It: Welcome to Derry akhirnya hadir buat kamu yang kangen sama tawa menyeramkan si badut paling ikonik di dunia horor—Pennywise. Tapi kali ini, kisahnya mundur jauh ke tahun 1962, 27 tahun sebelum kejadian di film It (2017).
Di kota kecil Derry yang kelihatannya tenang, teror mulai merayap lagi, dan rahasia masa lalu perlahan terungkap.
Disutradarai oleh Andy Muschietti bersama Barbara Muschietti, prekuel ini nggak cuma nyeritain asal-usul Pennywise, tapi juga ngebuka bab kelam baru di semesta Stephen King. Siap nggak balik ke Derry dan hadapi mimpi buruk yang (ternyata) belum berakhir?
Table of Contents
Sinopsis It: Welcome to Derry Season 1

Kalau kamu ngira It: Welcome to Derry cuma bakal jadi nostalgia film lamanya, siap-siap kaget. Ceritanya dibangun lewat dua dunia yang jalan bareng—anak-anak sekolah menengah yang diselimuti mimpi buruk, dan satu keluarga militer yang lagi berjuang hidup di tengah ketegangan Amerika tahun 1962.
Dua jalur ini pelan-pelan bertemu di kota Derry, tempat di mana segala rasa takut punya bentuk, dan bentuk itu bernama Pennywise. Di It: Welcome to Derry, kejahatan nggak selalu datang dari makhluk yang muncul di selokan.
Ada juga kegelapan yang tumbuh dari trauma, kesedihan, dan kecemasan zaman itu. Meski Pennywise (Bill Skarsgård) jarang tampil di layar, kehadirannya terasa di setiap sudut Derry.
Setiap adegan berdarah dan penglihatan mengerikan seolah jadi pengingat kalau ketakutan manusia adalah bahan bakarnya. Ini adalah kisah monster dan bagaimana ketakutan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Baca Juga, Yah! Rekap True Haunting Netflix: Bikin Lupa Mana Real, Mana Cuma Cerita
Rekap It: Welcome to Derry (Episode 1-8 Lengkap)

Ceritanya dibagi dua dunia yang saling nyambung: anak-anak Derry yang dihantui misteri hilangnya Matty, dan keluarga Hanlon yang datang ke kota ini tanpa tahu kalau Derry menyimpan sesuatu yang jauh lebih gelap dari rahasia militer.
Episode 1: Hilangnya Matty dan Awal Teror
Episode perdana It: Welcome to Derry langsung mangajak kamu ke tahun 1962, ke kota kecil yang tampak biasa tapi menyimpan kegelapan yang nggak wajar. Dalam satu jam pembuka ini, dua dunia mulai terjalin — kisah anak-anak yang dihantui rasa takut, dan keluarga militer yang tanpa sadar pindah ke sarang mimpi buruk.
Kisah dibuka di hari bersalju, Januari 1962. Seorang bocah 12 tahun bernama Matty (Miles Ekhardt) kabur dari rumah setelah menonton The Music Man di Capitol Theater. Ia mencoba melarikan diri dari ayahnya yang abusif dan menumpang mobil keluarga asing.
Tapi perjalanan itu berubah jadi neraka — tubuh-tubuh mulai bergetar, pikiran jahat menetes ke dunia nyata, dan adegan berlumuran darah jadi pertanda kembalinya Pennywise. Setelah malam itu, Matty hilang tanpa jejak.
Empat bulan berselang, kehidupan Derry tampak berjalan seperti biasa, tapi rasa takut mulai menular. Teman-teman Matty — Teddy, Phil, dan Lilly (Clara Stack) — tak bisa menerima kepergiannya begitu saja. Lilly yang baru keluar dari Juniper Hill masih dihantui trauma kematian ayahnya.
Bersama Ronnie (Amanda Christine), yang berjuang membela ayahnya dari tuduhan hilangnya Matty, mereka mulai melihat hal-hal yang nggak masuk akal.
Suara Matty muncul dari saluran air. Kata “trouble” terdengar dari pipa kamar mandi. Derry mulai bicara lewat bisikan yang cuma anak-anak berani dengar.
Sementara itu, Mayor Leroy Hanlon (Jovan Adepo) datang ke Derry bersama istri dan anaknya, berharap bisa hidup tenang setelah tugas militer. Tapi dari awal, tempat ini terasa salah.
Ada wilayah udara yang dikunci rapat, proyek rahasia yang menyinggung tanah adat suku asli, dan seorang rekan misterius, Dick Hallorann (Chris Chalk), yang bisa “merasakan” hal-hal tak kasat mata.
Ketika Hallorann memperingatkan bahwa ada sesuatu yang bersembunyi di bawah Derry, penonton tahu:
Ancaman ini jauh lebih tua dari manusia.
