Porcelana adalah lagu yang bikin kita merasakan sangat rapuh sekaligus kuat. Kolaborasi dengan Dougie F dan produksi bareng Noah Goldstein, Sir Dylan, dan Elliott Kozel bikin suara Rosalía terdengar makin magis, campuran bahasa Spanyol, Latin, Jepang, dan Inggris.
Lagu ini punya cerita mendalam tentang pengorbanan, identitas, dan pilihan ekstrem yang kadang harus diambil wanita demi mimpi mereka. Yuk, kita ulik makna di balik “Porcelana” ini!
Table of Contents
Makna Lagu Porcelana Rosalía

Kenapa si lagu Porcelana ini terasa begitu kuat dan emosional? Lagu ini bercerita tentang pilihan sulit dan pengorbanan yang kadang nggak dimengerti orang lain.
1. Perjalanan dan Pengorbanan Wanita
Di lagu ini, Rosalía menyoroti pengorbanan ekstrem yang dilakukan wanita demi mencapai tujuan mereka. Jalannya sering terlihat “gila” atau “ekstrem” bagi orang lain, tapi itulah harga yang harus dibayar untuk meraih mimpi dan pengakuan. Setiap keputusan besar bisa meninggalkan bekas, tapi itu bagian dari perjalanan mereka.
2. Inspirasi dari Ryōnen Gensō
Lagu ini terinspirasi dari kisah nyata Ryōnen Gensō, biarawati dan penyair Jepang abad ke-17. Untuk bisa diterima di biara dan mengejar jalur spiritualnya, Gensō sampai menghancurkan wajahnya sendiri dengan besi panas, menghilangkan penampilan wanita tradisionalnya.
Rosalía melihat pengorbanan ini sebagai sesuatu yang “incredible” dan refleksi bahwa jalur menuju tujuan hidup bisa ekstrem—dan tidak ada yang berhak menilai cara orang lain mengejar mimpinya.
Baca Juga, Yah! ‘Reliquia’ Rosalía: Luka yang Dibungkus dengan Indah
Makna Lagu Porcelana Rosalía dari Lirik dan Pesan Transformasi

Mari kita lihat bagaimana lagu Porcelana menyampaikan pesan tentang kekuatan, pengorbanan, dan transformasi melalui liriknya.
Bahasa Jepang dan Identitas
Di bagian ini, Rosalía menyuarakan hal yang ekstrem tapi penuh makna:
“I’ll throw away my beauty / Before you have the chance to ruin it / Will you think I’m crazy?” Lirik ini menunjukkan kontrol penuh atas diri sendiri dan keberanian untuk melepaskan hal yang dianggap berharga demi tujuan lebih tinggi.
Power Dynamics
Rosalía juga menegaskan posisinya sebagai sosok yang bisa memengaruhi orang lain:
“I can make you fall in love, I can inspire you / I can poison you, and I can heal you / I can lift you up, or I can humiliate you / For better or for worse / Transform you”
Di sini, lagu ini menyoroti kemampuan transformasi dan dominasi, menunjukkan kekuatan seorang wanita atas dunia di sekitarnya.
Chorus Latin
Bagian chorus Latin menambahkan dimensi filosofis:
Ego sum nihil, ego sum lux mundi (“I am nothing, I am the light of the world”)
Kalimat ini menyeimbangkan antara kehampaan dan pencerahan, memperkuat metafora porcelain sebagai rapuh tapi berharga, serta menekankan harga besar untuk mencapai self-actualization.
Baca Juga, Yah! ‘Berghain’ ROSALÍA, Björk & Yves Tumor: Nemuin Makna Di Balik Luka
Rapuh tapi Kuat!

Lagu Porcelana menyoroti pengorbanan yang harus dilakukan wanita untuk mencapai tujuan mereka, menggambarkan perjalanan yang kadang dianggap ekstrem atau “gila” oleh orang lain.
Melalui metafora porselen yang rapuh tapi berharga, Rosalía menunjukkan bahwa pencapaian dan transformasi diri sering datang dengan harga tinggi, tapi juga membawa kekuatan dan pencerahan.
Buat kamu yang penasaran lebih dalam tentang makna di balik lagu-lagu hits dan kisah inspiratif di dunia musik, LemoList bisa terus eksplor berita musik terbaru dan insight menarik lainnya di Lemo Blue!

