penjelasan ending can this love be translated

Rekap Can This Love Be Translated: Joo Ho-jin Paham Bahasa Sulit Kategori 4, tapi…

Lemo Blue (Juno) pas nonton drakor Can This Love Be Translated?, rasanya pas banget dibuka dengan vibe romcom yang hangat tapi nyentil hati. 

Drama Korea 12 episode ini resmi tayang di Netflix pada 16 Januari 2026 dan langsung mencuri perhatian berkat kisah cintanya yang nggak biasa: hubungan antara aktris papan atas dan penerjemah multibahasa yang jadi saksi sekaligus “korban” dari rumitnya dunia selebritas. 

Ditulis oleh Hong Sisters yang legendaris dan dibintangi Kim Seon-ho serta Go Youn-jung, drakor ini bukan cuma soal cinta-cintaan biasa. 

Latar internasional dari Korea, Jepang, Kanada, sampai Italia bikin ceritanya makin fresh, ditambah konsep show within a show lewat reality dating Romantic Trip yang penuh drama. Tapi, yang menarik tuh bahasa yang dikuasai Joo Ho-jin, ada yang masuk kategori tersulit lho!

Tingkat Kesulitan Bahasa yang Dikuasai Joo Ho-jin di Can This Love Be Translated

sinopsis dan rekap can this love be translated tentang apa

Untuk memudahkan, kemampuan bahasa Ho-jin bisa dibagi berdasarkan kategori kesulitan linguistiknya.

Category IV: Bahasa Paling Sulit

Bahasa di kategori ini terkenal rumit karena sistem tulisan kompleks, nada (tone), serta jarak linguistik yang jauh dari bahasa lain.

Mandarin Chinese

Mandarin adalah bahasa tonal—empat nada berbeda bisa mengubah arti kata yang sama. Ditambah lagi, sistem tulisannya berbasis karakter logografis yang harus dihafal satu per satu.

Kemampuan Ho-jin fasih berbicara dan membaca, menunjukkan level profesional yang jarang dimiliki bahkan oleh pembelajar tingkat lanjut.

Japanese

Jepang menggunakan tiga sistem tulisan sekaligus (Kanji, Hiragana, Katakana) dan punya tingkat kesopanan bahasa yang sangat kontekstual. 

Kemampuan Ho-jin di sini sampai bikin ia dikira orang lokal saat berada di Jepang. Skill ini juga krusial ketika ia menjadi interpreter untuk aktor Jepang, Hiro Kurosawa, di acara Romantic Trip.

Korean (Bahasa Ibu)

Untuk non-native, bahasa Korea termasuk salah satu yang tersulit karena struktur kalimat, partikel, dan sistem honorifik. 

Sebagai bahasa ibu, hubungan Ho-jin dengan Korea terasa emosional dan intelektual. Latar belakang kakeknya sebagai sarjana pemilik banyak buku menambah kedalaman relasinya dengan bahasa ini.

Category II: Tingkat Menengah

Bahasa di kategori ini masih menantang, tapi lebih “fleksibel” secara global.

English

Banyak aturan tidak konsisten, mulai dari ejaan sampai kata kerja tidak beraturan. Kemampuan Ho-jin untuk Bahasa Inggris menjadi alat utama Ho-jin dalam pekerjaan internasional, menjembatani berbagai budaya dan kepentingan global.

Category I: Paling Aksesibel (Romance Languages) 🇪🇺

Bahasa-bahasa ini relatif lebih mudah dipelajari karena akar Latin dan alfabet yang familier, meski tetap punya tantangan sendiri.

Italian

Kata benda bergender dan konjugasi kata kerja yang beragam. Di awal drama, ia langsung unjuk gigi dengan membantu keluarga Italia yang sedang mengalami situasi darurat—tanpa hambatan komunikasi.

Spanish

Banyak tenses dan variasi dialek regional. Kemampuan Ho-jin ada karena ia pernah tinggal tiga bulan di Spanyol dan bisa beraktivitas dengan lancar, seolah bahasa ini sudah jadi makanan sehari-hari.

French

Huruf mati, bunyi vokal kompleks, dan tata bahasa yang detail yang bikin bahasa ini sulit.  Kemampuan Ho-jin bagus bahkan di episode pertama, Ho-jin terlihat membaca pamflet wisata berbahasa Prancis dengan santai, tanpa perlu menerka-nerka.

Ringkasan Kemampuan Bahasa Joo Ho-jin

BahasaKategori KesulitanKemampuan Ho-jin
MandarinCategory IV (Tersulit)Fasih membaca & berbicara
JapaneseCategory IV (Tersulit)Setara penutur asli
KoreanCategory IV (Tersulit)Native, latar akademik kuat
EnglishCategory II (Menengah)Bahasa kerja internasional
ItalianCategory I (Lebih Mudah)Mediasi situasi darurat
SpanishCategory I (Lebih Mudah)Hidup lancar selama 3 bulan
FrenchCategory I (Lebih Mudah)Membaca teks kompleks

Kemampuan bahasa Ho-jin ini bukan cuma jadi gimmick karakter, tapi justru sumber konflik emosional—terutama saat berhadapan dengan Cha Mu-hee. 

