Karena request dari Lemolist udah numpuk banget, Lemo Blue (Juno) pun baru kelar nonton sampai episode terakhir Made in Korea. Buat kamu yang masih bertanya-tanya made in korea tentang apa atau pengin dapat gambaran utuh sebelum (atau sesudah) nonton, yuk bahas bareng!
Series enam episode, thriller politik, berlatar Korea Selatan era 1970-an di bawah rezim otoriter Park Chung-hee, Made In Korea tentang konflik brutal antara kekuasaan, narkoba, dan moralitas.
Ceritanya mempertemukan agen intelijen haus kuasa dengan jaksa idealis yang keras kepala, di tengah jaringan kejahatan internasional dan negara yang korup.
Dan tentu saja, untuk mendukung pemeran di Made In Korea, plis banget nonton yang legal ya! Bisa kamu saksikan resmi di Disney Plus atau Hulu, mulai dari 25k-an dan bebas iklan!
Table of Contents
Rekap Made In Korea: Semua Issue yang Dibahas (Agak Berat Sih Emang)

Made In Korea tentang luka sistemik Korea Selatan di era 1970-an, saat negara terlihat kuat di luar, tapi rapuh dan busuk di dalam. Di sinilah ceritanya terasa berat, gelap, dan—jujur saja—nggak nyaman, tapi justru itu yang bikin nagih.
Korupsi Institusional jadi isu paling dominan. KCIA digambarkan sebagai “negara di dalam negara,” lembaga yang berdiri di atas hukum dan merasa punya legitimasi mutlak demi melindungi presiden.
Atas nama anti-komunisme, mereka bebas menjebak warga sipil, memanipulasi bukti, bahkan menghancurkan hidup orang-orang tak bersalah. Di titik ini, series seperti bilang: hukum bukan lagi soal benar atau salah, tapi siapa yang pegang kuasa.
Lalu ada perdagangan narkoba global yang jadi tulang punggung konflik. “Meth buatan Korea” diproduksi secara sistematis untuk diekspor ke Jepang lewat jaringan Yakuza.
Ironisnya, bisnis besar ini nggak cuma merusak negara lain, tapi juga menghancurkan keluarga-keluarga lokal—anak kehilangan orang tua, rumah tangga hancur, dan kemiskinan makin mengakar. Semua keuntungan mengalir ke elite, sementara rakyat cuma kebagian reruntuhan.
Aspek kontrol sosial ala rezim otoriter juga ditampilkan tanpa basa-basi. Jam malam, razia penampilan, aturan panjang rambut pria dan rok perempuan—semua jadi simbol bagaimana negara ikut campur sampai ke tubuh warganya.
Kebebasan personal dianggap ancaman, dan kepatuhan mutlak adalah mata uang bertahan hidup.
Yang paling menyedihkan, series ini juga bicara soal trauma generasi dan kemiskinan pasca perang. Banyak karakter digerakkan oleh rasa lapar—bukan cuma soal uang, tapi pengakuan dan rasa aman.
Beberapa memilih jalan “patriotisme” bukan karena cinta negara, tapi sebagai topeng untuk ambisi pribadi. Di dunia seperti ini, idealisme jadi kemewahan, dan moralitas sering kalah sama kebutuhan bertahan hidup.
Penjelasan Ending Made In Korea: Saat Keadilan Kalah Telak dari Kekuasaan

Bagian ini mengandung spoiler besar dari episode terakhir Made In Korea. Kalau kamu belum nonton sampai habis dan masih mau menikmati twist-nya tanpa bocoran, stop di sini dulu.
Kejatuhan Jaksa Jang Geon-young: Saat Strategi Terakhir Gagal Total
Di episode terakhir, Jaksa Jang Geon-young [Jung Woo-sung] melancarkan serangan pamungkasnya.
Ia berusaha menjebak Baek Gi-tae [Hyun Bin] dan adiknya dengan bantuan Kang Dae-il [Kang Gil-woo] sebagai informan kunci. Rencana ini bertumpu pada satu harapan: Pyo Hak-su [Roh Jae-won], agen KCIA yang ia kira sudah berbalik melawan Gi-tae.
Tapi di sinilah segalanya runtuh.
Alih-alih membantu penegakan hukum, Hak-su memilih jalur kekuasaan. Ia justru mengambil kaset rekaman dari kantor Gi-tae—bukti yang bukan menjatuhkan Gi-tae, melainkan menjerat Chief Na [Oh Dae-suk], atasan dan pelindung politik Geon-young, dalam kasus suap. Dalam hitungan jam, perlindungan politik Geon-young lenyap.