Episode pertama It: Welcome to Derry menyiapkan panggung dengan rapi — antara trauma masa kecil, ketakutan sosial tahun 60-an, dan kengerian supernatural yang baru mulai membuka mata. Ini baru awal dari mimpi buruk yang belum selesai.
Episode 2: Ada Sesuatu Nih
Episode 2 It: Welcome to Derry, berjudul “The Thing in the Dark,” tayang pas Halloween di Max, dan terasa jauh lebih percaya diri dibanding episode perdana.
Ceritanya mulai membelah dua jalur: anak-anak yang selamat dari tragedi teater dan misteri proyek militer rahasia yang makin kompleks.
Fokus utama pertama jatuh pada anak-anak yang selamat. Dengan jumlah cast menyusut, perhatian tertuju pada Lilly dan Ronnie, dua anak yang masih hidup.
Mereka menghadapi tekanan sosial, trauma, dan prasangka Derry yang membayang. Polisi Chief Bowers, dipaksa memilih tersangka untuk tragedi teater, menuduh Hank, ayah Ronnie, meskipun dia punya alibi.
Prasangka rasial dan ketidakadilan lokal membuat Hank dijebloskan ke tahanan. Ronnie yakin ayahnya tidak bersalah, sementara Lilly yang trauma dan tertekan mengucapkan hal-hal yang akhirnya digunakan untuk menjebak Hank, memperlebar jarak antara kedua gadis itu.
Di sekolah, dinamika sosial dan prasangka tetap terasa. Marge mencoba masuk ke kelompok populer “Pattycakes” dengan mengejek Lilly dan Ronnie.
Lilly, yang kehilangan teman-temannya, menolak peduli soal popularitas. Sementara itu, Will, anak Leroy Hanlon, menghadapi bullying di Derry High, tapi membangun ikatan dengan Ronnie karena pengalaman serupa menghadapi rasisme.
Hubungan ini menambahkan lapisan emosional di tengah gelapnya Derry dan memberi sedikit cahaya persahabatan di tengah trauma.
Horor “It” di episode ini semakin nyata dan mengganggu. Ronnie terperangkap di tempat tidur yang berubah menjadi kantung amniotik berisi darah, dan menghadapi monster ibunya sendiri dengan mata kuning menyeramkan.
Sementara Lilly mengalami trauma di supermarket, menghadapi toples berisi kepala ayahnya yang berubah menjadi monster gurita. Kedua adegan ini bukan sekadar horor visual, tapi juga cerminan rasa bersalah, trauma, dan kepedihan karakter.
Sementara itu, jalur militer mulai menampakkan bentuknya. Leroy Hanlon menghadapi kenyataan bahwa serangan di episode sebelumnya hanyalah tes dari General Shaw.
Cedera otaknya membuatnya kebal terhadap rasa takut, sehingga dipilih untuk misi khusus yang dikenal sebagai Operation Precept. Proyek ini adalah program rahasia militer untuk menemukan senjata bawah tanah yang memanipulasi ketakutan hingga mematikan.
Dick Hallorann dari The Shining ikut terlibat, menggunakan kemampuan telepati dan sensing supernatural untuk melacak keberadaan senjata dan “It” itu sendiri.
Episode 3: “Now You See It”
Episode ketiga membuka lapisan sejarah kelam Derry sekaligus menjelaskan siklus lupa yang menghantui para penduduknya. Di sini, kisah masa lalu dan masa kini mulai tersambung, memperlihatkan bagaimana teror sang entitas sudah berlangsung lebih lama dari yang dibayangkan.
Cerita dimulai pada tahun 1908 (flashback), mengikuti bocah bernama Francis—yang kelak dikenal sebagai General Shaw.
- The Freak Show. Francis mengunjungi karnaval tua dan masuk ke tenda bertuliskan “dark horrors”. Di sudut paling gelap, ia disergap ketakutan saat melihat pria bermata satu. Andy Muschietti muncul sebagai cameo sebagai pemain piano.
- Hadiah dan Amarah Ayah. Ayah Francis memarahi anaknya karena dianggap penakut, lalu menghadiahinya sebuah ketapel.
- Pertanda Angka 19. Mobil Model T mereka mogok, dengan plat nomor 6719—angka 19 yang sering muncul sebagai simbol ka di semesta Stephen King. Francis kemudian menukar ketapelnya dengan air milik gadis Shokopiwah bernama Rose.
- Serangan di Hutan. Pria bermata satu itu kembali muncul—kali ini sebagai perwujudan sang makhluk. Ia mengejar Francis, tetapi Rose menyelamatkannya dengan menembak mata makhluk itu menggunakan ketapel. Senjata sederhana ini kelak menjadi simbol penting (seperti yang dipakai Beverly Marsh).
