Had I Not Seen the Sun: Part 2 akhirnya lengkap rilis! Serial Taiwan ini terdiri dari 20 episode, dengan Part 1 tayang 13 November 2025 dan Part 2 menyusul pada 11 Desember 2025.
Ceritanya ngikutin Li Jen Yao, seorang pembunuh berantai yang akhirnya buka suara lewat wawancara dengan Chou Pin Yu.
Dari sana, kamu perlahan ditarik masuk ke masa lalu penuh luka, dendam, dan cinta yang berujung tragedi, semuanya bermula dari trauma yang dialami Chiang Hsiao Tung.
Table of Contents
Rekap Had I Not Seen the Sun: Part 2 — Identitas Baru, Balas Dendam, dan Misteri 9 Tahun

Pada ending Part 1 Jen Yao akhirnya bebas pada 2014 dan kembali ke rooftop tempat janji mereka dibuat. Di sana, ia menemukan dekorasi Natal yang menandakan Hsiao Tung sempat hadir.
Bagian pertama ditutup saat Jen Yao bertemu seorang perempuan tunanetra bernama Tien-ching, yang punya tato kupu-kupu sama seperti Hsiao Tung—membuatnya langsung curiga akan siapa sebenarnya wanita itu.
Masuk ke Had I Not Seen the Sun: Part 2 rasanya kayak ditarik ke lorong gelap yang akhirnya buka semua rahasia.
Identitas Asli Tien-ching
Semua berawal ketika Jen Yao mulai curiga pada Tien-ching, seorang penyiar radio tunanetra yang selalu terasa akrab.
Saat ia mengikuti jejak hidup perempuan itu, kamu pelan-pelan melihat kebenaran yang lebih pahit: orang-orang di sekeliling Tien-ching ternyata adalah orang tua Hsiao Tung.
Setelah melihat video kekerasan yang menimpanya serta komentar kejam dari internet, Hsiao Tung kehilangan kendali, merusak wajahnya sendiri, dan membangun identitas baru—Tien-ching.
Operasi plastik dan ingatan yang terhapus menjadi cara keluarganya menyelamatkan sisa dirinya.
Pecahnya Kepribadian Hsiao Tung
Hubungan Jen Yao dan Tien-ching berjalan lembut—sampai mimpi buruk mulai menyerbu. Ia perlahan bisa melihat lagi, tapi disorientasi justru makin kuat.
Saat Che-Li, salah satu pelaku, datang meminta maaf, kepribadian lain bernama Chi-Chi muncul dan menyerangnya.
Di titik itu, rasa hancur yang dipendam Hsiao Tung meledak, dan Jen Yao sadar ia bukan bisa menyembuhkan hatinya, tapi bisa membalas semua yang merusaknya.
Perjalanan Jen Yao sebagai Pembunuh Berantai
Dendam itu akhirnya jadi kompas baru Jen Yao. Fan Wei-Ting jadi korban pertama dalam ledakan emosi.
Che-Li diculik lalu dibunuh dengan kekejaman yang mencerminkan trauma masa lalu. Jung-Tai, yang masih menindas orang lain, disayat mati dengan bantuan Yun Chen—teman lama Hsiao Tung yang sudah terlahir ulang sebagai Shen Mu.
Di tengah semua itu, kematian Meng-Hung terjadi cepat, sementara rencana membunuh Ouyang Ti malah pecah karena ibunya sendiri memilih mengakhiri hidup anaknya setelah sadar kelicikannya.
Korban-Korban dan Pola Pembunuhan
Satu per satu, semua pelaku yang terlibat dalam tragedi itu diseret keluar dari persembunyian. En-Ya dikubur hidup-hidup di tengah hutan.
Yu-Hsiang, yang hidupnya dipenuhi kekerasan, ikut dipaksa menghadapi kematiannya setelah istrinya sendiri tewas di tangan Jen Yao.
Semuanya berbau balas dendam, tapi dengan pola yang menunjukkan satu hal: Jen Yao ingin memastikan tak ada yang bisa menyakiti Hsiao Tung lagi.
Peran Penting Yun Chen / Shen Mu
Di Part 2, Yun Chen bukan sekadar saksi masa lalu. Ia ikut turun ke rawa kegelapan Jen Yao dengan nama baru—Shen Mu.
Ada rasa bersalah, ada juga rasa ingin membebaskan Hsiao Tung dari beban. Perannya jadi penentu di beberapa momen penting, terutama saat ia memilih membantu menyingkirkan Jung-Tai.
Momen Paling Kelam — Kematian Shih-Yu
Ketika Jen Yao menemukan Shih-Yu, anak Yu-Hsiang, cerita makin menusuk. Bocah itu tumbuh dalam kekerasan dan sudah kehilangan harapan.
Saat ia berkata, “Jangan lupakan aku,” suara-suara kecewa dari masa lalu—termasuk Chi-Chi—menghantam Jen Yao. Di tengah kekacauan batin itu, ia mencekik anak itu, merasa sedang membunuh versi kecil dirinya sendiri yang masih terus menyalahkannya.
Penyerahan Diri Jen Yao
Setelah kembali ke rumah, Jen Yao menemukan ayahnya kembali menyiksa ibunya. Emosi bertahun-tahun akhirnya meledak, dan ia membunuh sang ayah dengan kabel listrik.
Itulah titik akhir pelariannya. Ia pergi ke kantor polisi, menyerahkan diri, dan mengakui seluruh pembunuhan. Semua balas dendamnya selesai di sana.
Lahirlah Identitas Terakhir: Chou Pin Yu
Dengan bantuan Yun Chen, Hsiao Tung membangun identitas baru lagi—Chou Pin Yu. Wajahnya secara tak sadar mengikuti rekan kerjanya di radio.
Ketika cerita kembali ke tahun 2023, Chou Pin Yu mulai mengalami kilas balik yang membuka kebenaran tentang siapa dirinya sebenarnya.
Jen Yao mau diwawancarai hanya karena perempuan di depannya bukan orang asing—melainkan cinta pertamanya yang ia lindungi sampai titik darah terakhir.
Penjelasan Ending Had I Not Seen the Sun: Part 2

