Selepas Tahlil jadi salah satu film horor yang langsung bikin kamu merinding sejak detik pertama, apalagi karena kisahnya diangkat dari cerita viral Lentera Malam yang konon benar terjadi di Lamongan.
Kamu mungkin pernah dengar tentang cerita “Selesai Doa Tahlil Jasadnya Berdiri di Depan Pintu Rumah”—nah, film ini membawamu masuk ke terornya.
Dengan latar desa Jawa yang sunyi dan nuansa keluarga yang hangat tapi getir, para pemainnya sampai rela ubah bentuk tubuh demi totalitas. Dari Saras sampai Hadi, semuanya dibangun untuk bikin kamu merasakan horor yang terasa… terlalu dekat.
Table of Contents
Sinopsis Selepas Tahlil

Selepas Tahlil mengikuti perjalanan dua saudara yang dipaksa menghadapi duka, misteri, dan rahasia keluarga yang selama ini terkubur. Saras dan Yudhis kehilangan ayah mereka, Hadi, secara mendadak.
Di tengah duka, mereka berselisih soal tempat pemakaman. Saras ingin ayah dikebumikan di Surabaya agar dekat dengan makam ibu, sementara wasiat sang ayah meminta jasadnya dibawa pulang ke Lamongan. Dari sini, suasana mulai terasa ganjil.
Malam tahlilan yang seharusnya tenang berubah jadi mimpi buruk ketika jasad Hadi tiba-tiba bangkit. Para tamu terkejut, suasana rumah beku, dan Saras mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan kematian ayahnya.
Pagi berikutnya, jasad ayah hilang begitu saja. Setelah ditelusuri, tubuh itu entah bagaimana bisa berpindah ke rumah Paklek di Lamongan. Saras dan Yudhis akhirnya menyusul ke sana, berharap menemukan jawaban, tetapi yang menunggu justru teror yang lebih pekat.
Di Lamongan, keduanya menemukan surat wasiat tersembunyi. Isinya membuka luka lama: sejarah keluarga yang berbelok ke ilmu hitam, konflik bertahun-tahun, dan kutukan yang seperti menuntut balas. Saras yang awalnya skeptis mulai goyah, sementara Yudhis merasa firasat buruknya terbukti.
Bersama Paklek dan Bibi, mereka mencoba berbagai ritual untuk menenangkan arwah Hadi dan memberi jasadnya tempat peristirahatan yang layak. Tetapi setiap upaya malah memperburuk keadaan. Makam banjir, upacara gagal, dan jasad ayah terus menolak dikubur seakan ada kebenaran yang belum terungkap.
Baca Juga, Yah! Baramulla (2025): Aduh Zainab, Kok Kamu Gitu Sih! Ih
Ending Selepas Tahlil (SPOILER)

Kamu akhirnya masuk ke bagian paling gelap dari selepas tahlil, saat semua kejadian aneh mulai mengarah ke satu nama. Di titik ini, misteri yang sejak awal terasa menggantung akhirnya membuka wajah aslinya.
Siapa Dalang Teror Sebenarnya
Seluruh kekacauan—jasad ayah berpindah sendiri ke Lamongan, makam yang gagal digali, sampai cuaca yang tiba-tiba berubah ekstrem—ternyata ulah Paklek. Dialah pengatur semua kejadian yang membuat Saras dan Yudhis terus terjebak dalam teror tanpa henti.
Motif Paklek & Pengorbanan Gelap
Paklek ingin mendapatkan ilmu hitam yang dulu dimiliki ayah mereka. Untuk itu, ia membutuhkan satu hal: pengorbanan. Targetnya adalah Saras, karena ritual tersebut hanya bisa dilakukan dengan darah keturunan langsung.
Kebenaran tentang Ilmu Hitam Keluarga
Ayah mereka pernah terlibat perjanjian kelam yang meninggalkan beban berat untuk generasi berikutnya. Ilmu itu tidak hilang bersama kematiannya, dan Paklek berniat memilikinya agar bisa menyelamatkan anaknya yang sedang sekarat.
Makna Moral di Balik Ending
Di balik horornya, film ini mengingatkan bahwa keluarga bisa jadi tempat berlindung, tapi juga sumber luka terdalam. Teror yang menimpa Saras dan Yudhis memperlihatkan bagaimana ambisi, rahasia, dan warisan kelam bisa menghancurkan apa pun, bahkan setelah kematian.
Baca Juga, Yah! Gowok: Javanese Kamasutra (2025): Drama Jawa yang Bikin Hati Nyut-nyutan
Review Selepas Tahlil: Worth It atau Skip?

