Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu The Man Who Can’t Be Moved The Script Tentang

‘The Man Who Can’t Be Moved’ The Script: Kamu Aja yang Move On, Aku Belum Mau!

The Man Who Can’t Be Moved bercerita tentang seseorang yang memilih diam saat hatinya porak-poranda. 

Dirilis pada 25 Juli 2008, lagu Pop Rock ikonik dari The Script ini terasa seperti adegan film yang diputar ulang di kepala: satu sudut jalan, satu kenangan, dan satu harapan yang belum mau mati. 

Dibawakan dengan vokal emosional Danny O’Donoghue, kisahnya tentang cinta yang pergi, dan seseorang yang percaya bahwa menunggu adalah satu-satunya cara untuk tetap merasa dekat. Mungkin terdengar nekat, tapi justru di situlah banyak dari kita diam-diam merasa relate.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu The Man Who Can’t Be Moved The Script Tentang…

… seseorang yang belum bisa move on dari cinta yang udah pergi/selesai. Ia memilih menunggu di sudut jalan tempat mereka pertama kali bertemu, percaya bahwa jika orang yang ia cintai kembali, tempat itulah yang akan ia tuju.

Intinya, lagu ini menggambarkan perjuangan batin antara bertahan dan melepaskan—saat hati masih terikat kuat, tubuh pun ikut diam. 

Menunggu jadi simbol cinta yang belum selesai, sekaligus tanda bahwa kehilangan bisa membuat seseorang berhenti melangkah, meski dunia terus berjalan.

Makna Lagu The Man Who Can’t Be Moved The Script

1. Sudut Jalan sebagai Simbol Harapan

Dalam the man who can’t be moved, sudut jalan bukan sekadar lokasi. Itu adalah titik awal segalanya—tempat pertemuan pertama, tempat kenangan masih terasa hidup. 

Di sanalah tokohnya memilih menetap, karena ia percaya satu hal: kalau perempuan itu pernah kembali, tempat pertama yang akan ia ingat adalah sudut itu. 

Makna lagu The Man Who Can’t Be Moved terasa kuat karena “corner” menjadi simbol harapan yang belum mau padam, meski kenyataan berkata sebaliknya.

Alih-alih mengejar atau mencari ke mana pun, ia justru berhenti. Diam bukan karena kehabisan cara, tapi karena ia ingin ditemukan.

2. Dari Cinta Aktif ke Cinta Pasif

Di sinilah arti lagu The Man Who Can’t Be Moved terasa paling manusiawi. Cintanya berubah arah—dari yang dulu aktif mengejar, kini pasif menunggu. 

Menetap di satu tempat menjadi bentuk perlawanan halus terhadap perpisahan. Ia tidak menyerah, tapi juga tidak melangkah.

Diamnya tubuh menyimpan keputusan besar: tetap di sana, menjaga kemungkinan sekecil apa pun. Menunggu bukan karena tidak mampu bergerak, melainkan karena hatinya masih mengikatkan diri pada satu harapan yang belum selesai.

3. Kemiskinan Emosional vs Kemiskinan Materi

Gambaran pria dengan sleeping bag dan kardus sering disalahartikan. Orang-orang mengira ia kehabisan uang, padahal yang habis justru hatinya. 

Kalimat “I’m not broke, I’m just a broken-hearted man” jadi penegasan penting dalam makna lagu: secara materi ia baik-baik saja, tapi secara emosional dunianya runtuh. Sepatunya utuh, hidupnya bolong. Rasa kehilangan itu yang membuatnya terlihat “jatuh” di mata orang lain.

4. Keteguhan yang Tidak Mau Goyah

The Man Who Can’t Be Moved The Script tentang apa

Di tengah hujan, salju, bahkan saat polisi menyuruhnya pergi, ia tetap di sana. Arti lagu The Man Who Can’t Be Moved terasa kuat lewat sikap keras kepala ini. 

Menunggu sehari, sebulan, setahun bukan soal waktu, tapi keyakinan. Ia percaya, kalau perempuan itu berubah pikiran, sudut jalan itu adalah tempat pertama yang akan ia tuju. Diamnya bukan tanpa alasan—itu bentuk kesetiaan terakhir pada cinta yang belum selesai.

5. Fisik Diam, Emosi Terjebak

Pertanyaan “how can I move on when I’m still in love with you?” jadi inti makna lagu The Man Who Can’t Be Moved. Ia tahu waktu terus berjalan, tapi perasaannya tertinggal di masa lalu. 

Diam secara fisik adalah cerminan jujur dari emosi yang belum siap melangkah. Ia tidak pergi karena rasa cintanya masih menetap di orang yang sama.

Baca Juga, Yah! ‘Don’t You Remember’ Adele: Dulu, Kamu Mencintaiku Karena Apa? 

arti lagu The Man Who Can’t Be Moved The Script tentang apa

Pada akhirnya, the man who can’t be moved memotret fase rapuh saat hati belum siap menerima kepergian, ketika menunggu terasa lebih masuk akal daripada melepas. 

Makna lagu The Man Who Can’t Be Moved mengajarkan bahwa diam bisa jadi bentuk cinta, tapi juga tanda bahwa seseorang sedang berjuang dengan perasaannya sendiri. Di sanalah lagu ini terasa jujur—tanpa drama berlebihan, hanya rasa kehilangan yang belum selesai.

Buat kamu, Lemolist, kisah ini bisa jadi cermin atau pengingat. Setiap orang punya waktunya sendiri untuk bergerak, dan lagu ini menemani proses itu tanpa menghakimi. 

Kalau kamu suka mengulik cerita di balik lagu-lagu yang penuh makna, jangan berhenti di sini. Yuk, eksplorasi lebih banyak berita musik dan cerita menarik lainnya bareng Lemo Blue.