Sihir pelakor (Cursed) adalah film dengan cerita yang bakal nyentuh bagian terdalam dirimu, LemoList!. Dari kisah nyata yang sempat viral, film garapan Bobby Prasetyo ini membawa kita menyusuri trauma sebuah keluarga yang hancur bukan cuma oleh perselingkuhan, tapi juga sihir Sabdo Pandito.
Bayangin, seorang ayah tiba-tiba berubah, rumah jadi dingin, dan suara-suara aneh mulai muncul. Dengan durasi 93 menit, film Indonesia berbahasa lokal ini bahkan mencetak rating IMDb 7.7, bukti kalau ceritanya nggak main-main.
Table of Contents
Film Sihir Pelakor Tentang Apa?

Sinopsis sihir pelakor tentang bagaimana sebuah keluarga berubah dalam hitungan hari karena satu keputusan yang salah. Semua bermula ketika Edi, ayah Vita, pamit pergi kerja.
Awalnya terdengar biasa saja, sampai waktu berjalan jauh lebih lama dari yang seharusnya. Jumiati mulai sakit-sakitan, sementara Vita merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Setelah menggali kebenaran, Vita akhirnya tahu Edi berselingkuh dan tak berniat pulang.
Sebelum kamu berpikir ini sekadar drama rumah tangga, tunggu dulu. Rini, perempuan yang masuk ke hidup Edi, ternyata menguasai Sabdo Pandito, sihir Jawa kuno yang bisa mengikat pikiran dan perasaan seseorang.
Edi berubah total sejak itu—dingin, kosong, seperti bukan dirinya. Rumah mereka mulai dipenuhi suara aneh dan gangguan yang tidak terlihat. Di tengah kekacauan itu, Vita berusaha memulihkan keluarganya.
Jumiati makin lemah, dan satu-satunya petunjuk datang dari seorang ustaz yang mengonfirmasi bahwa Edi terikat oleh sihir.
Vita yang masih remaja mencoba menghadapi teror gaib itu sambil menjaga ibunya dan mencari cara untuk mengembalikan ayahnya. Luka dan ketakutan dari masa kecil ini terus membekas hingga Vita dewasa.
Baca Juga, Yah! Jabang Mayit (2025): Horor Lokal dengan Luka Ibu dan Ritual Kelam
Penjelasan Ending Sihir Pelakor (Spoiler Alert!)

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling bikin nyesek sekaligus merinding: penjelasan ending sihir pelakor. Di sini kamu bakal lihat bagaimana cerita ditutup dengan cara yang nggak manis, tapi justru terasa paling dekat dengan realita.
Apa yang Terjadi di Akhir Film
Akhir Sihir Pelakor meninggalkan luka yang sulit ditelan. Rini, pelakor yang memakai sihir Sabdo Pandito, berhasil mempertahankan Edi sampai akhir film. Tidak ada rekonsiliasi, tidak ada kembalinya ayah ke rumah. Jumiati dan Vita harus menerima kenyataan bahwa keluarga mereka benar-benar terpecah.
Vita kecil akhirnya memilih menjalani hidup tanpa menunggu kepulangan ayahnya. Di sisi lain, trauma yang ia alami mengendap sampai ia dewasa. Ending ini memperlihatkan bahwa beberapa luka memang tidak sembuh, hanya bisa dihadapi.
Simbolisme dan Pesan Emosional
Walau pahit, film ini meninggalkan secercah harapan. Vita yang dewasa menemukan keberanian untuk berdamai dengan masa lalunya. Bukan karena semuanya membaik, tapi karena ia memilih berhenti dikendalikan oleh kenangan buruk itu.
Pesan moralnya kuat: kekuatan mistis dapat merusak keluarga, namun kekuatan hati menentukan bagaimana seseorang bangkit setelah kehancuran. Dalam perspektif horor, inilah bagian yang paling menghantui—bukan gaibnya, tapi luka yang tetap melekat.
Baca Juga, Yah! Kitab Sijjin & Illiyyin (2025): Sabar Yul! Tenangin Diri Lo!
Review Sihir Pelakor – Worth It atau Skip?

