Rambo: Last Blood kembali menghadirkan John Rambo, sosok legenda yang sudah kita kenal sejak era ’80-an. Di aksi terakhirnya ini, Rambo kembali ke peternakan keluarganya di Arizona, menghadapi musuh lama dengan cara yang lebih brutal dan personal.
Film ini disutradarai Adrian Grunberg, ditulis oleh Stallone dan timnya, berdurasi 89 menit, dengan versi internasional 100 menit. Dengan rating R dan genre action-thriller-drama, film ini tetap bikin jantung deg-degan dari awal sampai akhir. Bisa dibilang film ini jadul lah, tapi tetap seru ditonton.
Table of Contents
Rambo: Last Blood Tentang Apa? – Kesimpulan Plot

Setelah 11 tahun dari film sebelumnya, Rambo tinggal di peternakan ayahnya di Bowie, Arizona.
Dia hidup bersama Maria Beltran dan cucunya, Gabriela, yang dia anggap sebagai keluarga sendiri. Menurut Rambo, membesarkan Gabriela adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya.
Sinopsis Rambo: Last Blood menunjukkan ketenangan Rambo terganggu saat Gabriela menyeberang ke Meksiko untuk mencari ayah kandungnya. Di sana, dia diculik oleh kartel Meksiko dari sebuah klub malam.
Rambo mencoba menyelamatkan Gabriela tapi kalah dan dirampok. Kartel menemukan foto Gabriela di tangan Rambo, lalu menyiksa dan menjadikannya korban perdagangan seksual.
Saat Rambo akhirnya menjemput Gabriela, dia meninggal karena overdosis narkoba dalam perjalanan pulang. Rambo menguburnya di peternakan dan bersumpah membalas dendam.
Untuk memancing kartel, Rambo membunuh Victor, salah satu pemimpin mereka. Tindakan ini memicu Hugo Martinez, kakak Victor, mengerahkan pasukannya ke ranch Rambo.
Baca Juga, Yah! The Da Vinci Code (2006): Misteri Suci yang Masih Bikin Kepala Panas!
Penjelasan Ending Film Rambo: Last Blood (Spoiler) – Mati atau Masih Hidup?

Ending film Rambo: Last Blood penuh aksi brutal dan strategi ala veteran perang.
Pertarungan Terakhir & Strategi Rambo
Rambo menghadapi pasukan kartel di peternakannya dengan jebakan mematikan yang dia buat bertahun-tahun di bawah tanah.
Terowongan ini mengingatkan pada taktik gerilya Viet Cong yang pernah ia alami. Dia membunuh musuh satu per satu dengan granat, jebakan, pisau, pipa, bahkan runtuhan terkontrol.
Klimaksnya brutal: Hugo Martinez diserang terakhir, ditusuk dengan empat panah, lalu Rambo mengeluarkan hati Hugo yang masih berdetak, membalas dendam atas kematian Gabriela.
Nasib Ambigu Rambo
Setelah pertarungan, Rambo yang berdarah dan lelah duduk di beranda. Suaranya terdengar reflektif: dia hidup di dunia kematian, kehilangan orang yang dicintai, tapi tetap berjuang untuk kenangan mereka.
Ending film Rambo: Last Blood sengaja ambigu—dia bisa saja selamat, terlihat menunggang kuda di kredit akhir, atau interpretasi lain menunjukkan itu mimpi kematian. Intinya, Rambo tak pernah benar-benar bisa menemukan kedamaian.
Baca Juga, Yah! Angel Has Fallen (2019): Sang “Malaikat” Justru Dijebak?
Daftar Pemain Rambo: Last Blood

Sebelum kamu menonton atau mengingat lagi aksi Rambo, mari kenalan sama para pemain yang bikin film Rambo: Last Blood makin seru:
- Sylvester Stallone sebagai John Rambo
- Paz Vega sebagai Carmen Delgado
- Sergio Peris-Mencheta sebagai Hugo Martinez
- Adriana Barraza sebagai Maria Beltran
- Yvette Monreal sebagai Gabriela
- Óscar Jaenada sebagai Victor Martinez
- Joaquín Cosio sebagai Don Manuel
- Pascacio López sebagai El Flaco
Rambo: Last Blood, Aksi dan Balas Dendam yang Membekas
Film Rambo: Last Blood menghadirkan John Rambo di puncak kemampuan dan emosinya, memadukan aksi brutal dengan kisah balas dendam yang personal.
Dari peternakan Arizona hingga pertempuran mematikan melawan kartel Meksiko, plot Rambo: Last Blood menunjukkan trauma, kehilangan, dan tekad seorang legenda yang tak pernah bisa hidup tenang.
Ending film Rambo sengaja ambigu, meninggalkan kamu mempertanyakan nasib Rambo sekaligus merasakan kepuasan balas dendamnya.
Buat LemoList yang penasaran dengan lebih banyak aksi seru, cerita mendalam, dan update terbaru, jangan lupa eksplorasi berbagai berita film dan series seru lainnya hanya di Lemo Blue!

