Pluto Projector jadi salah satu lagu paling ikonik dari Rex Orange County yang bikin banyak orang kejebak dalam perasaan campur aduk antara ragu, cinta, dan harapan. Dirilis Oktober 2019 sebagai single kedua dari album Pony, lagu ini langsung jadi favorit banyak pendengar.
Kamu bakal ngerasa dibawa masuk ke dunia Alex O’Connor—nama asli sang musisi—lewat alunan gitar yang lembut, beat santai, dan vokal yang terasa jujur banget.
Nggak ada pengulangan bait, tapi justru di situlah magisnya: setiap detik lagu ini seperti perjalanan batin yang terus berjalan, tanpa henti, penuh refleksi dan emosi.
Table of Contents
Makna Lagu Pluto Projector Rex Orange County

Rex Orange County menulisnya dengan nuansa jujur dan raw, kayak obrolan hati yang nggak disaring. Tiap lirik terasa seperti potongan diary yang berisi pertanyaan, ketakutan, dan harapan yang tumbuh seiring kedewasaan.
1. Pergulatan Diri dan Rasa Ragu
Di awal lagu Pluto Projector, kamu bisa ngerasain betapa dalamnya konflik batin yang dialami Alex O’Connor. Ia mempertanyakan dirinya sendiri, bertanya apakah dia benar-benar sosok “the great protector” yang seharusnya ia jadi.
Lirik “still a boy inside my thoughts” menggambarkan perasaan belum siap dan belum dewasa sepenuhnya. Ada rasa takut kalau semua pencapaian dan harapannya nggak berarti apa-apa — “What if all this counts for nothing?”
Alex seolah tersesat dalam pikirannya sendiri, mencoba memahami arti keberadaan dan perannya dalam hidup orang yang ia cintai. Di momen ini, Pluto Projector terasa seperti cermin yang memantulkan sisi rapuh manusia yang sering kita sembunyikan.
2. Kedamaian Lewat Kedekatan Emosional
Setelah penuh kebingungan, Pluto Projector perlahan berubah arah — menuju rasa tenang yang datang dari kehadiran seseorang yang spesial.
Sang kekasih jadi tempat Alex berlabuh, rumah tempat dia bisa berhenti berpura-pura. “I’m at home when I’m around you,” katanya dengan lembut.
Ada kehangatan dalam lirik-liriknya, kayak momen kecil bareng orang yang benar-benar ngerti kamu tanpa perlu banyak bicara.
Si pasangan ini tahu sisi gelap Alex, tahu kebutuhan dan rahasianya, tapi tetap tinggal — tanpa perlu membuka semuanya. Inilah sisi paling manis dari lagu Pluto Projector: cinta yang nggak dramatis, cuma tulus dan menenangkan.
Baca Juga, Yah! ‘Loud Olivia Dean’: Diam adalah Komunikasi Paling Berisik
3. Harapan untuk Cinta yang Bertahan Lama

Meski ada kecemasan dan rasa takut kehilangan, lagu Pluto Projector juga menyimpan harapan besar. Alex membayangkan masa depan yang panjang bersama orang yang ia cintai — “Spending the years together, growing older every day.”
Kalimat itu sederhana tapi menghangatkan, seolah dia ingin semua rasa ini berhenti di titik bahagia dan bertahan selamanya.
Bagian akhir lagu jadi permohonan lembut untuk cinta yang nggak luntur: “Stay forever, you know more than anyone.” Ini bukan sekadar romantis, tapi juga bentuk rasa syukur dan keyakinan bahwa cinta bisa jadi tempat paling aman di dunia yang penuh ketidakpastian.
4. Simbolisme “Pluto Projector”
Judul Pluto Projector sendiri punya makna yang dalam. “Projector” menggambarkan proses menampilkan isi hati dan pikiran yang paling dalam, sementara “Pluto” mewakili sisi diri yang jauh, misterius, dan sering terlupakan.
Gabungan keduanya menciptakan simbol unik: sebuah cara untuk “memproyeksikan” sisi tersembunyi kita ke dunia — terutama ke orang yang kita percayai.
Dalam Pluto Projector, Alex seolah mengajak kita buat berani jujur tentang siapa diri kita sebenarnya, bahkan pada bagian yang paling sulit untuk diterima.
Kamu bisa ngerasain, kan, betapa personal dan tulusnya lagu Pluto Projector ini? Tiap baitnya tentang bagaimana kita belajar mengenal diri lewat kehadiran seseorang yang benar-benar melihat kita apa adanya.
Baca Juga, Yah! ‘Love At First Fight LANY’: Saat Marahan, Kalian Saling Benci atau Malah Makin Cinta?
Saat Cinta dan Diri Bertemu di Alam Pluto

Lagu Pluto Projector terasa seperti perjalanan emosional yang tenang namun dalam. Rex Orange County membawa kita menyelami perasaan ragu, cinta, dan penerimaan diri yang tumbuh seiring waktu.
Dari liriknya yang jujur, kita diajak merenungi bagaimana cinta bisa menjadi cermin untuk mengenali diri sendiri—tempat di mana semua keresahan akhirnya menemukan ketenangan.
Buat kamu yang suka merenung lewat musik, Pluto Projector jadi pengingat kalau kejujuran pada diri sendiri bisa seindah melodi yang lembut.
Nah, kalau kamu pengin terus eksplor makna lagu-lagu lain yang penuh rasa, yuk, lanjut baca berita musik seru dan mendalam lainnya di Lemo Blue, tempat di mana cerita di balik lagu selalu hidup.

