Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu tolerate it Taylor Swift tentang

‘tolerate it’ Taylor Swift: Mending Kita Putus Aja Deh! 

tolerate it selalu punya cara buat nyeret kamu masuk ke ruang paling sunyi dalam hubungan—dan LemoList pasti ngerasain itu sejak detik pertama. 

Lagu track 5 dari evermore (Japanese Edition) ini rilis 11 Desember 2020, dan seperti tradisi track 5 lain, Taylor Swift buka luka yang paling raw. 

Ceritanya lahir dari novel Rebecca karya Daphne du Maurier, tentang seorang istri yang cuma “ditoleransi” meski sudah kasih segalanya. 

Dari situ, Taylor meramu kisah tentang seseorang yang berusaha mencintai sosok yang ambivalen—yang hadir, tapi nggak benar-benar melihat kamu. Dan di sinilah, kamu bakal ikut nyemplung ke perasaan itu.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu tolerate it Taylor Swift tentang….

… seseorang yang mencintai pasangannya dengan usaha penuh, tapi cuma dibalas dengan sikap dingin dan acuh. Bukan ditolak, tapi juga nggak benar-benar diterima—hanya ditoleransi.

tolerate it Taylor Swift

1. “Aku Lihat Kamu, Tapi Kamu Nggak Lihat Aku”: Relasi yang Timpang

Masuk ke bait awalnya, kamu bakal langsung kebawa ke suasana yang sunyi tapi nyesek. Di bagian pertama tolerate it, narrator digambarkan duduk diam sambil memperhatikan pasangannya—ngeliat cara dia baca, cara dia tidur, cara dia hadir tapi nggak benar-benar “hadir”. Ada jarak yang nggak diucapkan, tapi kerasa banget. 

Pasangannya terlihat lebih matang, lebih percaya diri, sementara narrator justru merasa kecil. Semua usaha yang dia lakukan, dari sambutan megah sampai hal-hal kecil di rumah, tetap aja nggak dianggap sebagai sesuatu yang berarti. Semua energi itu cuma jatuh ke ruang kosong.

2. Dicintai atau Cuma Ditoleransi?

Begitu masuk ke chorus, tensinya naik—kayak tiba-tiba kamu ditampar kenyataan. Chorus jadi titik di mana luka itu akhirnya dikasih nama. 

Narrator nunggu validasi kayak anak kecil yang pengen dipuji, nyiapin semuanya dengan detail terbaik, tapi respons pasangannya cuma… menerima. Bukan apresiasi, bukan pelukan hangat—cuma sebatas “ya, ada kamu di situ.” 

Dan kalimat “you tolerate it” jadi pukulan terbesar. Rasa ragu narrator pun meledak: apakah semua ini cuma ada di kepalaku? Atau memang aku nggak pernah dianggap sejak awal?

3. Kesadaran yang Mulai Menyakitkan

tolerate it Taylor Swift makna lagu

Di bagian bridge, suara narrator berubah—bukan lagi memohon, tapi mulai sadar siapa dirinya dalam hubungan itu. Di sini narrator melihat betapa besarnya dunia sang pasangan, sementara dirinya nyempil di pojok cerita. 

Dia pernah menaruh figur itu setinggi langit, menjadikannya pusat hidup, sampai lupa kalau dirinya pun punya batas. 

Kalimat seperti “footnotes in the story of your life” menunjukkan betapa kecil ia ditempatkan. Pelan-pelan muncul keberanian: mungkin aku bisa pergi. 

Mungkin aku bisa cabut belati dari dada sendiri. Dan untuk pertama kalinya, muncul bayangan tentang kebebasan.

4. Masih Duduk, Masih Menatap (Nggak ada Perubahan)

Outro menutup cerita dengan cara yang lembut tapi menghantui. Baris terakhir kembali pada adegan awal—narrator duduk dan memperhatikannya lagi. 

Lingkaran ini bikin kamu bertanya: apakah dia benar-benar pergi, atau ini momen terakhir sebelum semuanya berubah? 

tolerate it membiarkan ending-nya menggantung, kayak relasi yang belum putus tapi sudah lama retak. Dan justru di ketidakpastian itu, rasa nyeseknya paling terasa.

Baca Juga, Yah! ‘So Long, London’ Taylor Swift: Perpisahan yang Susah untuk Usai

Akhir yang Mengajak Kamu Melihat Diri Sendiri Lagi

tolerate it Taylor Swift makna

Di ujung perjalanan tolerate it, kamu diajak ngaca: seberapa sering kamu kasih hati penuh-penuh ke seseorang yang bahkan nggak nyadar kamu lagi berjuang? 

Lagu ini menutup ceritanya dengan keheningan yang bikin kita mikir ulang tentang gimana cinta harusnya berfungsi—dirayakan, bukan disisakan. 

Taylor Swift menunjukkan bahwa ketimpangan dalam hubungan itu nggak selalu keras, kadang justru datang lewat hal-hal kecil yang kita biarkan terlalu lama.

Dan sebelum kamu lanjut ke lagu berikutnya, LemoList, pelan-pelan aja… kalau kamu suka ngulik cerita di balik musik kayak gini, kamu bisa jelajah lebih jauh berita musik lain di Lemo Blue. Siapa tahu ada cerita lain yang bakal nyangkut di kamu seperti lagu ini.