Sinopsis Doctor Zhivago

Doctor Zhivago (1965): Cinta yang Nggak Tepat Waktu

Film Doctor Zhivago adalah kisah besar tentang manusia yang terjebak di tengah sejarah yang tak kenal ampun. 

Dirilis pada Desember 1965, film arahan David Lean ini membawa kamu masuk ke Rusia era Perang Dunia I dan Revolusi Rusia—masa ketika cinta, seni, dan nurani pribadi harus berhadapan langsung dengan perubahan politik yang brutal. 

Diadaptasi dari novel kontroversial Boris Pasternak, Doctor Zhivago diproduksi dengan skala raksasa, berdurasi lebih dari tiga jam, dan sempat diremehkan kritikus. 

Ironisnya, justru penonton dunia yang mengangkat film ini jadi legenda, lengkap dengan Oscar, musik ikonik “Lara’s Theme”, dan reputasi sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa.

Sinopsis Doctor Zhivago

Doctor Zhivago sinopsis

Di awal cerita, film Doctor Zhivago memperkenalkan Yuri sebagai anak yatim piatu yang tumbuh di bawah asuhan keluarga Gromeko di Moskow. 

Lingkungan mapan ini membentuk Yuri menjadi sosok berpendidikan—ia memilih jalan hidup sebagai dokter, tanpa meninggalkan bakatnya menulis puisi. Sejak muda, Yuri sudah hidup dengan dua dunia: rasionalitas medis dan kepekaan artistik.

Lara dan Cinta yang Tak Pernah Tepat Waktu

Hidup Yuri mulai bergeser saat takdir mempertemukannya dengan Lara. Lara pertama kali muncul dalam hidup Yuri di Moskow, di tengah tragedi yang melibatkan Victor Komarovsky. Meski Yuri telah menikah dengan Tonya, perasaan pada Lara terus tumbuh diam-diam. 

Hubungan mereka selalu hadir di waktu yang salah, terhimpit situasi sosial dan pilihan hidup yang tak pernah sederhana.

Perang Dunia I dan Revolusi Rusia

Ketika perang datang, cinta ikut terseret ke garis depan. Saat Perang Dunia I pecah, Yuri bertugas sebagai dokter militer. Di medan perang, ia kembali bertemu Lara yang kini menjadi perawat dan tengah mencari suaminya, Pasha. 

Kedekatan mereka semakin dalam. Sepulangnya ke Moskow pasca Revolusi Oktober, Yuri mendapati negaranya berubah drastis, memaksanya membawa keluarga ke Pegunungan Ural demi bertahan hidup.

Varykino dan Cinta yang Akhirnya Terjadi

Jauh dari kota, perasaan yang lama tertahan akhirnya menemukan ruang. Di wilayah terpencil dekat Varykino, Yuri kembali bertemu Lara. Di tengah dingin dan kekacauan politik, hubungan mereka akhirnya terjalin. 

Rumah tua yang membeku menjadi saksi lahirnya puisi-puisi “Lara”, karya paling personal Yuri yang merekam cinta dan kesedihan dalam satu napas.

Penculikan oleh Pasukan Merah

Sejarah kembali merenggut kendali atas hidup Yuri. Kebahagiaan itu singkat. Yuri diculik pasukan partisan Merah dan dipaksa menjadi dokter lapangan selama lebih dari setahun. Setelah berhasil melarikan diri melewati lanskap salju yang kejam, ia kembali ke Lara. 

Namun ancaman politik tak berhenti, memaksa Yuri melepas Lara demi keselamatannya sendiri. Yuri pun kembali ke Moskow, hidup dalam kemiskinan dan kesehatan yang terus menurun hingga akhir hayatnya.

Baca Juga, Yah! The Best Years of Our Lives (1946): Perang dengan Diri Sendiri setelah ‘Perang’ Usai

Penjelasan Ending Doctor Zhivago (Spoiler Alert 🚨)

Penjelasan Ending Film Doctor Zhivago (Spoiler Alert 🚨)

Film Doctor Zhivago mengajak kamu menutup kisahnya dengan cara yang sunyi, tapi menghantam pelan.

