rekomendasi Lagu The 1975

10 Lagu The 1975 yang Nggak Boleh Didengar di Jam 2 Malam!

Kalau kamu lagi butuh soundtrack untuk malam yang terasa terlalu sepi, lagu-lagu The 1975 ini mungkin bisa jadi teman yang… sedikit berbahaya. 

Di artikel ini, kita bakal kasih rekomendasi lagu-lagu paling galau brutal dari The 1975—jenis lagu yang sebenarnya nggak terlalu sehat kalau didengar sendirian jam 2 malam. 

Bukan karena jelek, tapi karena lirik dan atmosfernya bisa bikin kamu tenggelam lebih dalam ke perasaan yang mungkin lagi kamu coba hindari. Kalau kamu siap buat sedikit tersesat di emosi, daftar ini wajib masuk playlist malam kamu. 

Lagu The 1975 yang Terlalu Galau untuk Didengar Jam 2 Malam

Kalau ada satu hal yang membuat lagu The 1975 terasa spesial, itu adalah kemampuan mereka menyelipkan emosi yang sangat rapuh di balik musik yang kadang terdengar ringan atau bahkan upbeat. Berikut rekomendasi musik Lemo Blue:

1. Somebody Else

Lagu ini adalah salah satu anthem patah hati paling terkenal dari The 1975. “Somebody Else” menggambarkan rasa bersalah, cemburu, dan kejanggalan emosional setelah putus cinta—ketika kamu sebenarnya sudah tidak ingin kembali, tapi tetap tidak tahan membayangkan mantan bersama orang lain.

Kalimat ikonik seperti “I don’t want your body, but I hate to think about you with somebody else” menangkap konflik batin itu dengan sangat jujur. Kesedihannya terasa karena lagu ini menunjukkan bahwa move on tidak pernah sesederhana kelihatannya.

2. When We Are Together

“When We Are Together” adalah lagu The 1975 folk yang terasa sangat intim dan reflektif. Lagu ini menceritakan kenangan kecil dari sebuah hubungan yang akhirnya runtuh, seperti memori tentang ciuman pertama atau momen sederhana yang dulu terasa berarti.

Yang membuatnya menyakitkan adalah kontras antara nostalgia manis itu dengan kenyataan bahwa hubungan tersebut akhirnya hancur. Lagu ini terasa seperti mengingat seseorang yang dulu sangat penting, tapi sekarang hanya tinggal cerita lama.

3. About You

Dalam “About You”, suasana nostalgia berubah menjadi sesuatu yang hampir menyeramkan. Lagu ini memiliki nuansa yang sering digambarkan sebagai gothic dan menghantui, karena menggambarkan bagaimana kenangan tentang seseorang terus kembali bahkan setelah bertahun-tahun.

Pertanyaan berulang “Do you think I have forgotten about you?” terasa seperti dialog dengan masa lalu. Kesedihannya datang dari kenyataan bahwa beberapa orang memang tidak pernah benar-benar bisa dilupakan.

4. It’s Not Living (If It’s Not With You)

Sekilas lagu The 1975 ini terdengar ceria dan energik, tapi sebenarnya “It’s Not Living (If It’s Not With You)” adalah metafora tentang kecanduan heroin. Dalam lagu ini, sang narator memperlakukan zat adiktif itu seperti seorang kekasih yang tidak bisa ia tinggalkan.

Di balik musik yang upbeat, liriknya menggambarkan ketergantungan yang merusak, di mana seseorang merasa tidak bisa menjalani hidup tanpa sesuatu yang sebenarnya menghancurkannya.

5. Lostmyhead

Berbeda dari lagu The 1975 lain yang lebih naratif, “Lostmyhead” terasa seperti perjalanan ke dalam pikiran yang sedang kacau. Lagu ini menggambarkan penurunan kesehatan mental, dengan lirik yang repetitif dan atmosfer yang gelap.

Frasa seperti “I’ve lost my head” terasa seperti pengakuan tentang kehilangan kendali. Kesedihannya muncul dari gambaran perasaan tersesat dalam pikiran sendiri.

6. If I Believe You

“If I Believe You” adalah lagu yang mengeksplorasi krisis eksistensial dan spiritual. Lagu ini digambarkan sebagai semacam doa atau seruan kepada Tuhan, tetapi dari perspektif seseorang yang sebenarnya tidak yakin dengan keimanan.

Naratornya merasa iri kepada orang-orang yang memiliki keyakinan karena mereka tampak memiliki tujuan hidup yang jelas. Lagu ini terasa menyedihkan karena menggambarkan kekosongan batin dan pencarian makna yang tidak kunjung selesai.

7. Be My Mistake

“Be My Mistake” adalah lagu The 1975 akustik yang sangat sederhana tapi menyakitkan. Ceritanya tentang hubungan kasual yang sebenarnya hanya pelarian dari kesepian.

Kesedihannya muncul dari kesadaran bahwa orang yang bersama sang narator bukanlah orang yang benar-benar ia inginkan. Liriknya menggambarkan rasa bersalah dan kehampaan yang muncul setelah menyadari hubungan itu hanya pengganti sementara.

8. Robbers

Bagi banyak penggemar The 1975, “Robbers” adalah lagu cinta yang romantis sekaligus tragis. Lagu ini menggambarkan pasangan yang terlalu terobsesi satu sama lain, sampai hubungan mereka menjadi destruktif.

Ada nuansa “all or nothing” dalam cerita ini—cinta yang begitu intens hingga akhirnya menghancurkan keduanya. Justru karena romantis sekaligus fatal, lagu ini terasa sangat melankolis.

9. Looking for Somebody (To Love)

Di balik melodi pop yang cerah, lagu The 1975 “Looking for Somebody (To Love)” sebenarnya membahas tema yang sangat gelap: krisis maskulinitas modern dan tragedi kekerasan seperti penembakan di sekolah.

Lagu ini mencoba memahami bagaimana rasa kesepian, kemarahan, dan kehilangan arah bisa berubah menjadi kekerasan. Kesedihannya terletak pada fakta bahwa banyak anak muda tumbuh tanpa dukungan emosional yang cukup, hingga akhirnya mencari cara yang salah untuk merasa berarti.

10. 12″ (Instrumental Interlude)

Berbeda dari lagu-lagu The 1975 lain dalam daftar ini, “12” adalah track instrumental yang tidak memiliki lirik sama sekali. Meski begitu, lagu pendek ini tetap punya peran penting dalam membangun atmosfer emosional khas band tersebut.

Menurut Matty, lagu ini seperti menggambarkan cara kerja memori dalam hidup: beberapa kenangan terasa sangat dekat, sementara yang lain terasa jauh dan samar. Ide ini sejalan dengan tema besar yang sering muncul dalam musik The 1975—tentang nostalgia, waktu yang berlalu, dan perasaan yang tertinggal di masa lalu.

Ketika Lagu Galau The 1975 Terasa Terlalu Jujur

Lagu-lagu The 1975 sering terasa menyedihkan bukan hanya karena temanya tentang patah hati, kecanduan, atau kesehatan mental, tetapi karena liriknya terasa sangat jujur dan manusiawi.

Kalau kamu suka mengeksplorasi rekomendasi dan makna lagu dari sudut pandang interpretasi lirik, masih banyak cerita menarik dari lagu-lagu lain yang bisa kamu temukan. 

Lemolist juga bisa membaca lebih banyak artikel musik di Lemo Blue sambil mendengarkan full lagunya lewat Spotify Premium, supaya setiap lirik dan nuansanya bisa benar-benar terasa.