- Mengapa Semua Lupa. Sebelum berpisah, Francis meminta Rose tidak melupakannya. Rose hanya tersenyum pahit: siapa pun yang meninggalkan Derry akan melupakan semua horor yang terjadi. Inilah kutukan yang kelak dialami Losers’ Club.
Kembali ke masa kini, General Shaw meminta Dick Hallorann menggunakan ketapel lama itu sebagai “pemancing” untuk menemukan sang entitas.
- Talisman dan Visi. Hallorann membuka kotak cerutu berisi ketapel dan masuk ke dalam penglihatan.
- Masuk ke Sarang. Ia terseret secara mental ke sebuah ruang gelap, mirip panggung rumah hantu. Dari gerobak bertuliskan Pennywise, rahang besar terbuka, menampilkan mata kuning menyala.
- Deadlights. Di atasnya, tubuh-tubuh melayang—korban Deadlights, kekuatan kuno dari Todash Space.
- Peringatan dari Nenek. Di antara mereka, ia melihat neneknya, Rose (karakter dari The Shining), yang berteriak menyuruhnya kabur. Hallorann tersentak hingga hampir melompat dari helikopter.
- Pengakuan Penting. Pada General Shaw, ia berkata: “Ia melihatku.” Dan peringatan gelap menyusul—entitas itu tidak seharusnya menyadari keberadaan mereka.
Bukan hanya makhluk yang membahayakan; manusia pun tak kalah jahatnya.
- Hank Grogan. Kepala polisi Bowers menekan ayah Ronnie—yang ada di penjara—dengan ancaman dikirim ke Shawshank Prison. Ia memanipulasi bukti rokok untuk menuduhnya sebagai pelaku pembantaian bioskop.
- Perundungan. Loker Ronnie dicoret-coret cat merah, mengatakan bahwa ayahnya akan “digoreng”.
Lilly, yang kembali sekolah setelah dosis obatnya dinaikkan, meyakinkan Ronnie bahwa satu-satunya cara menyelamatkan ayahnya adalah memotret sang makhluk. Bersama Will dan Rich, mereka menjalankan rencana berbahaya.
- Ritual di Pemakaman. Mereka menyalakan lilin dan menyiapkan kamera untuk menangkap wujud sang entitas.
- Serangan Kuburan. Ketika tak ada yang terjadi, tanah makam tiba-tiba memanjang dan hidup. Rich melihat hantu pamannya, sementara Lilly berhasil memfoto salah satu ghoul—korban pembantaian bioskop.
- Foto Penting. Kamera berpindah-pindah ketika mereka kabur. Will yang terjatuh akhirnya memotret sesuatu yang jauh lebih mengerikan: tangan Pennywise muncul jelas dalam frame.
Episode 4 — “The Great Swimming Apparatus of Our Planet’s Function”
Episode 4 membuka babak baru teror di Derry—teror yang kini mulai menelan baik anak-anak maupun orang dewasa. Kota itu masih tampak biasa, tetapi di bawah permukaannya, sesuatu yang purba mulai bergerak.
Kisah Para Anak: Rasa Takut yang Semakin Berkembang
Lilly, Ronnie, Rich, dan Will masih berusaha membuat orang dewasa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Mereka membawa foto-foto ke kantor polisi, berharap ada bukti yang tak bisa disangkal.
Namun yang mereka dapat hanya tatapan meremehkan dari Kepala Polisi Clint Bowers. Penampakan makhluk itu lenyap dari foto, meninggalkan hanya kuburan-kuburan kabur. Bowers menuduh mereka berbohong dan bahkan mengancam mengirim Lilly kembali ke Juniper Hill.
Tak ada satu pun orang dewasa yang mau mendengarkan—dan itu membuat rasa takut anak-anak semakin pekat. Will mulai memahami pola sang entitas: ia bukan hanya pembunuh, tapi predator yang memanen ketakutan, mengolahnya sampai korbannya berada di titik paling rapuh.
Lalu terjadilah tragedi terbesar sepanjang seri. Marge, yang bermaksud mempermalukan Lilly bersama kelompok Pattycakes, tiba-tiba dihantam mimpi buruknya sendiri.
Ketakutannya berubah menjadi parasit menjijikkan yang menumbuhkan kerucut-kerucut tajam dari kedua matanya. Dalam kepanikan, ia mencoba mengeluarkan “sesuatu” itu—pertama dengan pahat… lalu dengan gergaji meja.
Ketika semuanya selesai, Lilly berdiri gemetar, tubuhnya berlumur darah, Marge tak bergerak di bawahnya. Sebuah pemandangan yang menghantui—dan tentu saja akan membuat Lilly berada dalam masalah besar.
Kisah Para Dewasa: Derry dan Kebutaannya
Charlotte Hanlon berjuang keras menyelamatkan Hank Grogan dari tuduhan yang tak berdasar. Bowers berusaha menyangkal bahwa Derry adalah kota rasis, tetapi Charlotte—seorang guru sejarah dari Louisiana—melihat kebohongan itu dengan jelas.
