Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Terbuang Dalam Waktu Barasuara Tentang…

‘Terbuang Dalam Waktu’ Barasuara: Sudah Siapkah Kita? 

Terbuang dalam waktu adalah track kedelapan dari album Jalaran Sadrah milik Barasuara, yang rilis tanggal 8 Agustus 2023. Ditulis oleh Gerald Situmorang, Asteriska, dan Iga Massardi, lagu ini memadukan energi rock Indonesia dengan aransemen orkestra dari Czech Symphony Orchestra. 

Dari nada pembukanya, kamu bisa langsung ngerasain bagaimana musik dan lirik berinteraksi—membawa kita ke suasana reflektif soal waktu yang terus berjalan dan emosi yang kadang terasa hilang percuma. 

Lemo Blue melihat lagu ini sebagai cerita tentang perjalanan dewasa, luka, dan cara menemukan pegangan di tengah waktu yang terbuang.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Terbuang Dalam Waktu Barasuara Tentang…

Perjalanan emosi seseorang menghadapi hidup yang terus berjalan, tentang seseorang yang perlahan menyadari hidup nggak lagi sesederhana dulu. 

Masa lalu yang dulu terasa pasti kini “terperai-perai menghilang”, luka lama muncul lagi, dan mimpi terasa tenggelam dalam kabut emosi—semua seolah terbuang dalam waktu. 

Tapi di tengah semua itu, ada cahaya dari orang yang dicintai; melihat mereka tumbuh dan bahagia memberi kekuatan untuk bertahan. 

Jadi intinya, lagu ini nggak cuma sedih, tapi juga reflektif, tentang kehilangan, bertahan, dan menemukan pegangan di tengah waktu yang terus berjalan.

Lirik lagu Barasuara terbuang dalam waktu

Verse Pertama — Menjadi Dewasa dan Perspektif yang Berubah

Lirik lagu Barasuara terbuang dalam waktu mengajak Lemolist merenung soal masa lalu dan perubahan diri.

Di bagian awal, Iga Massardi menyuarakan versi diri di masa lalu yang dulu menyepelekan keraguan. Kini, setelah menjadi dewasa, segala perspektif bergeser. 

Keikhlasan kadang bertabrakan dengan realita, membuat keyakinan lama terperai-perai menghilang. 

Lirik lagunya menangkap konflik internal yang wajar saat kita mulai menyadari bahwa hidup tidak lagi sesederhana dulu.

Pre-Chorus — Luka yang Tetap Ada Meski Waktu Jalan

Di pre-chorus, narator mempertanyakan apakah harapan masih ada saat hidup terasa berputar arah. Luka emosional tetap ada meski waktu berjalan, menciptakan momen rapuh dan tidak pasti. 

Lemo Blue melihat ini sebagai fase manusiawi: kita semua pernah merasa terombang-ambing, bingung menentukan arah sambil membawa beban lama.

Chorus Bagian Pertama — Emosi yang Terbuang

Chorus membuka sisi gelap lirik lagu terbuang dalam waktu: mimpi dan emosi yang meluruh.

Bagian pertama chorus menampilkan kerusakan emosional. Angan tenggelam dalam kabut amarah, luka lama terbuka tanpa tujuan. 

Frasa “terbuang dalam waktu” di sini menjadi metafora: air mata dan emosi yang terpendam akhirnya hilang percuma seiring waktu. 

Lirik lagu Barasuara terbuang dalam waktu berhasil menggambarkan rasa kehilangan yang halus tapi tajam.

Chorus Bagian Kedua — Menemukan Kekuatan di Orang Lain

Setelah gelap, lagu ini memberi secercah harapan lewat keberadaan orang lain.

Tone berubah lebih hangat. Narator mendapatkan energi dari melihat orang lain berkembang dan bahagia. 

Tawa dan kehadiran mereka memberi kekuatan untuk menghadapi waktu yang terus melaju. Lemo Blue menafsirkan bagian ini bukan soal bergantung, tapi saling menguatkan, menemukan pegangan hidup lewat hubungan yang tulus.

Outro — Menua, Kehilangan, tapi Cinta Tetap Bertahan

Lagu ditutup dengan refleksi tentang waktu, penuaan, dan cinta yang abadi.

Outro menegaskan bahwa seiring usia dan kehilangan pegangan, senyum orang terkasih jadi alasan untuk terus melangkah. 

Cinta yang melampaui waktu memberi kekuatan meski tubuh dan pikiran rapuh. Lirik lagu terbuang dalam waktu menegaskan pesan tentang kesetiaan dan pengabdian yang tidak lekang oleh usia atau keadaan.

Baca Juga, Yah! ‘Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan’ Payung Teduh: Jangan Cepat Pagi, Please!

Analogi Lemo Blue — “Terbuang dalam Waktu” Seperti Jembatan yang Terus Lapuk

Makna Lagu Terbuang Dalam Waktu

Sebelum masuk kesimpulan, Lemolist bisa membayangkan lagu ini lewat sebuah analogi sederhana tapi kuat.

Jembatan yang Menahan Segala Hujan dan Angin

Waktu, amarah, dan luka seperti hujan deras dan badai yang terus mengikisnya. Meski lapuk dan retak, jembatan tetap berdiri karena ujungnya menempel pada taman yang hidup dan subur — simbol orang terkasih yang memberi kekuatan. 

Keteguhan di Tengah Peluruhan

Jembatan ini terus menahan beban meski perlahan rapuh. Analogi ini menangkap makna lagu terbuang dalam waktu: rasa sakit dan kehilangan tetap ada, tapi keteguhan hati untuk menjaga dan terhubung dengan orang yang dicintai memberi alasan untuk bertahan. 

Lirik lagu terbuang dalam waktu memberi sensasi tenang tapi menyentuh hati, karena menunjukkan kekuatan di balik kerentanan.

Menemukan Makna di Balik “Terbuang dalam Waktu”

arti Lagu Terbuang Dalam Waktu

Lagu terbuang dalam waktu mengajak merenung tentang luka, kehilangan, dan cara kita bertahan menghadapi perjalanan hidup. 

Dari emosi yang meluruh hingga kekuatan yang muncul lewat kehadiran orang lain, lirik lagu menangkap konflik batin sekaligus harapan yang halus tapi nyata. Lagu ini adalah pengingat bahwa meski waktu terus berjalan, makna dan perasaan yang tulus tetap bisa bertahan.

Makna lagu terbuang dalam waktu tidak hanya soal kesedihan atau penuaan, tapi juga tentang menemukan pegangan di orang-orang yang memberi energi positif. 

Untuk Lemolist yang ingin terus menggali cerita di balik lagu dan fenomena musik lainnya, jangan ragu mengeksplorasi lebih banyak berita musik seru dan insight mendalam hanya di Lemo Blue!