The Jungle Book dihidupkan lagi dengan teknologi CGI super realistis yang bikin kamu lupa kalau itu film live-action. Disutradarai oleh Jon Favreau dan ditulis oleh Justin Marks, film ini diadaptasi dari karya legendaris Rudyard Kipling.
Dirilis pada 15 April 2016, berdurasi 1 jam 46 menit, dan memenangkan 1 Oscar dari total 33 kemenangan serta 56 nominasi, The Jungle Book membawa kita ke dunia yang penuh aksi, drama, dan keajaiban—sebuah perpaduan antara nostalgia dan kehebatan visual modern.
Table of Contents
Sinopsis The Jungle Book (2016): Kisah Manusia Rimba yang Mencari Jati Diri

Sejak kecil, Mowgli, bocah manusia yang tumbuh di tengah keluarga serigala, udah terbiasa hidup dengan aturan hutan. Ia diselamatkan oleh Bagheera, seekor macan kumbang bijak, dan dibesarkan oleh induk serigala Raksha bersama kawanan yang dipimpin Akela.
Kedamaian hutan mulai goyah ketika Shere Khan, harimau bengis yang benci manusia, muncul. Saat musim kemarau, ketika semua hewan berbagi air di “Peace Rock”, Shere Khan melihat Mowgli dan bersumpah akan membunuhnya.
Dari sinilah petualangan Mowgli dimulai—ia harus meninggalkan satu-satunya rumah yang pernah ia kenal.
Dalam pelariannya, The Jungle Book mempertemukan Mowgli dengan dua sosok penting: Bagheera yang tegas tapi penyayang, dan Baloo, beruang santai yang mengajarkannya menikmati hidup.
Mereka menuntun Mowgli menuju desa manusia, tapi perjalanan itu nggak mudah. Ia nyaris dimangsa Kaa, ular raksasa yang bisa menghipnotis dengan tatapan mata, dan harus menghadapi King Louie, kera raksasa yang ingin tahu rahasia api manusia.
Sepanjang kisah The Jungle Book, Mowgli belajar menghadapi ketakutan, menemukan keberanian, dan memahami bahwa “rumah” bukan cuma soal tempat—tapi tentang siapa yang kamu perjuangkan. Di balik semua aksi dan keindahan visualnya, film ini ngajarin kita satu hal sederhana:
Kadang untuk menemukan diri sendiri, kamu harus berani tersesat dulu.
Baca Juga, Yah! The Ugly (2025): Ketika Wajah Jadi Dosa
Ending The Jungle Book (2016): Arti Sebenarnya di Balik Keputusan Mowgli

Kalau kamu perhatiin, ending The Jungle Book (2016) terasa beda banget dari versi animasinya. Jon Favreau menutup kisah ini dengan nuansa yang lebih reflektif dan berani. Alih-alih mengikuti pola klasik di mana Mowgli kembali ke desa manusia, film ini memberi ruang bagi Mowgli untuk menentukan jalannya sendiri.
Kematian Shere Khan dan Simbol Api
Pertarungan terakhir antara Mowgli dan Shere Khan jadi momen paling intens di The Jungle Book. Api—yang disebut “bunga merah” oleh para hewan—menjadi simbol kekuatan manusia sekaligus kehancuran.
Saat Shere Khan terjatuh ke dalam kobaran api, itu menandai akhir dari terornya dan kemenangan Mowgli atas ketakutan terdalamnya. Momen ini menunjukkan kalau Mowgli bukan lagi bocah yang lari dari bahaya, tapi seseorang yang berani menatapnya langsung.
Pilihan Mowgli untuk Tetap di Hutan
Setelah pertarungan itu, The Jungle Book menutup kisahnya dengan keputusan besar: Mowgli memilih tinggal di hutan. Ia tetap bersama kawanan serigala, bermain dengan Baloo, dan berpatroli bersama Bagheera.
Ending ini bikin penonton mikir—apakah ini versi yang lebih “jujur” terhadap karya Rudyard Kipling?
Di bukunya, Mowgli memang digambarkan hidup di antara dua dunia: manusia dan binatang. Pilihan untuk tetap di hutan terasa seperti pengakuan bahwa jati dirinya kini menyatu dengan alam, bukan terpisah darinya.
Penutup Simbolis Buku Cerita
Bagian terakhir The Jungle Book (2016) terasa hangat dan puitis. Adegan buku yang menutup di akhir film menjadi cermin dari versi klasik 1967 yang dibuka dengan buku cerita yang terbuka. Sentuhan ini bikin film terasa seperti dongeng yang selesai dengan tenang.
Di tengah kredit penutup, King Louie kembali terdengar menyanyikan lagu legendaris “I Wanna Be Like You”, seolah mengingatkan kamu bahwa meski kisahnya usai, semangat petualangan di hutan itu masih hidup di benak semua penontonnya.
Baca Juga, Yah! Hedda (2025): Dia Cuma Terjebak di Dunia yang Salah!
Daftar Pemain dan Pengisi Suara The Jungle Book (2016)

The Jungle Book (2016) jadi unik karena cuma punya satu aktor manusia di tengah dunia hutan penuh karakter CGI. Sisanya? Diisi oleh deretan aktor dan aktris top Hollywood yang suaranya bikin tiap hewan terasa hidup dan berkarakter.
- Neel Sethi – Mowgli (satu-satunya aktor live-action)
- Bill Murray – Baloo (voice)
- Ben Kingsley – Bagheera (voice)
- Idris Elba – Shere Khan (voice)
- Lupita Nyong’o – Raksha (voice)
- Scarlett Johansson – Kaa (voice)
- Giancarlo Esposito – Akela (voice)
- Christopher Walken – King Louie (voice)
- Garry Shandling – Ikki (voice)
- Jon Favreau – Pygmy Hog (voice)
- Brighton Rose Favreau – Gray (voice)
- Emjay Anthony – Young Wolf (voice)
- Max Favreau – Young Wolf (voice)
The Jungle Book, Nostalgia yang Dihidupkan Kembali Lewat Teknologi
The Jungle Book (2016) berhasil menyatukan nostalgia masa kecil dengan kecanggihan teknologi modern. Jon Favreau menghadirkan kisah klasik Mowgli dalam balutan visual yang megah dan emosional, membuktikan bahwa CGI bisa punya jiwa jika digunakan dengan hati.
Dari detail bulu hewan hingga cahaya hutan yang terasa nyata, film ini jadi salah satu adaptasi terbaik yang tetap menghormati warisan Rudyard Kipling sambil memperkenalkan kisahnya ke generasi baru.
Yuk, lanjut jelajahi dunia sinema lebih dalam dengan baca berbagai berita film dan ulasan seru lainnya di Lemo Blue—tempat di mana layar lebar dan kisah hebat bertemu!

