Sinopsis Telaga Suriram

Telaga Suriram (2025): Rahasia Keluarga Terkubur di Dasar Sumur

Telaga Suriram adalah film horor misteri asal Malaysia yang siap bikin kamu merinding bukan cuma karena hantunya, tapi juga karena kisah kelam di baliknya. 

Disutradarai dan ditulis langsung oleh Osman Ali, film berdurasi 130 menit ini membawa kamu ke Kampung Chendana di era 1980-an—sebuah desa sunyi yang menyimpan rahasia hitam di dasar sumur tua. 

Dengan visual alam Perak, Kedah, dan Langkawi yang mistis, serta lagu tema “Sesal” dari Siti Nurhaliza, Telaga Suriram terasa seperti dongeng rakyat yang berubah jadi mimpi buruk. Siap buat menyelami terornya, LemoList?

Sinopsis Telaga Suriram

Telaga Suriram sinopsis

“Hidup bagai wayang yang berputar dalam telaga hitam. Manusia akan terus hidup dalam putaran cerita yang sama, bercerita tentang cerita yang benar atau palsu. Berjuang untuk yang sudah mati.” 

Kisah berpusat pada hilangnya Suriram (Puteri Rafasya), gadis 10 tahun yang manis dan satu-satunya anak Rohaya (Maya Karin) dan Sopiyan (Fauzi Baadilla) di sebuah desa terpencil. 

Suriram sering bermain dengan Maimon (Nabila Huda), anak Mak Tijah (Ellie Suriaty) yang dikenal pendiam dan dianggap lamban, meski sebenarnya ada trauma tersembunyi di balik sikapnya.

Ketika Suriram menghilang dekat sumur tua bersama Maimon, ketegangan desa memuncak. Warga mulai menaruh curiga, bahkan menduga adanya ritual gelap atau pengorbanan. 

Misteri semakin menebal saat jasad Suriram ditemukan tenggelam di telaga itu. Desa pun dihantui arwahnya; keganjilan dan teror menyelimuti warga.

Inspektur Kamilia (Scha Alyahya) dipanggil untuk mengusut kasus ini. Bersama Zakir (Farid Kamil), anak kepala desa Hj Mulok (Zack Zabhas), mereka menghadapi kejadian supranatural yang menguji logika dan keberanian. 

Sumur tua menjadi simbol kunci, dipercaya Mak Tijah punya kekuatan penyembuhan, tapi ada juga yang menilai sebagai tempat pemujaan. Teror ini memaksa Rohaya dan Sopiyan menyingkap masa lalu gelap desa mereka.

Baca Juga, Yah! The Elixir [Abadi Nan Jaya] (2025): Racikan Jamu Jadi Terror Zombie? Kok Iso?  

Ending Film Telaga Suriram (Spoiler Alert!)

Ending Film Telaga Suriram

Ketika desa terus diteror arwah, warga mengambil langkah ekstrem: Maimon dikurung di sangkar dekat gua, dianggap penyebab semua malapetaka. 

Padahal Maimon tidak benar-benar lamban; dia mengalami PTSD dan mutisme selektif akibat trauma seksual, yang menjelaskan mengapa ia kadang bisa berbicara.

Kebenaran akhirnya terungkap. Rohaya, ibu Suriram, adalah pelaku sebenarnya. Maimon membeberkan fakta ini setelah lama diam. 

Rohaya mengaku, malam itu ia menemukan Suriram dengan luka di kepala dekat sumur, panik mencari pertolongan, tapi ketika kembali, Suriram hilang. Ia menegaskan ada roh jahat yang ikut terlibat.

Penyelidikan polisi gagal menyelesaikan kasus secara tuntas. Misteri justru dituntaskan melalui interaksi dengan arwah Suriram. 

Bagian akhir film berubah menjadi slasher sebelum menutup dengan melodrama, menghadirkan sosok jahat yang memunculkan ketegangan emosional dan moral.

Telaga Suriram menutup cerita dengan simbol telaga sebagai cerminan dosa, rahasia, dan beban masa lalu yang tak bisa dihindari.

Baca Juga, Yah! Attack 13 (2025): Bullying dan Arwah Balas Dendam Menjadi Satu

Review Telaga Suriram — Worth It atau Skip Aja?

Review Telaga Suriram

LemoList, sekarang saatnya kita kulik Telaga Suriram dari sisi seram, akting, dan keseluruhan pengalaman nontonnya.

Alasan yang Bikin Filmnya Keren

Telaga Suriram punya pemain yang solid. Nabila Huda paling mencuri perhatian sebagai Maimon, menghadirkan kerentanan dan kompleksitas karakter meski minim dialog. 

Maya Karin sukses memerankan Rohaya yang berduka, sementara chemistry antara Maya Karin dan Farid Kamil terasa natural dan mengingatkan kita pada karya mereka sebelumnya.

Desa Kampung Chendana hidup lewat lanskap Perak, Kedah, dan Perlis. Setelan kostum dan properti 1985 mendukung nuansa klasik. Horror Telaga Suriram terasa nyata lewat gangguan arwah, mimpi menakutkan, dan unsur saka yang menegangkan.

Kehilangan Suriram dan kesedihan orang tua menyentuh emosi penonton. Adegan warga yang menuduh Maimon jadi cerminan sisi gelap manusia. Telaga Suriram mampu mengangkat ketakutan nyata dalam balutan cerita mistik.

Peringatan Buat LemoList (Kelemahan Film)

Script dan pacing terasa lambat, genre campur-campur bikin cerita kadang membingungkan. Jump scare berlebihan dan CGI ada yang konyol. 

Penyelidikan polisi tidak memecahkan misteri, malah arwah Suriram yang “menyelesaikan”. Masalah teknis audio dan editing juga terlihat, sementara OST kurang dimaksimalkan.

Kalau Menurut Lemo Blue Sih.. 

Kalau kamu suka horor dengan atmosfer kuat dan akting memikat (khususnya Nabila Huda), Telaga Suriram layak ditonton. Tapi, siap-siap menghadapi cerita yang agak berbelit, jump scare sederhana, dan campuran genre yang kadang tak konsisten. 

Daftar Pemain Telaga Suriram (Full Cast)

Ini dia para pemain yang bikin Telaga Suriram hidup dan menegangkan:

  • Maya Karin – Rohaya
  • Nabila Huda – Maimon
  • Farid Kamil – Zakir
  • Scha Alyahya – Inspektur Kamilia
  • Puteri Rafasya – Suriram
  • Ellie Suriaty (Omar) – Mak Tijah
  • Fauzi Baadilla – Sopiyan
  • Zack Zabhas – Hj Mulok (Kepala Desa)
  • Sri Idrina – Manisah
  • Amar Bahri Shafiee – Jabet
  • Naza Manas – Long Derani

Misteri dan Luka di Dasar Telaga

Telaga Suriram tentang trauma, kesedihan, dan rahasia kelam di sebuah desa, menghadirkan ketegangan sekaligus refleksi soal rasa bersalah dan kerapuhan manusia. 

Sumur tua di desa itu jadi simbol dari misteri yang tak bisa dihindari, menyatukan unsur supranatural dan konflik emosional dengan cara yang unik.

Kalau kamu penasaran sama film yang memadukan misteri, budaya, dan tragedi manusia, Telaga Suriram layak masuk daftar tontonanmu. 

Jangan lupa eksplor berita film dan rekap series lainnya di Lemo Blue, biar selalu update sama rekomendasi tontonan menarik dari Asia Tenggara!