Makna Lagu Is It The Answer? Reality Club

‘Is It The Answer?’ Reality Club: “Adalah Pokoknya”

Is it the answer—pertanyaan sederhana ini jadi pintu masuk ke debut single Reality Club yang rilis pada April 2016. Lagu ini bukan cuma perkenalan band indie-rock asal Indonesia itu, tapi juga awal dari perjalanan musikal mereka di album Never Get Better

Ditulis oleh Faiz Novascotia Saripudin, lagu ini hadir dengan riff gitar catchy yang terinspirasi dari Last Dinosaurs dan nuansa The Strokes yang kental. 

Dengan dua vokal utama dari Faiz dan Fathia Izzati, “Is It the Answer?” membawa energi optimistis yang akhirnya mengantarkan Reality Club meraih dua AMI Awards pada 2018.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Is It The Answer? Reality Club Tentang…

Hubungan cinta yang tidak direstui dan dilema besar di dalamnya. Lagu ini tentang pasangan yang sedang berada di persimpangan: tetap bersama dan menghadapi penolakan, atau berpisah karena tekanan dari luar. 

Lagu ini juga mempertanyakan anggapan klasik bahwa cinta selalu jadi solusi. Lewat liriknya, cinta digambarkan sebagai perasaan yang datang tanpa diminta, tapi tidak otomatis menyelesaikan masalah. 

Intinya, lagu ini tentang keraguan, kedewasaan, dan keberanian memilih untuk menghadapi konflik bersama, meski jawabannya tidak pernah benar-benar pasti.

Makna Lagu Is It The Answer? Reality Club

Bukan Romeo & Juliet Versi Kabur

Di lagu Is It the Answer, kisah cintanya tidak dibangun dari fantasi kabur berdua demi cinta. Justru sebaliknya, Lemolist. Reality Club menggambarkan pasangan yang harus berhadapan langsung dengan orang tua yang tidak menyetujui hubungan mereka. 

Larangan itu hadir sebagai konflik nyata, dan liriknya menunjukkan keputusan untuk tetap tinggal, bicara, dan menanggung risikonya. Cinta di sini diuji lewat keberanian, bukan pelarian.

Dewasa Itu Berani Menghadapi Konsekuensi

Cerita dalam lagu ini menempatkan cinta sebagai tanggung jawab emosional. Ada kesadaran bahwa perasaan saja tidak cukup jika tidak disertai kesiapan menghadapi dampak sosial dan keluarga.

 Lagu ini dengan tegas menjauh dari romantisasi “kabur demi cinta” dan memilih sudut pandang yang lebih dewasa: bertahan berarti siap menerima konsekuensi.

Skeptisisme terhadap Klise Romantis

Lirik “Love is the answer so they say” menjadi pintu masuk kritik terhadap narasi cinta populer. Saat ancaman perpisahan benar-benar ada, keyakinan itu mulai goyah. 

Lagu Is It the Answer menunjukkan keraguan yang jujur: cinta sering disebut solusi, tapi realita membuktikan masalah tidak selalu selesai hanya dengan perasaan.

Saat Pergi Terasa Lebih Mudah, Tapi Menyakitkan

Pertanyaan “Is it the answer?” muncul sebagai dilema utama. Berpisah memang tampak seperti jalan keluar paling sederhana, tapi lagu ini mempertanyakan apakah solusi itu benar-benar menyelesaikan segalanya. Ada ketakutan bahwa mengakhiri hubungan justru meninggalkan luka yang lebih dalam.

Jatuh Cinta Bukan Pilihan Rasional

Kalimat “I’m in love not because I want to” menegaskan bahwa cinta hadir tanpa izin logika. Perasaan ini tidak direncanakan dan tidak bisa dihentikan begitu saja. Lagu ini memotret cinta sebagai pengalaman yang terjadi, bukan keputusan yang bisa dibatalkan kapan pun.

Tekanan Eksternal vs Perasaan Internal

Konflik batin menjadi semakin berat ketika tekanan dari luar menuntut hubungan itu berakhir. Di satu sisi ada tuntutan untuk berhenti, di sisi lain ada perasaan yang terus hidup. 

Lagu Is It the Answer memperlihatkan cinta sebagai beban emosional, tapi sekaligus sumber kekuatan untuk menghadapi situasi yang tidak ideal.

Baca Juga, Yah! ‘To the Bone’ Pamungkas: Berisiko, Tapi Gas Gas Aja!

Is It the Answer? atau Justru Bertahan Bersama?

arti Lagu Is It The Answer? Reality Club

Reality Club tidak pernah memaksa satu kesimpulan mutlak. Pertanyaan di judul dan chorus dibiarkan menggantung, seolah mengajak kamu ikut berada di posisi tokohnya. 

Berpisah mungkin terlihat logis, bertahan terasa melelahkan. Lagu ini sadar bahwa hidup jarang hitam-putih, dan cinta tidak selalu punya solusi instan.

Alih-alih menjual drama, lagu ini memilih kejujuran. Menghadapi masalah bersama digambarkan sebagai proses yang berat, tapi nyata. Ada ketakutan, ada ragu, tapi juga ada keinginan untuk tidak menyerah begitu saja. Di sini, cinta hadir sebagai teman berjuang, bukan jalan pintas.

Optimisme dalam lagu Is It the Answer terasa membumi. Tidak ada janji bahwa semuanya akan baik-baik saja. 

Yang ada hanyalah keyakinan kecil bahwa menghadapi kenyataan bersama lebih masuk akal daripada menghindar sendirian. Sebuah harapan yang tidak berisik, tapi jujur dan relevan.

Ketika Pertanyaan Lebih Penting dari Jawaban

lirik Lagu Is It The Answer? Reality Club

Pada akhirnya, lagu Is It the Answer tidak berdiri sebagai lagu yang ingin menggurui. Reality Club memilih meninggalkan kita dengan satu pertanyaan jujur tentang cinta, pilihan, dan keberanian menghadapi konsekuensi. 

Lagu ini menegaskan bahwa cinta tidak selalu menyelesaikan masalah, tapi kehadiran orang yang tepat bisa membuat konflik terasa lebih bisa dijalani. Sebuah refleksi dewasa tentang hubungan yang diuji realita, bukan dongeng romantis.

Buat Lemolist yang suka mengulik makna di balik lagu, cerita seperti ini selalu punya ruang untuk ditafsirkan lebih dalam. Masih banyak berita musik dan ulasan lagu lain dengan sudut pandang khas yang bisa kamu temukan di Lemo Blue.