Makna Lagu Alexandra Reality Club

‘Alexandra’ Reality Club: Udah Tau Bakal Sakit, Malah Lanjut

Alexandra adalah lagu kesembilan dari album What Do You Really Know? (2019) milik Reality Club, dan dari awal sudah terasa punya cerita sendiri. 

Lagu ini dirilis pada 14 Agustus 2019, ditulis sekaligus dibawakan oleh Faiz Novascotia Saripudin, dengan produksi digarap bersama Wisnu Ikhsantama W. 

Di balik nuansa rock yang khas, lagu ini dibuat oleh formasi penuh band: gitar berlapis, bass yang solid, drum yang stabil, plus sentuhan keyboard dan vokal latar. 

Direkam dengan serius hingga tahap mixing dan mastering internasional, lagu ini salah satu titik penting yang memperlihatkan arah musikal dan naratif Reality Club saat itu.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Alexandra Reality Club Tentang…

Cinta yang sudah jelas berbahaya, tapi tetap dilanjut. Ceritanya datang dari sudut pandang seseorang yang sejak awal sadar kalau ada sosok yang membawa masalah. 

Semua tanda bahaya terlihat, tapi rasa kagum dan ketertarikan terasa terlalu kuat untuk dihindari. Cinta ini tumbuh cepat, penuh imajinasi, bahkan sampai menempatkan Alexandra seperti figur yang dipuja.

Di balik itu, lagu ini juga jujur soal akhirnya. Hubungan ini diprediksi akan patah sebelum benar-benar dimulai. 

Jadi, “Alexandra” bukan kisah cinta manis, melainkan potret crush dan obsesi—ketika seseorang memilih menikmati keindahan sesaat, walau tahu konsekuensinya adalah sakit hati.

“Right From the Start” — Tahu Ini Salah, Tapi Tetap Jalan

Makna Lagu Alexandra Reality Club

Sejak baris pembuka, tokoh dalam lagu ini sudah paham betul siapa Alexandra di hidupnya. Ia sadar sejak pertemuan pertama bahwa sosok ini membawa masalah. 

Tidak ada proses jatuh cinta yang pelan atau aman—semuanya langsung, jujur, dan tanpa ilusi. Kesadaran ini justru mempertegas konflik batin: tahu ini berbahaya, tapi tetap memilih bertahan di dalamnya.

Referensi Kekerasan dan Chaos sebagai Alarm Bahaya

Perbandingan Alexandra dengan geng motor dari Charming atau “old ultraviolence” bukan sekadar gaya bahasa. 

Referensi ini berfungsi sebagai tanda bahaya yang jelas—liar, destruktif, dan penuh risiko. Lagu ini sengaja memakai citra chaos untuk menunjukkan bahwa ancaman ini nyata, bukan imajinasi berlebihan.

Bentuk Devosi yang Sudah Lewat Logika

Tokoh aku dalam lagu ini tidak mencoba membenarkan perasaannya. Ia mengakuinya apa adanya. Perasaan ini tumbuh melampaui logika, batas waktu, bahkan akal sehat. Cinta digambarkan sebagai keputusan emosional, bukan hasil pertimbangan rasional.

arti Lagu Alexandra Reality Club

Gambaran menunggu ratusan juta jam di bangku taman di bulan menunjukkan tingkat obsesi yang ekstrem. 

Ini bukan janji realistis, tapi simbol kesediaan untuk mengorbankan segalanya demi sekilas kehadirannya. Lagu alexandra memakai hiperbola ini untuk menegaskan betapa perasaan tersebut sudah tak terkendali.

Imaji Dewa, Rock Star, dan Kompleks Penyelamat

Alexandra digambarkan sebagai dewi, bintang rock, bahkan penyelamat umat manusia. Ia ditempatkan di posisi yang nyaris religius. 

Dalam lagu alexandra, ini mencerminkan cara tokoh aku memandang Alexandra sebagai sosok yang lebih besar dari hidupnya sendiri—seseorang yang dianggap kebal dari kehancuran.

Kenapa Tokoh Aku Menempatkan Alexandra Terlalu Tinggi

Penggambaran ini lahir dari kekaguman berlebihan dan kebutuhan emosional. Tokoh aku melihat Alexandra sebagai figur yang telah melewati banyak luka, sehingga terasa kuat dan tak tergoyahkan. Penempatan yang terlalu tinggi ini justru menjadi awal ketimpangan dalam hubungan mereka.

“Barely Met Her” — Cinta yang Dibangun dari Ilusi

Pengakuan bahwa cinta itu tumbuh meski hampir tidak saling mengenal menunjukkan betapa hubungan ini dibangun dari proyeksi, bukan kenyataan. Lagu ini menyorot fenomena jatuh cinta pada bayangan, bukan pada manusia seutuhnya.

Patah Hati yang Sudah Diramal Sejak Awal

Penutup emosional lagu ini tidak berisi penyesalan, melainkan penerimaan. Tokoh aku sadar bahwa hati mereka akan hancur bahkan sebelum kisah itu benar-benar berjalan. Sejak awal, akhir yang menyakitkan sudah terasa tak terelakkan.

Baca Juga, Yah! ‘Am I Bothering You’ Reality Club: Maaf, Gugup!

Lagu Ini Bicara Tentang Kita, Bukan Hanya Alexandra!

arti lirik Lagu Alexandra Reality Club

Alexandra dalam lagu ini bekerja seperti metafora. Ia mewakili sosok, situasi, atau perasaan yang kita tahu akan menyakiti, tapi tetap kita kejar. 

Perasaan itu digambarkan seperti menatap gerhana matahari—terang, memesona, dan berisiko. Lagu ini menunjukkan pilihan sadar untuk menerima luka, demi merasakan keindahan sesaat yang terasa hampir surgawi, meski akhirnya berujung patah hati.

Alexandra dan Pilihan untuk Tetap Terluka

Lagu “Alexandra” bercerita tentang keputusan sadar untuk tetap mencintai meski tahu akhirnya menyakitkan. Lagu ini tidak menghakimi tokohnya, justru memperlihatkan kejujuran emosional saat seseorang memilih rasa daripada logika. 

Karakter pada lagu ini hadir sebagai simbol keindahan yang berbahaya—memikat, intens, dan sejak awal sudah menyimpan potensi patah hati. Semua terasa cepat, dalam, dan tak rasional, tapi justru di situlah kekuatan ceritanya.

Lewat lagu ini, Reality Club menangkap fase cinta yang sering dialami banyak orang: tahu salah, tetap dijalani. 

Jika kamu suka membedah makna lagu dan cerita di balik musik dengan sudut pandang santai tapi tajam, masih banyak berita musik dan analisis serupa yang bisa kamu eksplorasi di Lemo Blue. Siapa tahu, ada lagu lain yang ceritanya diam-diam mirip dengan hidupmu.