Di tengah gemerlap industri fashion mewah dan identitas yang serba dikurasi, The Art of Sarah hadir sebagai misteri yang tak hanya memancing rasa penasaran, tapi juga menggugat cara kita memandang “siapa” seseorang sebenarnya.
Dirilis pada 13 Februari 2026 sebagai original series dari Netflix, drama Korea bergenre mystery thriller ini dikemas dalam delapan episode yang padat dan penuh teka-teki.
Dikenal secara internasional sebagai The Art of Sarah dan di Korea dengan judul Reidi Dua (레이디 두아) atau Lady Doir, serial ini langsung mencuri perhatian lewat premisnya yang berani dan atmosfer yang elegan namun gelap.
Table of Contents
The Art of Sarah Tentang Apa Sebenarnya?
Dibintangi oleh Shin Hye-sun sebagai Sarah Kim—perempuan dengan banyak nama dan banyak wajah—cerita bergerak melalui narasi non-linear yang memecah masa lalu dan masa kini menjadi potongan-potongan kesaksian.
Bersama Lee Joon-hyuk sebagai Detective Park Mu-gyeong, sinopsis The Art of Sarah mengajak penonton menelusuri lapisan identitas, manipulasi, dan ambisi yang berkelindan di balik brand fiksi Boudoir—simbol kemewahan yang ternyata menyimpan kritik tajam terhadap ilusi kelas sosial dan obsesi pada label.
Lewat struktur penceritaan yang cerdas dan tema tentang ketimpangan sosial serta “performed identity”, serial ini terasa seperti karya yang bukan hanya ingin menghibur, tapi juga membongkar.
Rekap The Art of Sarah (Episode 1-8) Apa aja yang terjadi?
| Episode | Fokus Cerita | Perkembangan | Twist / Highlight |
| 1 | Penemuan mayat | Mayat perempuan ditemukan di selokan dekat Samwol Department Store | Tato pergelangan kaki & tas mewah jadi petunjuk awal |
| 2 | Identitas Sarah Kim | Polisi mengidentifikasi korban sebagai CEO Boudoir | Latar belakang Oxford & riwayat hidupnya ternyata palsu |
| 3 | Mok Ga-hui (2018) | Masa lalu sebagai pegawai toko yang terlilit utang 50 juta won | Ga-hui memalsukan bunuh diri dengan terjun dari jembatan |
| 4 | “Cheongdam Queen” | Bangkit sebagai reseller tas mewah | Awal pola manipulasi sosial kelas atas |
| 5 | Kim Eun-jae | Menikahi rentenir kaya Hong Seong-sin dan mendonorkan ginjal | Twist besar: Sarah Kim muncul hidup-hidup di kantor polisi |
| 6 | Kim Mi-jeong | Diperkenalkan sebagai artisan berbakat pembuat tas Boudoir | Terungkap Boudoir hanyalah ilusi marketing |
| 7 | Konfrontasi | Mi-jeong terobsesi dan menyamar jadi Sarah | Sarah membunuh Mi-jeong dan membuang jasadnya |
| 8 | Interogasi & Pengorbanan | Sarah mengaku dirinya adalah Mi-jeong | Dijatuhi 10 tahun penjara demi menjaga citra Boudoir; bekas operasi ginjal membuktikan identitas aslinya |
Dari sudut pandang Lemo Blue, The Art of Sarah adalah tentang bagaimana ia memperlakukan identitas seperti karya seni—dibentuk, dipoles, bahkan dipalsukan demi makna tertentu.
Di akhir cerita, yang tersisa bukan cuma pertanyaan tentang siapa membunuh siapa, tapi: apakah identitas adalah kebenaran, atau sekadar narasi yang paling meyakinkan?
Penjelasan Ending The Art of Sarah: Identitas Terakhir yang Dipilih

Ending The Art of Sarah memperlihat bagaimana Sarah Kim sadar bahwa keabadian brand Boudoir jauh lebih berharga daripada kebebasan, bahkan daripada nama aslinya sendiri.
Siapa Sebenarnya Mayat di Selokan?
Sejak episode awal, penonton digiring untuk percaya bahwa Sarah Kim adalah korban pembunuhan.
Namun di akhir episode The Art of Sarah, terungkap bahwa jasad yang ditemukan di selokan dekat Samwol Department Store adalah milik Kim Mi-jeong—artisan berbakat yang selama ini bekerja di balik layar brand Boudoir.
Mi-jeong bukan sekadar karyawan. Ia adalah sosok tanpa dokumen resmi yang direkrut Sarah dari sweatshop untuk mendesain tas-tas Boudoir.
Ironisnya, dialah “tangan” di balik kemewahan brand tersebut. Seiring waktu, Mi-jeong mulai terobsesi pada kehidupan elite Sarah. Ia meniru gaya berpakaian, gestur, bahkan membuat tato pergelangan kaki yang identik.