Hank akhirnya mengungkap alibinya: ia bersama seorang perempuan kulit putih yang menikah. Ia takut mengaku bukan karena salah, tetapi karena takut akan “pohon terdekat” yang bisa menjadi ancaman nyawanya—dan ancaman bagi perempuan itu.
Di sisi lain, Will mengalami serangan supernatural ketika ditinggal sebentar saat memancing. Sosok ayahnya yang hangus, seolah baru selamat dari kecelakaan pesawat, muncul dan menghadangnya. Mayor Hanlon datang tepat waktu dan melihat luka Will dengan mata kepala sendiri. Untuk pertama kalinya, satu orang dewasa di Derry percaya.
Episode 5: “29 Neibolt Street” — Debut Sang Badut Penari
Episode ini jadi titik balik besar karena Bill Skarsgård akhirnya muncul sebagai Pennywise versi lengkap. Ceritanya fokus pada tiga benang utama yang saling bertabrakan di sarang Pennywise: para anak-anak, misi militer, dan pelarian Hank.
Petualangan Anak-Anak ke Perut Sewer Derry
- Kebohongan Marge & “New Losers Club” Baru:
Setelah dimanipulasi IT hingga melukai matanya sendiri, Marge memilih berbohong soal penyebab cederanya. Tujuannya: tetap dekat dengan Lilly dan membersihkan nama temannya itu. Dia kini yakin ada sosok mengerikan yang sedang memburu mereka. - “Matty” Kembali (dan Clue Besar Soal Badut):
Mereka menemukan “Matty” berkemah di tenda kuning—referensi simbolis ke jas hujan Georgie. Dari “Matty,” mereka akhirnya memahami: makhluk yang memburu mereka adalah badut. Dia juga bilang Phil masih hidup di terowongan. - Peringatan Mrs. Kersh (yang Justru Memicu Ide Buruk):
Lilly curhat ke Mrs. Kersh tentang Matty & Phil. Alih-alih menenangkan, peringatan Mrs. Kersh justru mendorong Lilly ingin turun ke sewer untuk menyelamatkan Phil. - Keputusan Fatal:
Mereka mengikuti ide Lilly. Penasaran dengan “keberanian” Terri Bainbridge yang minum Valium seperti M&Ms, mereka pun menelan tiga tablet Valium masing-masing. Mereka turun ke sewer dalam kondisi “melayang”. - Pennywise Mengungkap Jati Dirinya:
Mereka akhirnya melihat mayat Teddy, Susie, dan Phil mengambang. Saat itulah mereka sadar: “Matty” sebenarnya Pennywise. Panik, anak-anak lari, meninggalkan Lilly yang terpisah.
Misi Militer & Kematian Pauly Russo
- Obsesi General Shaw:
Dengan info yang ia ambil secara paksa dari Taniel, Shaw ingin menangkap IT dan memanfaatkannya sebagai “senjata” Perang Dingin. Rencana ini dinilai gila, bahkan oleh Leroy Hanlon. - Rencana Rose & Taniel:
Taniel sebelumnya berhasil menipu Hallorann, mengarahkan militer ke tempat yang salah. Rose pun menyerahkan belati dari bintang jatuh—senjata suci peninggalan leluhurnya—untuk melindungi Taniel. - Masuk ke Sewer:
Leroy mengamankan Will dan Charlotte ke pangkalan udara sebelum ikut misi. Ia diberi tugas memerangkap IT, tapi diberi peringatan bahwa IT bisa memakai ketakutan mereka sebagai senjata. - Pengorbanan Pauly Russo:
Pennywise muncul memakai wujud Charlotte dan menipu Leroy, tetapi Leroy menembaknya. Sesuai aturannya, ia menembak siapa pun yang tak seharusnya ada di sewer. Ketika ia melihat Will dan hendak menembak, Pauly menyadari itu anak asli Leroy. Pauly pun melompat ke arah peluru dan mati demi menyelamatkan Will.
Dick Hallorann & “Kotak Mental” yang Terbuka
- Terperosok ke Trauma Lama:
Hallorann tercebur dan masuk ke memori masa kecilnya tentang kakek yang abusif. - Kotak Terkunci yang Dibuka Paksa:
Pennywise memanipulasi memori itu. Kotak yang dibawa sang kakek adalah manifestasi dari mental lockbox, alat yang diajarkan neneknya untuk mengurung traumanya. Kini box itu dipaksa terbuka—mengeluarkan seluruh hantu masa lalunya. - Akhir yang Mengerikan:
Hallorann memang keluar dari sewer… tapi masih melihat roh Leroy. Ada kemungkinan ia belum benar-benar kembali—melainkan terjebak di dunia kotak mentalnya yang telah terbuka.