Kematian Yuri Zhivago

Di Moskow yang sudah jauh berubah, Yuri melihat Lara untuk terakhir kalinya dari dalam trem. Ia mengejar, gagal, lalu roboh karena serangan jantung. Kematian Yuri terasa mendadak, tapi pemakamannya justru penuh. 

Orang-orang datang diam-diam, seolah ingin memberi penghormatan pada penyair yang puisinya pernah dilarang negara, namun tetap hidup di hati banyak orang.

Kepergian Lara dan Nasib yang Menghilang

Setelah kehilangan Yuri, kisah Lara kembali ditelan sejarah. Lara tidak pernah benar-benar mendapat penutup yang jelas. 

Ia menghilang setelah revolusi, lenyap di tengah kekacauan politik. Film Doctor Zhivago sengaja membiarkan nasibnya menggantung, menegaskan betapa mudahnya manusia tersapu oleh perubahan zaman.

Anak Yuri dan Lara — Warisan yang Tersisa

Bertahun-tahun kemudian, jejak cinta itu muncul kembali. Yevgraf, saudara tiri Yuri, bertemu seorang gadis muda yang diyakininya sebagai anak Yuri dan Lara. 

Petunjuk paling kuat hadir lewat balalaika yang ia mainkan. Alat musik itu menjadi simbol bakat yang diwariskan, seperti ibu Yuri dahulu, dan seperti Yuri yang menyalurkan jiwanya lewat puisi.

Makna Ending yang Ditinggalkan

Di sinilah pesan film Doctor Zhivago benar-benar terasa. Negara bisa mematahkan hidup seseorang, tapi tidak mampu mematikan seni. 

Puisi “Lara” tetap ada, dan bakat sang anak menjadi bukti bahwa jiwa Yuri terus berlanjut. Ending ini menegaskan satu hal: cinta dan ekspresi manusia selalu menemukan cara untuk bertahan.

Baca Juga, Yah! It’s a Wonderful Life (1946): “Alangkah Baiknya Kalau Aku Tak Pernah Lahir”

Daftar Pemain Doctor Zhivago

Daftar Pemain Doctor Zhivago

Sebelum menutup kisahnya, kenalan dulu dengan wajah-wajah yang menghidupkan tragedi besar ini, Lemolist.

  • Omar Sharif sebagai Dr. Yuri Zhivago
  • Julie Christie sebagai Lara Antipova
  • Geraldine Chaplin sebagai Tonya
  • Rod Steiger sebagai Victor Komarovsky
  • Alec Guinness sebagai Yevgraf Zhivago
  • Tom Courtenay sebagai Pasha / Strelnikov
  • Ralph Richardson sebagai Alexander Gromeko
  • Rita Tushingham sebagai The Girl (Tonya)

Warisan Cinta dan Sejarah dalam Film Doctor Zhivago

Film Doctor Zhivago menutup kisahnya dengan getir yang tenang. Lewat perjalanan Yuri, Lara, dan generasi setelahnya, film ini memperlihatkan bagaimana cinta, seni, dan kemanusiaan sering kali harus kalah oleh arus sejarah yang brutal. 

Namun justru di situ kekuatannya—kisah ini tidak berusaha menjadi heroik, melainkan jujur tentang rapuhnya manusia saat berhadapan dengan perubahan zaman. Puisi, musik, dan kenangan menjadi satu-satunya bentuk perlawanan yang tersisa.

Buat Lemolist yang suka cerita film dengan emosi dalam dan latar sejarah yang kuat, Doctor Zhivago masih relevan hingga hari ini. 

Kalau kamu ingin terus mengikuti ulasan, sinopsis, dan insight seputar berita film dan series dari berbagai sudut pandang, jangan ragu buat eksplorasi lebih jauh bareng kami di Lemo Blue.