Obsesi itu memuncak di pesta peluncuran Boudoir. Dalam konfrontasi yang brutal, Mi-jeong mencoba membunuh Sarah.
Namun Sarah berhasil membalikkan keadaan—membenturkan kepala Mi-jeong ke meja, lalu dengan dingin dan terencana menghancurkan wajahnya menggunakan dasar piala agar identitasnya tak bisa dikenali.
Momen ini menjadi pernyataan paling gelap serial ini: identitas bisa dihancurkan secara harfiah demi mempertahankan narasi.
Cara Sarah Membuang Tubuh Mi-jeong
Di sinilah masa lalu Mok Ga-hui berperan. Pengetahuannya tentang seluk-beluk Samwol Department Store—tempat ia dulu menjadi pegawai toko—menjadi alat sempurna untuk menghilangkan jejak.
Mi-jeong yang masih tak sepenuhnya sadar dimasukkan ke dalam koper dan dikirim sebagai bagian dari pengiriman bisnis baru.
Sarah lalu menjatuhkannya melalui saluran sampah menuju selokan. Di sana, Mi-jeong perlahan meninggal karena paparan dan luka-lukanya saat mencoba melarikan diri.
Tidak ada ledakan dramatis. Tidak ada adegan emosional berlebihan. Hanya tindakan dingin dan terhitung—seperti strategi bisnis.
Penipuan Terakhir: Pertukaran Identitas
Puncak cerita terjadi dalam interogasi antara Sarah dan Detektif Park Mu-gyeong. Secara logika, Mu-gyeong sudah memahami bahwa perempuan di hadapannya adalah Sarah Kim yang asli dan bahwa ia membunuh Mi-jeong. Namun Sarah sekali lagi memainkan narasi.
Ia datang ke kantor polisi dan mengaku sebagai Kim Mi-jeong. Ia mengklaim bahwa ia membunuh “Sarah Kim” karena dendam atas eksploitasi.
Mengapa?
Karena jika publik tahu bahwa Sarah Kim—ikon fashion elite—adalah penipu sekaligus pembunuh, maka Boudoir akan runtuh.
Brand itu akan kehilangan aura eksklusivitasnya. Namun jika publik percaya bahwa Sarah Kim adalah korban tragis yang dibunuh karyawan cemburu, maka citra Boudoir tetap suci, tetap mewah, tetap tak tersentuh.
Untuk memastikan kebohongan ini tak terbantahkan, Sarah menghancurkan rekam medisnya—satu-satunya bukti DNA dan catatan operasi transplantasi ginjal yang bisa membuktikan identitas aslinya.
Ia menghapus dirinya sendiri.
Putusan dan Pengorbanan
Detektif Park Mu-gyeong dihadapkan pada dilema: membiarkannya bebas karena kekurangan bukti, atau menghukumnya dengan identitas palsu yang ia pilih sendiri.
Ia memilih yang kedua. Sarah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara sebagai Kim Mi-jeong.
Namun di adegan terakhir, saat ia berganti pakaian penjara, kamera menyorot bekas operasi transplantasi ginjal di tubuhnya—bukti bahwa ia adalah perempuan yang pernah mendonorkan ginjal kepada Hong Seong-sin.
Artinya, ia benar-benar Mok Ga-hui, Kim Eun-jae, sekaligus Sarah Kim. Ia adalah semuanya. Dan pada saat yang sama, bukan siapa-siapa.
Makna Ending: Real atau Fake Sudah Tak Penting
Ending The Art of Sarah menurut sudut pandang Lemo Blue adalah Impian Sarah tercapai: ilusi tetap hidup. Saat detektif bertanya untuk terakhir kalinya, “Siapa nama aslimu?”, Sarah hanya tersenyum.
Karena Sarah Kim yang asli adalah yang ada di dalam pikirannya, di mana perbedaan antara asli dan palsu sudah tidak relevan. Karena yang penting bukan siapa dia sebenarnya, tetapi cerita mana yang dipercaya dunia.
Dan di situlah ironi terbesarnya: Sarah kehilangan kebebasannya, tapi memenangkan keabadian.
Ending ini tentang pilihan identitas. Tentang bagaimana dalam sistem kelas dan industri mewah, citra bisa lebih abadi daripada manusia yang menciptakannya.
Identitas, Ilusi, dan Harga Sebuah Nama
The Art of Sarah meninggalkan pertanyaan yang mengganggu: jika dunia hanya percaya pada citra, apakah kebenaran masih punya nilai? Atau justru cerita yang paling meyakinkanlah yang akan selalu menang?
Jelajahi lebih banyak rekap series dan pembahasan mendalam lainnya hanya di Lemo Blue—tempat cerita tak cuma ditonton, tapi juga dibaca dan ditafsirkan.