Hank Kabur & Twist Mrs. Kersh
- Bus Menuju Shawshank Diserang:
Bus narapidana yang membawa Hank hancur. Hank yang selamat berkata “sesuatu menyerang bus itu.” Semua petunjuk mengarah ke Pennywise. - Plot Twist: Romansa Gelap:
Hank bersembunyi di mobil Mrs. Kersh. Mereka berciuman—menandakan mereka pasangan. Mrs. Kersh adalah alibi Hank pada malam anak-anak hilang. - Ending Scene:
Mrs. Kersh muncul di rumah Charlotte. Kini Charlotte berada dalam posisi berbahaya: apakah ia akan menampung seorang buronan?
Episode 6 – In The Name of The Father
Episode keenam IT: Welcome to Derry, berjudul “In The Name of The Father”, ngasih twist besar soal salah satu karakter utama dan langsung ngegas menuju konflik brutal yang dipicu oleh ketegangan sosial dan rasial di kota Derry.
Lilly Makin Terisolasi & Penemuan Besar
Kondisi setelah insiden di selokan bikin Losers Club tercerai-berai.
Lilly makin menjauh dari teman-temannya, terpaku pada meteor shard/star dagger setelah melihat Pennywise mundur karena benda itu. Ketakutannya makin menjadi ketika Pennywise muncul di sekolah—dalam wujud ayahnya sendiri.
Ronnie kehilangan kesabaran. Dia bilang obsesi Lilly ke Pennywise justru bikin keadaan keluarga Hank makin bahaya. Merasa nggak ada yang percaya, Lilly mendatangi rumah Ingrid Kersh. Di loteng, dia nemuin foto-foto masa kecil Ingrid bersama ayahnya: Bob Gray—yang wajahnya sama persis dengan Pennywise.
Twist Besar: Identitas Ingrid Kersh
Episode ini mengonfirmasi hal yang selama ini cuma jadi teori: Ingrid adalah putri Bob Gray, si badut sirkus Pennywise the Dancing Clown.
Flashback hitam-putih tahun 1935 nunjukin Ingrid kecil bekerja di Juniper Hill, membawa seorang pasien ke basement—dan di sana Pennywise muncul. Ingrid memanggilnya “Papa”, dan IT langsung “menelan” panggilan itu sebagai lelucon kejam.
Sumber-sumber mengisyaratkan bahwa IT kemungkinan membunuh Bob Gray lalu mengambil identitas dan persona badutnya. Sementara itu, Ingrid menghabiskan hidupnya dalam delusi panjang bahwa ayahnya masih bisa “diselamatkan”, dan Pennywise hanyalah bayangannya yang terperangkap.
Ingrid kemudian menggunakan pekerjaannya di Juniper Hill dan pemahamannya tentang Pennywise untuk memupuk fantasi itu. Ia bahkan mendekati Lilly sebagai umpan—dialah sosok ‘Periwinkle’ yang mengikuti anak-anak selama ini.
Di attic, Ingrid dengan histeris memuji Lilly: “Kamu berhasil membawanya kembali.” Lilly sadar ada pengkhianatan besar di situ. Dengan meteor shard, dia melukai tangan Ingrid, yang lalu pergi seorang diri menuju sarang Pennywise.
Keluarga Hanlon, Hallorann, & The Black Spot
Ketegangan nggak cuma terjadi di antara anak-anak.
Mayor Hanlon hampir menembak Will di selokan, dan pertengkaran mereka berujung pada tamparan yang bikin hubungan mereka makin renggang. Charlotte memutuskan membawa Will kembali ke Shreveport demi keselamatan.
Dick Hallorann makin kacau setelah Pennywise “membuka kotak” mental tempat ia mengurung visi Shine-nya. Kini ia melihat para korban, termasuk Pauly dan para prajurit.
Sementara itu, Hank Grogan—yang difitnah membunuh tiga anak—bersembunyi di The Black Spot, bar juke para penerbang kulit hitam. Ronnie akhirnya bertemu kembali dengan ayahnya di sana.
Rich & Marge: Ikatan Baru
Rich dan Marge makin dekat setelah pengalaman mereka di selokan. Marge memakai penutup mata pemberian Rich dan tanpa ragu menunjukkan luka matanya ke kelompok Pattycakes. Ini jadi momen dia benar-benar menerima dirinya dan tempatnya di Losers Club.
Episode 7: “The Black Spot”
Episode ketujuh jadi momen paling kelam sekaligus penentu arah menuju finale. Di sini, kamu bakal dapat asal-usul Pennywise yang lebih creepy, tragedi paling brutal di Black Spot, sampai rahasia gila dari pihak militer.
