LOVE YOU LESS membuka babak baru dalam perjalanan musik Joji sebagai single keempat dari album Piss In The Wind yang dijadwalkan rilis pada 6 Februari 2026. Lagu ini resmi dirilis ke publik pada 2 Januari 2026 dan langsung terasa berbeda sejak awal.
Diproduseri oleh Ricky Reed dan Nate Mercereau, LOVE YOU LESS juga menandai momen penting karena jadi rilisan album pertama Joji di bawah label miliknya sendiri, Palace Creek.
Dari sini, Joji nggak cuma memperkenalkan lagu baru, tapi juga arah kreatif yang lebih personal dan matang. Sebuah pembuka era yang pelan, muram, dan penuh kontrol emosional.
Table of Contents
Daris Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu LOVE YOU LESS Joji Tentang…
Hubungan yang capek karena beratnya cuma ditanggung satu orang. Lagunya menceritakan posisi seseorang yang mencintai terlalu dalam, sementara pasangannya baru menunjukkan rasa saat dia mulai menjauh.
Cinta di sini berubah jadi permainan tarik-ulur, di mana perhatian justru muncul ketika jarak diciptakan.
Intinya, lagu ini menangkap momen pahit ketika seseorang mulai bertanya: “kalau aku sayang kamu lebih sedikit, apa kamu bakal lebih peduli?”
Bukan karena cintanya hilang, tapi karena bertahan dengan perasaan penuh (terlalu cinta) justru bikin dirinya pelan-pelan habis.

1. Hubungan yang Baru Bergerak Saat Salah Satu Pergi
Di dalam liriknya, Joji menggambarkan hubungan yang aneh arahnya. Ketertarikan justru muncul saat jarak tercipta. Saat sang narator hadir sepenuhnya, respons yang datang dingin dan ragu.
Tapi begitu ia menarik diri, pasangan malah mendekat. Pola ini menunjukkan hubungan yang hidup dari kehilangan, bukan keintiman. Cinta di sini bukan soal kebersamaan, tapi reaksi terhadap ketidakhadiran.
2. Terjebak dalam Over-Investment Emosional
Joji juga menyorot posisi timpang dalam hubungan ini. Ia memberi “yang terbaik” dari dirinya, sementara yang diterima terasa jauh lebih sedikit.
Rasa cinta yang terlalu besar justru dianggap berlebihan oleh pasangannya. Akibatnya, satu pihak tenggelam dalam obsesi, sementara yang lain terus berada di zona abu-abu, tidak pernah benar-benar yakin.
3. “If I Love You Less, Will You Love Me More?” – Pertanyaan yang Menyakitkan
Kalimat ini jadi pusat emosi LOVE YOU LESS. Di balik pertanyaannya, tersimpan keputusasaan yang pelan tapi dalam.
Pertanyaan tersebut mencerminkan paradoks cinta yang tidak sehat. Sang narator mulai percaya bahwa satu-satunya cara untuk dicintai adalah dengan menahan perasaannya sendiri.
Afeksi berubah jadi strategi bertahan hidup. Di titik ini, cinta bukan lagi sesuatu yang tumbuh alami, tapi sesuatu yang harus dikurangi agar hubungan tetap berjalan.
4. Mencintai Sendirian Itu Berat
Lirik “tryna carry this love and it’s heavy” terasa sangat literal. Cinta digambarkan sebagai beban yang dipikul sendirian.
Hubungan tetap berjalan, tapi hanya karena satu orang terus memaksa dirinya untuk bertahan, meski napasnya sudah habis.
5. Saat Bertahan Justru Menguras Segalanya
Di titik ini, sang narator sadar bahwa usahanya terasa sia-sia. Setiap kata dan perasaan yang dikeluarkan seperti menguap begitu saja.
Ia terjebak dalam hubungan yang tidak seimbang, di mana bertahan tidak lagi membawa harapan, hanya menyisakan kelelahan emosional yang makin dalam.
Baca Juga, Yah! ‘Glimpse of Us’ Joji: Aku Kangen “Kita”
Metafora Jungkat-Jungkit dalam LOVE YOU LESS

Lemolist perlu melihat gambaran besar yang dipakai dalam makna lagu LOVE YOU LESS untuk menjelaskan relasi ini: sederhana, tapi nyesek.
1. Hubungan yang Baru Bergerak Saat Satu Orang Mundur
Di lagu ini, hubungan digambarkan seperti jungkat-jungkit yang aneh. Gerakannya cuma terjadi ketika satu orang turun dan menjauh.
Selama sang narator tetap duduk, memberi cinta penuh, semuanya diam. Begitu ia menarik diri, barulah pasangannya bereaksi. Dinamika ini menunjukkan bahwa kehadiran tidak dihargai, sementara ketidakhadiran justru memancing perhatian.
2. Ketidakseimbangan yang Terus Diulang
Masalahnya, posisi ini tidak pernah benar-benar berubah. Satu pihak terus menyesuaikan diri, sementara yang lain memegang kendali emosi.
Tidak ada titik temu, hanya pola naik-turun yang melelahkan. Dalam arti lagu LOVE YOU LESS, ketimpangan ini terasa permanen, seolah sudah jadi aturan tak tertulis dalam hubungan tersebut.
3. Kenapa Keseimbangan Jadi Mustahil
Keseimbangan tidak mungkin tercapai karena cinta dijadikan alat respons, bukan ruang aman. Selama afeksi baru muncul saat jarak tercipta, hubungan ini tidak akan pernah stabil.
Lagu ini menegaskan satu hal pahit: jika kebersamaan tidak cukup untuk menggerakkan hubungan, maka jungkat-jungkit itu memang tidak pernah dibuat untuk seimbang.
Baca Juga, Yah! ‘If It Only Gets Better’ Joji: Sabar Sabar Sabar! Ada Hikmahnya Kok
Saat Mengurangi Cinta Terasa Seperti Satu-satunya Jalan

LOVE YOU LESS menutup ceritanya dengan kesadaran pahit bahwa cinta yang tidak seimbang akan selalu melelahkan, seberapa pun besarnya perasaan yang kamu beri.
Lagu ini bukan tentang berhenti mencintai, tapi tentang titik di mana seseorang mulai bertanya apakah dirinya harus mengecil agar tetap dipilih.
Joji menangkap momen sunyi ketika bertahan terasa lebih menyakitkan daripada melepaskan, dan hubungan hanya bergerak saat satu pihak memilih mundur.
Buat Lemolist, LOVE YOU LESS terasa relevan karena banyak hubungan berjalan dengan pola serupa, pelan, dingin, dan penuh tarik-ulur emosi.
Kalau kamu suka membedah makna lagu dan cerita di balik rilisan terbaru seperti ini, jangan berhenti di sini. Masih banyak berita musik dan analisis lagu lain yang bisa kamu eksplorasi bareng Lemo Blue.