Di satu sisi ia bisa menerjemahkan semua bahasa di dunia, tapi di sisi lain… perasaan manusia ternyata jauh lebih sulit diterjemahkan. 💔

Penjelasan Ending Can This Love Be Translated? Secara Detail Nasib Karakter

Penjelasan Ending Can This Love Be Translated? Secara Detail Nasib Karakter

Ending Can This Love Be Translated? ini abu-abu dan ambigu, bukan karena ceritanya menggantung, tapi karena fokusnya bukan pada “akhir bahagia versi dongeng”, melainkan proses pemulihan diri dan kedewasaan emosional para karakternya.

1. Putus “Sementara” dan Reuni Pasangan Utama

Sejak awal, hubungan Mu-hee dan Ho-jin memang dibangun di atas luka. Mu-hee hidup dengan ketakutan ditinggalkan dan keyakinan bahwa dirinya tidak layak dicintai. 

Menyadari hal itu, Ho-jin menawarkan konsep hubungan dengan tanggal kedaluwarsa: mereka pacaran selama satu bulan dan sepakat berpisah setelahnya, tanpa janji “selamanya”. Bagi Mu-hee, ini justru terasa lebih aman.

Perjalanan ke Amerika Serikat

Di episode final, Mu-hee menemukan fakta besar: orang tuanya ternyata masih hidup. Ia memutuskan pergi ke Los Angeles sendirian untuk menemui ibu kandungnya dan menghadapi masa lalu yang selama ini ia kubur. Keputusan ini menandai langkah pertamanya memilih diri sendiri, bukan hubungan.

Reuni yang Sunyi Tapi Penuh Makna

Setelah menemukan kedamaian batin, Mu-hee kembali ke Korea saat Natal. Ia bertemu Ho-jin di sebuah observatorium—tempat yang melambangkan jarak, waktu, dan perspektif baru. 

Di sana, Mu-hee mengungkapkan cintanya dalam semua bahasa yang Ho-jin kuasai. Namun, momen paling penting justru datang setelah itu: mereka berciuman tanpa kata. Isyarat bahwa cinta mereka akhirnya tak lagi butuh diterjemahkan.

2. Kebenaran di Balik Sosok Do Ra-mi

Sepanjang cerita, Mu-hee terus dihantui oleh Do Ra-mi—karakter zombie yang ia perankan di film horor—yang muncul seperti halusinasi atau kepribadian lain.

Di akhir seri, terungkap bahwa Do Ra-mi bukan entitas supranatural, melainkan manifestasi dari trauma masa kecil Mu-hee yang belum pernah ia hadapi secara sadar.

Wajah “menyeramkan” Do Ra-mi ternyata adalah ingatan terpendam tentang wajah ibunya saat terjadi insiden keracunan di masa kecil. 

Setelah Mu-hee berani membuka luka itu, memahami asal traumanya, dan mulai merasakan kebahagiaan yang nyata, sosok Do Ra-mi pun menghilang. Bukan dikalahkan—tapi disembuhkan.

3. Nasib Karakter Pendukung

Ending drama Can This Love Be Translated juga menutup perjalanan karakter lain dengan rapi dan realistis.

  • Shin Ji-sun & Kim Yong-u: Mereka menjadi cermin hubungan yang lebih sehat. Setelah menuntaskan perasaan lama yang melibatkan Ho-jin, keduanya pindah ke Inggris dan melanjutkan hidup sebagai pasangan yang bertunangan bahagia.
  • Hiro Kurosawa: Cinta sepihaknya pada Mu-hee memang berakhir dengan penolakan, tapi bukan kegagalan. Hiro justru menemukan keberanian baru, belajar bahasa Korea, dan sukses mendapatkan peran besar di film berbahasa Inggris. Ia berdamai dengan perasaannya sendiri.

4. Akankah Ada Can This Love Be Translated? Season 2?

Can This Love Be Translated sejak awal dirancang sebagai limited series dengan alur cerita yang tuntas. 

Hingga kini, tim produksi belum memberikan sinyal atau pengumuman apa pun terkait musim kedua. Dengan ending yang sudah “selesai secara emosional”, kemungkinan Season 2 tergolong kecil.

Ending ini mungkin nggak memberikan jawaban hitam-putih, tapi justru di situlah kekuatannya. Drama ini ingin bilang: sebelum mencintai orang lain, kita harus belajar menerjemahkan luka kita sendiri terlebih dahulu. 

Cinta yang Akhirnya Tak Perlu Diterjemahkan

can this love be translated ending

Can This Love Be Translated menutup ceritanya dengan cara yang tenang tapi membekas. Bukan lewat janji manis atau akhir bahagia yang bombastis, melainkan melalui proses penyembuhan, penerimaan diri, dan keberanian untuk menghadapi masa lalu. 

Hubungan Ho-jin dan Mu-hee menunjukkan bahwa cinta bukan soal seberapa fasih kita berbicara, tapi seberapa jujur kita memahami luka—baik milik pasangan, maupun milik diri sendiri. 

Ending yang ambigu justru terasa realistis, karena hidup memang jarang memberi jawaban hitam-putih. Buat Lemolist yang suka rekap series dengan cerita emosional, dan makna tersembunyi di balik adegan-adegannya, drakor ini jelas jadi salah satu yang layak ditonton.