Pennywise: Awal Mula Bob Gray (1908)
Episode ini dibuka dengan perjalanan menyedihkan Bob Gray, sosok manusia di balik persona Pennywise sebelum Ia menjelma jadi wujud yang kamu kenal sekarang.
- Hidup Bob Gray: Bob hanyalah performer alkoholik yang hidupnya berantakan. Dari panggung besar ia terlempar ke karnaval keliling, menghibur anak-anak dengan tarian khasnya yang dipenuhi balon merah. Ia masih berkabung atas istrinya, Periwinkle, dan menamai putrinya — Ingrid — dengan nama itu juga.
- Rencana Sang Entitas: Di tengah hidup Bob yang hancur, entitas “It” mengamatinya dalam wujud bocah aneh. Selama ini, “It” memakai bentuk anak untuk memancing korban, tapi setelah melihat Bob, monster itu tahu: wujud badut jauh lebih efektif.
- Kematian Bob Gray: Sang “bocah” memancing Bob ke dalam hutan. Terdengar jeritan… lalu diam. Bob Gray tewas, dan Ingrid hanya menemukan sapu tangan ayahnya yang berlumuran darah. Sejak itu, entitas tersebut memakan identitasnya.
Tragedi Black Spot: Augury Terjadi
Berpindah ke tahun 1962, kekacauan yang diprediksi sebagai “Augury” akhirnya pecah—peristiwa yang menandai akhir siklus Pennywise.
- Penyerangan: Sekelompok rasis bertopeng menyerbu Black Spot untuk mencari Hank Grogan. Meski Hank menyerahkan diri untuk menghentikan kekerasan, para penyerang tetap mengunci semua orang di dalam lalu melemparkan Molotov cocktail.
- Visi Hallorann: Di tengah kobaran api, Dick Hallorann melihat roh-roh yang menuntunnya—termasuk Sesqui, kepala suku yang dulu pernah mengurung Pennywise. Sesqui menuntun Hallorann dan sebagian besar anak-anak lolos lewat celah lantai.
- Korban Jiwa: Noreen tewas dimangsa Pennywise yang muncul di tengah kepanikan. Yang paling memilukan adalah Rich, yang meninggal selagi melindungi Marge. Ia memaksa Marge bersembunyi dalam icebox, membaringkan tubuhnya di atas agar Marge selamat. Hank Grogan berhasil kabur, meski dianggap tewas.
Ingrid dan Teror Baru Pennywise
Kini dewasa, Ingrid kembali ke lokasi tragedi dalam kostum Periwinkle—identitas yang dulu dipakai ayahnya.
- Kematian Suami: Di sana, Ingrid berhadapan langsung dengan Pennywise, yang membunuh suaminya, Stanley Kersh, dengan cara yang mengerikan: membelah kepalanya dan memakannya di depan Ingrid.
- Deadlights: Pennywise sempat berpura-pura “menjadi ayahnya”, memuji Ingrid, hingga akhirnya mengungkap fakta ngeri:
“Dia masih hidup di dalam aku. Dia menjangkau anak gadisnya.”
Setelah itu, Ingrid dipaksa melihat deadlights, membuatnya tidak responsif dan akhirnya dirawat di Juniper Hill.
Rencana Rahasia Militer: Kengerian yang Lebih Besar
Sementara itu, Leroy Hanlon menemukan apa yang sebenarnya direncanakan militer terhadap entitas ini.
- Pillar yang Tersembunyi: Dengan arahan Sesqui, Hallorann menunjukkan letak salah satu pilar penahan Pennywise—terkubur bersama sang kepala suku, dilindungi cangkang kura-kura.
- Motif Sebenarnya: Ketika Leroy bertanya pada Jenderal Shaw, jawaban sang jenderal benar-benar gila:
Mereka ingin menghancurkan pilar itu.
Jenderal Shaw percaya, jika Pennywise dibiarkan bebas meneror negeri setiap 27 tahun, rasa takut nasional akan membuat negara tetap bersatu dan mencegah perang saudara. - Pilar Hancur: Meski Leroy mencoba menghentikannya, pilar tetap dijatuhkan ke lava. Satu penahan hilang—kandang Pennywise terbuka.
Episode 8: “Winter Fire”
Episode dibuka tepat setelah militer melelehkan salah satu pilar yang menahan Pennywise. Akibatnya, kabut tebal menyelimuti Derry dan Sungai Penobscot membeku secara ekstrem. Pennywise akhirnya bebas, dan kekuatannya langsung meningkat drastis.
Ia mengambil alih Derry High School, mengumpulkan para siswa senior dalam sebuah “assembly” mendadak, lalu membunuh Kepala Sekolah Dunleavy di depan umum dengan merobek kepalanya.
Setelah itu, Pennywise menembakkan deadlights ke seluruh siswa, membuat mereka katatonik dan melayang di udara, sebelum menggiring mereka pergi menggunakan gerobak sirkusnya seperti Pied Piper versi mimpi buruk.
