligus mengagumi kemegahan dunia yang digambarkan dalam setiap bait.
Yang penasaran dengan kisah di balik lagu-lagu penuh makna dan tren musik terkini, artikel ini hanyalah permulaan. Jelajahi lebih banyak berita musik di Lemo Blue dan temukan cerita seru serta analisis menarik dari lagu-lagu favoritmu.

