Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Purple Rain Prince and the Revolution Tentang…

‘Purple Rain’ Prince and the Revolution: Yang Bikin Ending Stranger Things Se-nusuk Itu

Purple Rain akhirnya turun di momen paling krusial Stranger Things—dan ini bukan pilihan sembarangan. Di series finale, lagu legendaris Prince ini hadir sebagai “needle drop” bersejarah yang mencerminkan pengorbanan, transisi, dan berakhirnya masa kanak-kanak para karakter. 

Bersama “When Doves Cry”, Purple Rain diambil dari album ikonik Prince and the Revolution (1984), yang selama puluhan tahun nyaris tak pernah dilisensikan ke film atau serial. 

Keputusan ini juga dipengaruhi efek besar kebangkitan lagu Running Up that Hill dari Kate Bush di 2022. Hasilnya nyata: sejak finale tayang, streaming Purple Rain melonjak drastis secara global, terutama di kalangan Gen-Z.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Purple Rain Prince and the Revolution Tentang…

Secara umum, Purple Rain adalah lagu tentang akhir sebuah fase hidup. Prince menulisnya sebagai refleksi saat dunia terasa runtuh—bukan kiamat harfiah, tapi momen ketika hubungan, kepercayaan, dan masa lalu tidak bisa dipertahankan lagi. 

Liriknya bicara soal penyesalan, cinta yang ingin dijaga sampai akhir, dan harapan akan “pembersihan” setelah badai. 

Karena itu, Purple Rain sering dimaknai sebagai lagu perpisahan yang tenang: sedih, tapi memberi ruang untuk memulai ulang.

Dalam konteks Stranger Things, makna itu jadi jauh lebih spesifik. Purple Rain hadir saat dunia Hawkins benar-benar di ambang kehancuran dan masa kecil para karakter resmi berakhir. 

Lagu ini mewakili pengorbanan Eleven, rasa bersalahnya pada orang-orang yang ia cintai, dan keputusan besar untuk menutup Upside Down selamanya. 

Di saat yang sama, Purple Rain juga menandai transisi ke kehidupan baru—baik bagi Eleven, maupun bagi Mike, Dustin, dan Will—sebagai simbol bahwa setelah semua kekacauan, selalu ada kemungkinan hidup yang lebih tenang di luar Hawkins.

Makna Lagu Purple Rain Prince

1. “End of the World” dan Cinta yang Tertinggal

Prince pernah menjelaskan bahwa arti lagu Purple Rain berbicara tentang akhir dunia dan keinginan untuk tetap bersama orang yang dicintai. 

Ini sejalan dengan finale Stranger Things, saat Party menghadapi Pain Tree—inti Mind Flayer—dengan risiko kehancuran total. Dunia boleh runtuh, tapi pilihan mereka tetap sama: bertahan demi satu sama lain.

2. Rasa Bersalah Eleven dalam Setiap Lirik

Masuk ke bagian paling emosional, lirik lagu seperti suara hati Eleven. Kalimat “I never meant to cause you any sorrow” mencerminkan posisinya sebagai senjata sekaligus korban. 

Pengorbanan Eleven untuk menutup gerbang Upside Down menghentikan eksperimen manusia, tapi meninggalkan duka bagi orang-orang yang mencintainya.

3. Purple Rain sebagai Proses Pembersihan

Di balik kesedihan, Purple Rain juga membawa harapan. Lisa Coleman memaknainya sebagai proses “cleansing” dan awal baru. 

Upside Down musnah, Abyss lenyap, dan para karakter melangkah ke fase dewasa. Saat Mike menutup pintu basement D&D, masa kecil ikut ditutup—bersih, hening, dan siap dimulai ulang.

Baca Juga, Yah! 4 Soundtrack Stranger Things S5 Vol.1 yang Nostalgic Banget

Teori Desa Kecil — Purple Rain sebagai Tempat Persembunyian Eleven

Purple Rain Stranger Things

Kamu mungkin ngerasa ending Stranger Things kelihatan pahit, tapi di sinilah teori ini mulai hidup. Lemo Blue melihat Purple Rain Stranger Things justru menyimpan celah harapan, terutama lewat imajinasi Mike yang masih percaya pada kemungkinan lain.

Ilusi Kematian dan Bantuan Kali

Dalam teori “small village”, Eleven tidak benar-benar mati. Ia menghilang. Dengan bantuan Kali, Eleven menciptakan ilusi besar tentang kematiannya sendiri—cukup meyakinkan untuk menipu pemerintah dan menutup perburuan selamanya. 

Cara ini memberi Eleven satu hal yang selama ini tak pernah ia punya: kesempatan hidup normal, jauh dari laboratorium dan eksperimen.

“I Only Want to See You Laughing…” sebagai Petunjuk

Lirik lagu ini terasa sangat personal. Kalimat “I only want to see you laughing in the purple rain” bisa dibaca sebagai harapan, bukan ratapan. 

Makna lagu pun bergeser jadi ruang aman—desa kecil, hidup sunyi, tanpa kekerasan. Arti lagu Purple Rain pun selaras: kebebasan setelah badai, tempat Eleven akhirnya bisa tertawa tanpa rasa takut.

Lagu Penutup yang Menyimpan Harapan

arti lagu Purple Rain

Di akhir Stranger Things, Purple Rain berdiri sebagai lebih dari sekadar soundtrack. Lewat liriknya, lagu ini merangkum perpisahan, pengorbanan, dan kemungkinan hidup baru setelah kehancuran. 

Makna lagu ini terbaca jelas: dunia boleh runtuh, tapi cinta dan harapan tetap jadi alasan untuk bertahan. Dari nasib Eleven yang ambigu sampai transisi para karakter menuju dewasa, semuanya terasa selaras dengan pesan yang Prince tinggalkan sejak 1984.

Dan di situlah kekuatan musik bekerja—diam, tapi menghantam. Kalau kamu tertarik membaca bagaimana lagu-lagu legendaris kembali menemukan maknanya di budaya pop hari ini, jangan berhenti di sini. Yuk, terus jelajahi lebih banyak berita musik dan cerita di baliknya bareng Lemo Blue.