Misi Mencari Belati
Tiga anak yang tersisa—Marge, Lilly, dan Ronnie—menemukan poster anak hilang, termasuk milik Will. Marge, dengan amarah yang tak tertahan, berkata, “I want to kill that fucking clown,” sebelum mereka mencuri truk susu untuk mengejar Pennywise.
Di sisi lain, para orang dewasa—Charlotte, Leroy, Hank, Dick, Rose, dan Taniel—menyusun rencana. Rose menjelaskan bahwa satu-satunya cara mengurung Pennywise lagi adalah menggunakan belati sakral sebagai pengganti pilar yang meleleh.
Belati itu harus ditanam di tanah di depan deadwood di tepi selatan sungai agar terhubung kembali dengan pilar lain dan mengaktifkan sangkar.
Untuk menemukan belati, Dick Hallorann, yang kemampuannya (shine) terganggu oleh bisikan arwah orang mati, meminum teh khusus dari akar Maturin.
Akar ini terhubung dengan Maturin sang Kura-Kura—pencipta alam semesta yang tak sengaja dan “saudara” dari It. Melalui akar tersebut, Dick memasuki macroverse, memulihkan pikirannya, dan akhirnya berhasil melihat lokasi anak-anak yang membawa belati.
Konfrontasi & Pengungkapan Besar
Truk susu yang dicuri anak-anak mengalami kecelakaan. Situasi makin kacau karena belati itu sendiri bersifat “posesif”, seolah marah karena dibawa jauh dari tempat asalnya di bawah Rumah Neibolt. Belati digambarkan seperti entitas hidup—melawan, memicu paranoia, dan terasa mirip One Ring dalam The Lord of the Rings.
Saat mereka tiba di sungai yang membeku dan mendekati gerobak sirkus Pennywise, sang badut muncul dan mencengkeram Marge. Di sinilah terungkap twist terbesar musim ini: Pennywise mengetahui masa depan.
Ia memanggil Marge dengan nama lengkapnya, Margaret “Maggie” Tozier, lalu menunjukkan poster anak hilang dengan wajah Finn Wolfhard—mengungkap bahwa Marge adalah ibu masa depan Richie Tozier.
Pennywise mengejek waktu sebagai sesuatu yang cair baginya, sambil bersiap memakan Marge demi memutus kelahiran Losers’ Club sebelum mereka terbentuk.
Pennywise Dikalahkan… untuk Sementara
Pennywise mendadak membeku ketika Dick Hallorann, dengan bantuan akar Maturin, menerobos pikirannya. Dick menjebak It dalam visi mengerikan, memperlihatkan Pennywise sebagai manusia rapuh bernama Bob Gray di tahun 1908, yang berteriak putus asa, “I am a god, an eater of worlds.”
Para dewasa tiba di lokasi. Leroy dan Taniel mencoba mengubur belati bersama, namun militer yang dipimpin Jenderal Shaw justru menembak.
Taniel tewas tertembak di leher, sementara Leroy terluka parah. Sebelum tumbang, Leroy menyerahkan belati pada Will dan memerintahkannya untuk menyelesaikan misi.
Militer kemudian menangkap Dick, memutus cengkeramannya atas Pennywise. Sang badut terbangun dan langsung memakan wajah Jenderal Shaw—sebuah balas dendam yang terhubung dengan pertemuan mereka di tahun 1908. Pennywise lalu meluncur di atas es untuk mengejar anak-anak.
Meski Leroy sempat menembak dan meledakkan kepala Pennywise dua kali, itu hanya memperlambatnya. Saat anak-anak berjuang menancapkan belati ke tanah di bawah deadwood, Pennywise berubah menjadi monster raksasa berbentuk gabungan burung, kelelawar, dan naga.
Di saat segalanya hampir berakhir, arwah Rich muncul dan memberi dorongan terakhir. Belati akhirnya tertancap. Cahaya menyambar Pennywise, yang berubah-ubah wujud sebelum meledak dalam api dan cahaya. Sangkar kembali aktif, dan Pennywise terkurung dalam tidur panjang.
Penjelasan Ending It: Welcome to Derry

It: Welcome to Derry Season 1 Episode 8 berjudul “Winter Fire” menjadi penutup musim yang intens dan brutal. Episode final ini menyorot upaya putus asa para tokohnya untuk mengurung kembali Pennywise, setelah pihak militer tanpa sengaja justru membebaskannya.
Bagian akhir menutup kisah tahun 1962 sekaligus membuka jalan menuju film It dan semesta Stephen King yang lebih luas.
- Masa Depan Keluarga & Koneksi King
- Keluarga Hanlon Bertahan: Leroy yang awalnya ingin pergi dari Derry akhirnya tinggal bersama Charlotte dan mengelola peternakan domba Rose—lokasi penting dalam latar belakang Mike Hanlon.