Masuk ke ending Had I Not Seen the Sun: Part 2 rasanya kayak duduk di tepi jurang—tenang di permukaan tapi penuh arus emosi di bawahnya.
Mengapa Jen Yao Menolak Diselamatkan?
Saat Pin Yu mencoba membuka kisah sebenarnya lewat dokumenter, Jen Yao langsung menutup peluang itu.
Ia tahu narasi itu bakal menyeret Hsiao Tung ke pusaran trauma baru. Baginya, mati sebagai penjahat lebih baik dibanding hidup sebagai alasan kenapa luka masa lalu Hsiao Tung kembali dibongkar.
Pengakuan Mengerikan untuk Ibu Ouyang Ti
Dalam salah satu momen paling dingin di akhir cerita, Jen Yao mendatangi ibu Ouyang Ti untuk mengungkap kebenaran: ia hanya menusuk Ouyang Ti, tapi kematian sebenarnya berasal dari tangan ibunya sendiri.
Menanggung “kebenaran itu seumur hidup” jadi hukuman paling tepat menurut Jen Yao. Tak lama kemudian, sang ibu meninggal di rumah sakit, membawa rasa bersalah itu sampai akhir.
Eksekusi Jen Yao dan Permintaan Terakhirnya
Tekanan publik—terutama dari ayah Ouyang Ti—membuat eksekusi Jen Yao dipercepat dan dijadwalkan tepat di malam Natal.
Permintaan terakhirnya sederhana: mendengar lagu yang dulu selalu mengiringi tarian Hsiao Tung. Di detik terakhir hidupnya, ia membiarkan ingatan tentang gadis yang ia cintai menutup pintu dunia dengan tenang.
Makna Sebenarnya dari Surat Terakhir
Jen Yao meninggalkan surat yang nggak pernah dibacakan secara eksplisit, tapi visualnya jelas: ia ingin Hsiao Tung merasa ringan, hidup tanpa bayang-bayangnya, dan mengingatnya sebagai seseorang yang pernah mencintainya, bukan sebagai rantai yang menahan hidupnya.
Apakah Hsiao Tung Bunuh Diri? — Analisis Ambigu Ending
Setelah mengantar abu Jen Yao ke pantai bersama Shen Mu, Hsiao Tung terlihat berjalan menuju laut sambil membaca suratnya.
Adegan itu memang dibuat kabur—kamu bisa menafsirkan ia ingin mengakhiri hidupnya, atau sekadar melepas beban terakhir yang masih ia bawa. Serialnya sengaja membiarkan celah itu terbuka, biar penonton ikut memilih.
Simbol Dua Kupu-Kupu dan Harapan yang Tersisa

Epilog menampilkan versi lain—lebih lembut, lebih utopis—di mana Hsiao Tung akhirnya bertemu Jen Yao di malam Natal, sesuai janji lama mereka.
Dua kupu-kupu yang terbang bersama jadi simbol kebebasan dari trauma yang mengikat mereka selama ini. Identitas Hsiao Tung pun digambarkan sudah stabil; dengan pelakunya tiada dan masa lalunya tertutup, hidup barunya akhirnya punya ruang untuk tumbuh.
Akhir yang Pahit, Tapi Penuh Makna
Had I Not Seen the Sun: Part 2 menutup kisahnya dengan cara yang emosional, membawa kamu kembali ke inti ceritanya: cinta yang retak, luka yang menumpuk, dan dua jiwa yang berusaha menemukan ruang untuk bernapas.
Ending yang ambigu sekaligus puitis ini memberi ruang bagi penonton untuk menafsirkan sendiri nasib Hsiao Tung, sambil menunjukkan bahwa perjalanan panjang mereka bukan tentang balas dendam semata, tetapi tentang upaya terakhir untuk merdeka dari masa lalu.
Di balik kegelapan ceritanya, serial ini meninggalkan secercah harapan. Dua kupu-kupu di epilog jadi simbol bahwa kebebasan selalu mungkin, meski jalannya berliku. Kalau kamu, LemoList, masih haus dengan cerita intens dan dunia yang dibangun sedalam ini, kamu bisa lanjut eksplor rekap series lainnya di Lemo Blue.