Mari kita bahas dulu bagaimana film ini bekerja sebagai horor psikologis yang berbalut drama keluarga. Dari sini kamu bakal tahu apakah “Sihir Pelakor” cocok buat selera kamu atau tidak.
Apa yang Membuat Film Ini Layak Tonton
Film ini dapet banyak pujian karena berani ngangkat sisi paling gelap dari rumah tangga yang retak. Horornya bukan yang meledak-ledak, tapi muncul dari kesunyian: meja makan yang terasa dingin, tatapan ayah yang kosong, sampai suara ibu yang makin lemah hari demi hari.
Bobby Prasetyo ngarahin film ini dengan suasana yang intens. Lampu redup, bisikan samar, dan kamera yang bergerak pelan bikin kamu ngerasain terornya tanpa harus disergep jump scare.
Kekuatan “Sihir Pelakor” ada di horor psikologisnya. Penontonnya dibuat merasakan tekanan batin keluarga yang dihantam sihir Sabdo Pandito. Elemen gaibnya terasa dekat karena ditempatkan di setting rumahan Indonesia yang familiar.
Akting para pemainnya juga nancep. Asmara Abigail sebagai Rini bikin kamu kesel setengah mati. Sementara Anodya Shula sebagai Vita terasa alami—tangisannya nggak dramatis berlebihan, tapi langsung nusuk ke hati.
Kekurangan atau Catatan
Beberapa penonton mungkin merasa pacing-nya agak lambat karena fokus pada suasana dan emosi. Kalau kamu cari horor yang penuh teriakan, penyihir bentuk jelas, atau efek visual besar, film ini bakal terasa lebih “sunyi”.
Kalau Menurut Lemo Blue Sih…
Kalau kamu suka horor yang membahas mental, trauma, dan keluarga, film ini worth it banget. Sebaliknya, kalau kamu cuma cari hiburan horor instan, film ini mungkin terasa berat.
Sebagai penutup, “Sihir Pelakor” menawarkan pengalaman yang menggigit—lebih pedih di hati daripada kaget di mata.
Daftar Pemain Sihir Pelakor
Kenalan juga sama para wajah yang bikin cerita di “sihir pelakor” jadi hidup, panas, dan penuh teror. Berikut deretan pemain lengkapnya.
- Anodya Shula Neona Ayu sebagai Vita
- Marcella Zalianty sebagai Jumiati
- Fathir Muchtar sebagai Edi
- Asmara Abigail sebagai Rini (Pelakor)
- Hana Malasan sebagai Vita Dewasa
- Jared Ali sebagai Dwi
- Alfie Alfandi sebagai Ustadz Rahmat
- Indra Birowo sebagai Pak Burhan
- Ruth Marini sebagai Dukun
- Ara Ajisiwi sebagai Ratu Iblis
- Fajar Aditya sebagai Hartono
- Fadi Alaydrus sebagai Dwi Remaja
- Sofia Yulinar sebagai Bu Burhan
- Sania Leonardo sebagai Ningsih
- Nissy Ariana Meinard sebagai Maya
- Adhisty Zara sebagai Pelanggan Salon
- Sarazany sebagai Ratna
- Tania Hantara sebagai Kuntilanak
Teror, Trauma, dan Realita yang Menyeret Penonton
Sihir Pelakor menutup ceritanya dengan rasa ngilu yang pelan tapi membekas. Semua horor, konflik keluarga, dan luka batin yang dialami Vita terasa nyata karena film ini berdiri di antara dunia mistis dan realita sosial yang sering kita temui.
Cerita ini bukan soal setan yang muncul tiba-tiba, tapi tentang bagaimana hati manusia bisa runtuh ketika diseret oleh kekuatan yang tak terlihat. Lewat pendekatan psikologis dan atmosfer yang intim, film ini berhasil menunjukkan bahwa trauma bisa menjadi sosok horor paling mematikan dalam hidup seseorang.
Buat kamu, LemoList!, kalau kisah ini bikin penasaran atau malah bikin mikir panjang, Lemo Blue punya banyak berita film lain yang bisa kamu jelajahi. Yuk, lanjut eksplor dunia film dan series biar kamu nggak ketinggalan cerita-cerita seru berikutnya.