- Will & Ronnie: Ronnie dan keluarga Grogan pindah ke Kanada. Will berjanji akan menulis surat agar Ronnie tak melupakannya, mencerminkan peran Mike Hanlon sebagai penjaga memori Derry di masa depan.
- Langkah Dick Hallorann: Dick meninggalkan Derry untuk bekerja sebagai koki di sebuah hotel di London—petunjuk menuju takdirnya di Overlook Hotel dalam The Shining.
- Pennywise & Waktu: Marge, yang kini sadar akan masa depannya, mendiskusikan kemungkinan mengerikan bahwa Pennywise bisa menelusuri waktu dan membunuh orang tua mereka sebelum mereka lahir.
- Title Card: Musim ditutup dengan teks “It: Welcome to Derry: Chapter One”, menegaskan bahwa ini baru awal dari cerita panjang.
- Adegan 1988: Trauma Beverly Marsh
- Cerita meloncat ke Oktober 1988 di Rumah Sakit Jiwa Juniper Hill.
- Ingrid, korban kebakaran Black Spot 26 tahun lalu, menjadi saksi bunuh diri Elfrida Marsh, ibu Beverly.
- Ingrid menatap Beverly kecil (cameo Sophia Lillis) dan berkata, “You know what they say about Derry: No one who dies here ever really dies.”
- Adegan ini merombak ulang trauma Beverly di It: Chapter Two, menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Mrs. Kersh berakar dari sosok Ingrid yang ia lihat sebelum bergabung dengan Losers’ Club.
Baca Juga, Yah! Rekap ‘The Walking Dead Daryl Dixon’ Season 3: Gagal Pulang Lagi Nih?
Daftar Pemeran It: Welcome to Derry
Sebelum lanjut ke kisah horor yang makin intens di It: Welcome to Derry, kenalan dulu sama para karakter yang bikin dunia Derry hidup—dan mencekam.
Pemeran Utama
- Bill Skarsgård sebagai Pennywise, badut iblis yang jadi sumber teror di Derry.
- Jovan Adepo sebagai Major Leroy Hanlon, tentara yang mencoba melindungi keluarganya dari misteri kota ini.
- Taylour Paige sebagai Charlotte Hanlon, istri Leroy yang ikut terseret dalam arus kegelapan Derry.
- Chris Chalk sebagai Dick Hallorann, karakter dengan kemampuan khusus yang mungkin kamu ingat dari semesta The Shining.
Karakter Anak-anak
- Miles Ekhardt sebagai Matty, anak yang hilangnya jadi awal kekacauan di Derry.
- Clara Stack sebagai Lilly, teman Matty yang penuh rasa ingin tahu.
- Amanda Christine sebagai Ronnie, bocah pemberani dengan ayah seorang juru proyeksi.
- Blake Cameron James sebagai Will Hanlon, anak dari Leroy dan Charlotte.
- Mikkal Karim-Fidler sebagai Teddy, salah satu teman sepermainan di kelompok anak-anak Derry.
- Jack Molloy Legault sebagai Phil, anggota geng kecil yang sering jadi korban ketakutan kota.
Pendukung Cerita
- James Remar sebagai General Shaw, tokoh militer yang menyimpan rahasia besar.
- Kimberly Norris Guerrero sebagai Rose, pemimpin komunitas Pribumi lokal yang memahami asal kegelapan Derry.
- Stephen Rider sebagai Hank, ayah Ronnie yang bekerja sebagai projectionist di bioskop.
- Rudy Mancuso sebagai Pauly Russo, warga Derry yang terjebak dalam misteri kota.
- Arian S. Cartaya sebagai Rich, remaja Derry yang berjuang menghadapi mimpi buruknya.
- Madeleine Stowe (perannya belum diungkap), namun kehadirannya diyakini punya kaitan dengan sejarah kelam Derry.
Derry Belum Selesai Menakut-nakuti
It: Welcome to Derry berhasil membangun dunia yang kelam dan menegangkan tanpa harus meniru film pendahulunya. Serial ini menyorot sisi manusia yang rapuh, rasa takut yang dalam, dan sejarah kota Derry yang dipenuhi tragedi.
Dengan karakter-karakter baru dan misteri Pennywise yang perlahan terungkap, kisah ini terasa seperti undangan untuk menelusuri mimpi buruk yang belum berakhir.
Kalau kamu sudah terpikat dengan dunia seram It: Welcome to Derry, bersiaplah untuk episode-episode selanjutnya yang menjanjikan kejutan lebih gelap.
Sambil menunggu, yuk jelajahi lebih banyak berita film dan cerita seru lainnya di Lemo Blue — siapa tahu kamu menemukan tontonan baru yang bikin malam makin tegang!

