Film Terbaik Martin Scorsese plot twist

10 Film Terbaik Martin Scorsese ‘Absolute Cinema’, Tapi Bikin Pusing!

Untuk menonton film beliau, jangan berharap tontonan yang ringan, karena sebagian besar film terbaik Martin Scorsese penuh detail, simbol, dan konflik yang bikin mikir setelah credit scene selesai. 

Beberapa di antaranya bahkan bisa bikin pusing saat pertama kali ditonton. Tenang aja, kalau filmnya membingungkan, Lemo Blue juga sudah menyiapkan penjelasan ending-nya. Berikut rekomendasi filmnya yang absolute cinema:

Film Terbaik Martin Scorsese yang Bikin Pusing tapi Sulit Dilupakan

Film Terbaik Martin Scorsese yang membingungkan

Nggak semua film terbaik Martin Scorsese bikin kita bingung karena alurnya rumit. Kadang justru cara dia membangun karakter, menyembunyikan petunjuk, sampai memainkan sudut pandang penonton yang bikin kita terus kepikiran.

1. Taxi Driver (1976)

Bagian yang paling bikin kita berpikir tentu ada di ending. Film terbaik Martin Scorsese ini bercerita tentang Travis tiba-tiba diperlakukan seperti pahlawan setelah aksi brutalnya, padahal sepanjang film kita melihat kondisi mentalnya terus memburuk. 

Sampai sekarang, kamu akan mempertanyakan apakah semua itu benar-benar terjadi atau hanya fantasi terakhir Travis sebelum meninggal. Ditambah lagi, penggunaan kamera dari atas (bird’s-eye view) di akhir adegan.

2. Shutter Island (2010)

Kalau ada film terbaik Martin Scorsese yang bisa bikin kita langsung ingin menontonnya lagi setelah credit selesai, jawabannya pasti Shutter Island. Twist di ending benar-benar membalik semua asumsi. 

Pertanyaan bukan lagi siapa Teddy Daniels sebenarnya, melainkan apakah di akhir cerita ia kembali tenggelam dalam delusi atau justru sudah sadar sepenuhnya. 

3. The Aviator (2004)

Yang membuat film ini menarik adalah bagaimana Scorsese memperlihatkan pertarungan antara ambisi dan kondisi mental. Kita melihat seseorang yang berani menguji pesawat paling berbahaya, tetapi di saat yang sama tidak sanggup menyentuh gagang pintu karena OCD dan berbagai fobia yang ia alami. 

Semakin lama ditonton, semakin terasa bahwa musuh terbesar Howard bukan para pesaing bisnisnya, melainkan pikirannya sendiri. Itulah yang membuat film ini terasa kompleks sekaligus menyedihkan.

4. After Hours (1985)

Kita ikut dibuat frustrasi karena semua nasib buruk yang menimpa tokoh utamanya terasa mustahil terjadi dalam satu malam. Setiap kali muncul harapan untuk keluar dari masalah, selalu ada kejadian baru yang lebih aneh dan lebih sial. 

Rasanya seperti sedang masuk ke mimpi buruk yang nggak punya logika. Justru karena absurditas itulah After Hours sering disebut sebagai salah satu komedi paling menegangkan yang pernah dibuat Scorsese.

Baca Juga, Yah! 11 Rekomendasi Film Netflix Indonesia Terbaik Versi Lemo Blue (Ada Series Juga)

5. The Departed (2006)

Semakin lama ditonton, batas antara siapa yang baik dan siapa yang jahat semakin kabur. Kita dibuat ikut cemas karena kedua karakter utama sama-sama mempertaruhkan nyawa demi menjaga identitas mereka tetap rahasia. 

Moralitas dalam film ini terasa benar-benar abu-abu. Nggak ada sosok yang benar-benar bersih, dan itulah yang membuat The Departed menjadi salah satu film kriminal paling menegangkan sekaligus paling rumit karya Martin Scorsese.

6. The Wolf of Wall Street (2013)

Ini adalah salah satu film terbaik Martin Scorsese, dan bagian yang paling bikin kita frustrasi ada di ending. Jordan Belfort memang dihukum, tetapi hukuman itu terasa sangat kecil dibandingkan kerugian yang ia timbulkan untuk ribuan orang. 

Ironisnya, setelah bebas ia tetap bisa membangun karier baru sebagai motivator dan pembicara publik. Kita selesai menonton bukan karena puas melihat keadilan ditegakkan, melainkan karena sadar bahwa kenyataan memang sering berjalan seperti itu.

7. Goodfellas (1990)

Salah satu alasan film ini begitu berkesan adalah karakter Tommy DeVito. Dalam satu momen kita bisa tertawa karena tingkahnya yang kocak, tetapi beberapa detik kemudian suasana langsung berubah mencekam karena ledakan emosinya yang sama sekali nggak bisa ditebak. 

Perpaduan humor dan kekerasan itulah yang membuat Goodfellas terasa realistis sekaligus menakutkan. Kita nggak pernah tahu kapan percakapan akan berubah menjadi tragedi, dan ketegangan seperti itu terus terasa sampai film berakhir.

8. Raging Bull (1980)

Semakin lama kita mengikuti perjalanan Jake, semakin sulit memahami keputusan-keputusannya. Ia berkali-kali merusak hubungan dengan orang-orang terdekat karena rasa curiga yang berlebihan. 

Bahkan ada momen ketika Jake seolah membiarkan dirinya dipukuli habis-habisan di atas ring. Adegan itu sering dianggap sebagai bentuk penyesalan sekaligus usaha menebus dosa atas semua kesalahan yang telah ia lakukan. 

9. The Irishman (2019)

The Irishman adalah film terbaik Martin Scorsese yang menuntut kesabaran. Dengan durasi sekitar tiga setengah jam dan alur yang melompat-lompat melewati lima dekade, kita benar-benar harus fokus agar tidak kehilangan konteks setiap peristiwa.

Penggunaan teknologi de-aging juga sempat membuat kita merasa aneh. Wajah para aktor memang terlihat lebih muda, tetapi cara mereka bergerak tetap menunjukkan usia aslinya sehingga menciptakan kesan yang sedikit janggal. 

10. The Last Temptation of Christ (1988)

Dibandingkan film terbaik Martin Scorsese lainnya, The Last Temptation of Christ cukup kontroversial. Alasannya karena film ini menampilkan Yesus sebagai sosok manusia yang merasakan takut, ragu, dan menghadapi godaan.

Bagian yang bikin kamu merasa aneh adalah ketika Yesus, saat berada di kayu salib, mengalami penglihatan tentang kehidupan yang tampak normal. 

Sekilas, adegan itu terasa seperti kenyataan, padahal sebenarnya merupakan godaan terakhir yang mengajaknya meninggalkan jalan pengorbanan. 

Baca Juga, Yah! 8 Film Romantis Indonesia Netflix Terbaik dengan Cerita Unik!

Film Terbaik Martin Scorsese Selalu Layak Ditonton!

Film terbaik Martin Scorsese selalu berbeda karena ia seakan mengajak kita masuk ke dalam pikiran setiap karakternya. Nggak heran kalau banyak karyanya disebut sebagai absolute cinema dan masih terus didiskusikan puluhan tahun setelah dirilis.

Di Lemo Blue, kita sudah membahas banyak penjelasan ending serta menghadirkan rekomendasi film Netflix yang viral, film jadul, film box office, hingga hidden gem dengan sudut pandang yang lebih mudah dipahami. 

2 Comments

Comments are closed