Kamu mungkin penasaran, apakah selepas tahlil cuma mengandalkan horor semata atau punya sesuatu yang lebih dalam. Bagian ini ngebantu kamu melihat filmnya dari semua sisi sebelum memutuskan mau nonton atau lewatin aja.
Kelebihan Film
Sebelum masuk ke kekurangannya, kamu perlu tahu dulu apa yang bikin film ini menonjol. Aghniny Haque, Bastian Steel, dan Epy Kusnandar tampil total. Epy sebagai “mayat hidup” bahkan jadi pusat ketegangan yang sulit dilupakan.
Visualnya rapi, warnanya konsisten, dan tidak over-dark. Setiap frame terasa pas dengan nuansa desanya yang mencekam. Suara-suara halus yang muncul di momen genting bikin tensi naik tanpa harus mengandalkan jumpscare berlebihan.
Film ini kuat di emosi. Pesan tentang menghormati orang tua terasa menusuk lewat dialog yang memorable. Ritual, doa, dan atmosfer Lamongan memberi rasa keaslian yang bikin horornya terasa dekat di kehidupan sehari-hari.
Kekurangan Film
Setelah memahami kelebihannya, ada beberapa hal yang mungkin bikin kamu sedikit kehilangan momentum. Bagian pembuka terasa panjang karena fokus membangun hubungan keluarga.
Beberapa dialog terdengar kurang natural untuk setting desa Lamongan. Ada beberapa bagian cerita yang terasa menggantung dan tidak dikembangkan lebih jauh.
Kalau Menurut Lemo Blue Sih…
Setelah semua penilaian, film ini cocok buat kamu yang suka horor dengan drama keluarga yang emosional. Selepas Tahlil bukan tipe film yang hanya mengejar takut-takutan, tapi mengajak kamu merasakan luka, rahasia, dan kekuatan ikatan keluarga. Cocok ditonton siapa pun yang siap menghadapi horor yang lebih personal dari sekadar sosok gaib.
Daftar Pemeran Selepas Tahlil
Sebelum kamu menyelam lebih jauh ke teror dan drama keluarga di selepas tahlil, kenalan dulu sama para pemain yang bikin kisah ini terasa hidup dan dekat.
- Aghniny Haque – Saras
Kakak yang rasional dan jadi pusat konflik sejak jasad ayahnya mulai “bergerak” sendiri. - Bastian Steel – Yudhis
Adik yang cepat percaya kalau ada sesuatu yang janggal di balik kematian ayah mereka. - Epy Kusnandar – Hadi
Sosok ayah yang jadi sumber teror setelah mayatnya berkali-kali muncul dalam kondisi tak terduga. - Adjie N.A. – Setyo (Paklek)
Paman yang awalnya terlihat membantu, tapi ternyata menyimpan agenda gelap. - Vonny Anggraini – Ambar (Bibi)
Sosok yang menemani Saras dan Yudhis saat teror mulai memuncak di Lamongan. - Diandra Agatha – Dyah
Karakter pendukung yang ikut memperkaya dinamika cerita. - Abdul Rachman Hidayat (Abbe Rahman) – Ustadz Zuhri
Tokoh agama yang mencoba menenangkan kekacauan spiritual yang terjadi. - Akbarry Noor – Akbarry
Muncul sebagai karakter sampingan. - Noviar – Hantu Radjiman
Wujud gaib yang menambah intensitas teror.
Teror, Keluarga, dan Luka yang Tak Pernah Benar-Benar Hilang
Setelah mengikuti perjalanan Saras dan Yudhis menghadapi misteri ayah mereka dalam selepas tahlil, kamu bakal merasa kalau film ini bukan sekadar horor tentang mayat yang bangkit.
Ceritanya membawa kamu masuk ke ruang-ruang gelap dalam keluarga—tempat rahasia lama, luka yang dipendam, dan ambisi seseorang bisa mengubah segalanya. Nuansa budaya Jawa dan drama emosionalnya nempel lama di kepala, bikin pengalaman nonton terasa lebih personal.
Kalau kamu suka cerita yang memadukan horor dan konflik keluarga, film ini bisa jadi pilihan buat malam yang butuh ketegangan.
Dan kalau kamu ingin terus update berita film serta eksplorasi kisah-kisah layar lebar dan series yang lagi ramai dibahas, kamu bisa terus ikut nongkrong bareng LemoList di Lemo Blue. Ada banyak cerita lain yang nunggu kamu di sana.

