Makna Lagu If It Only Gets Better Joji

‘If It Only Gets Better’ Joji: Sabar Sabar Sabar! Ada Hikmahnya Kok

If It Only Gets Better jadi lagu yang bikin hati LemoList ikut ngerasa lembut sekaligus melankolis. Lagu ini merupakan single kedua dari album Piss In The Wind yang bakal rilis 6 Februari 2026, tapi sudah muncul pada 4 November 2025. 

Durasinya super singkat, cuma sekitar satu menit, tapi tiap detiknya kaya banget emosi. Diproduseri Wonton, ditulis Joji & John Durham, dan didistribusiin oleh Palace Creek & Virgin Music, lagu ini terasa intim banget. 

Gitar lembut, bass yang dalem, dan vokal setengah berbisik bikin suasana lo-fi yang minimalis, seolah Joji lagi cerita rahasia pribadi cuma buat kamu.

Makna Lagu If It Only Gets Better Joji

If It Only Gets Better Joji

Lagu If It Only Gets Better ternyata nggak cuma soal lelah emosional, tapi juga punya lapisan makna yang bisa bikin kita mikir lebih dalam.

1. Tentang Hubungan Masa Lalu

Buat kamu yang pernah ngerasain susah move on, lagu ini bisa banget mewakili perasaan itu. Bayangan mantan yang dianggap “yang terbaik” bikin takut kalau masa depan nggak akan lebih baik. Setiap nada dan lirik singkatnya kayak mencerminkan rasa cemas itu, sambil tetap lembut menyentuh hati.

2. Pesan Harapan Tersembunyi

Di sisi lain, judul lagu ini bisa jadi dorongan halus buat kita yang lagi di situasi sulit—entah pekerjaan atau hubungan. Ada bisikan optimis di balik liriknya: 

“Tetap sabar, sesuatu yang lebih baik mungkin menunggu.”

3. Perspektif Self-Compassion

Minimalismenya ngajarin kita buat nggak terlalu keras sama diri sendiri. Kadang berhenti mikirin segalanya itu perlu, biarkan waktu bekerja, dan temukan ketenangan di ketidakpastian. Lagu If It Only Gets Better bikin kita ngerasain itu dengan cara paling sederhana tapi dalam.

Baca Juga, Yah! ‘Past Won’t Leave My Bed’ Joji: Move On Kok Sesusah ini Sih

Lagu If It Only Gets Better Joji ingin Menyampaikan Ini… 

If It Only Gets Better Joji makna

Sekarang kita masuk ke inti lagu If It Only Gets Better, tentang pertarungan batin antara harapan yang tipis dan kelelahan emosional.

Hope vs Apathy

Lagu ini bikin kita ngerasain ketegangan cuma lewat beberapa baris sederhana tapi penuh makna. Lirik “If it only gets better from here” terdengar seperti bisikan optimis atau mantra pribadi, tapi ada keraguan di baliknya—Joji kayak berusaha meyakinkan dirinya sendiri. 

Baris “Then what’s there to change about it?” langsung nunjukin rasa lelah emosional dan apatis; pertanyaan eksistensial yang lebih kayak mengangkat bahu daripada mencari jawaban. 

Lalu, “Shit, I just won’t think about it” menangkap momen penghindaran emosional—memutus lingkaran overthinking karena capek mental.

Wordless Outro

Di bagian akhir, Joji nggak butuh kata-kata lagi, cukup vokal tanpa lirik “Ooh, ooh, ooh”. Ini berfungsi sebagai pelepasan emosional, kayak menghela napas. Juga menandai surrender, membiarkan perasaan atau kekosongan hadir tanpa harus dijelaskan. 

Pendekatan ini bikin lagu If It Only Gets Better terasa meditatif, memberi ruang buat LemoList merenung dengan tenang sambil menikmati kesederhanaan yang dalem.

Baca Juga, Yah! “Pixelated Kisses” Joji: Saat Cinta Cuma Nyangkut di Layar HP

Makna Lagu If It Only Gets Better Joji dari Visual Musik dan Interpretasi Video

If It Only Gets Better Joji makna lagu

Musik Joji biasanya selalu ditemani visual yang bikin kita mikir, dan lagu If It Only Gets Better nggak kalah unik soal ini.

Video resmi disutradarai oleh Mamesjao, menampilkan kontras yang cukup mencolok: dibuka dengan visual strip club yang nyentrik tapi langsung bertolak belakang sama suara gitar akustik lembut dan mood melankolis lagunya. 

Gaya visualnya minimalis tapi penuh arti, seolah memberi ruang buat fokus ke emosi yang Joji tulis di lagu If It Only Gets Better. Ini tuh kayak homage ke karya awal Joji, kayak video YEAH RIGHT, yang juga bermain dengan kontras dan kesan ambigu. Menurut Lemolist gimana? 

Minimalisme yang Menyentuh Hati

Lagu If It Only Gets Better membuktikan kalau kesederhanaan bisa menyimpan kedalaman emosi yang luar biasa. Lewat lirik singkat, vokal lembut, dan aransemen minimalis, Joji menampilkan pertarungan antara harapan yang tipis dan kelelahan emosional, sambil membiarkan pendengar merenung di ruang tenang yang diciptakan lagunya. 

Setiap detik lagu ini terasa seperti jeda singkat untuk melepaskan emosi dan menerima ketidakpastian dalam hidup.

Buat LemoList yang penasaran sama nuansa musik penuh makna lainnya, lagu ini bisa jadi pintu masuk untuk eksplorasi lebih jauh. 

Jangan lupa cek lebih banyak berita musik dan ulasan mendalam di Lemo Blue, biar tiap track favorit kamu bisa dinikmati dengan perspektif baru dan cerita yang lebih dekat ke hati.