Tanpa tameng, Geon-young dilucuti dari jabatannya, ditangkap, dan dijebak atas kejahatan yang selama ini ia bongkar sendiri. Ironis dan tragis: jaksa paling bersih di series ini akhirnya menjadi korban sistem yang ia lawan.
Nasib Tragis Kang Dae-il: Kambing Hitam yang Dihabisi Sistem
Kang Dae-il mungkin adalah karakter paling menyedihkan di seluruh cerita. Terjebak antara rasa bersalah, kecanduan narkoba, dan pengkhianatan, ia dijadikan kambing hitam sempurna oleh KCIA.
Dalam tahanan, Dae-il mengakhiri hidupnya dengan cara brutal—menyuntikkan heroin murni ke tubuhnya lalu menerobos kaca ruang interogasi. Kematian ini bukan sekadar bunuh diri, tapi simbol kehancuran manusia kecil yang diperas habis oleh negara.
KCIA dengan dingin menimpakan seluruh jaringan narkoba ke pundaknya. Dengan satu mayat, semua dosa Gi-tae “dibersihkan” secara administratif. Negara kembali terlihat bersih di atas kertas.
Kenaikan Tahta Baek Gi-tae: Pembunuh yang Jadi Kepala KCIA
Sementara yang jujur tumbang, Baek Gi-tae justru naik ke puncak.
Ia sukses menuntaskan kerja samanya dengan klan Yakuza Ikeda dan mengalirkan miliaran dana kampanye ke Cheon Seok-jung [Jung Sung-il], penasihat presiden yang menjadi wajah resmi korupsi institusional. Transaksi ini mengamankan posisinya dalam rezim.
Series ditutup dengan momen paling dingin: Gi-tae dipromosikan menjadi Direktur Jenderal KCIA, posisi yang dulu dipegang oleh orang yang ia bunuh di awal season.
Dalam pidato akhirnya, ia mengucapkan sumpah setia pada negara—kosong, mekanis, tanpa makna. Jelas, yang ia cintai bukan Korea, tapi kekuasaan itu sendiri.
Retaknya Keluarga Baek: Menang Politik, Kalah Secara Manusia
Meski menang mutlak secara politik, Gi-tae kehilangan keluarganya.
- Baek Gi-hyeon, sang adik, muak dengan uang berdarah dan pengkhianatan moral kakaknya. Ia memutus hubungan dan pergi ke Vietnam, memilih jalan hidupnya sendiri yang jauh dari korupsi.
- Baek So-yeong, sang adik perempuan, tetap tinggal di sisi Gi-tae. Ia ikut menjalankan bisnis gelap itu—ironisnya sambil mengandung anak Kang Dae-il, pria yang dikorbankan sistem demi menyelamatkan keluarga Baek.
Keluarga tetap utuh secara darah, tapi hancur secara nilai.
Akhir yang Sengaja Tidak Memberi Harapan
Ending Made In Korea memang sengaja tidak memberi katarsis. Tidak ada keadilan yang ditegakkan, tidak ada sistem yang runtuh.
Yang ada hanyalah konfirmasi pahit: rezim menang, korupsi bertahan, dan orang baik disingkirkan.
Dan cerita ini belum selesai. Season 2 sudah resmi dikonfirmasi dan sedang diproduksi, dengan rencana rilis pada akhir 2026.
Dengan fondasi ending sekelam ini, satu hal pasti—konflik ke depan bakal lebih brutal, lebih personal, dan lebih berbahaya.
Saat Negara Menang, Manusia yang Kalah
Lewat Made In Korea, kita diajak melihat bagaimana kekuasaan yang dibungkus nasionalisme bisa berubah jadi mesin penghancur manusia.
Series ini menutup ceritanya dengan pahit tapi jujur: korupsi tidak tumbang, keadilan tidak dirayakan, dan orang-orang yang mencoba melawan sistem justru tersingkir.
Sebagai rekap series, perjalanan Baek Gi-tae, Jang Geon-young, dan para karakter lain terasa seperti potret kelam tentang bagaimana negara bisa memelihara kejahatan selama itu menguntungkan penguasa.
Dan karena ceritanya belum benar-benar selesai, Lemolist yang suka analisis mendalam, ending explained, dan rekap series lain dengan sudut pandang storytelling santai, kamu bisa lanjut eksplor lebih banyak bahasan series dan drama terbaru bareng Lemo Blue.

