Perang Kota, atau This City Is a Battlefield, adalah film drama periode sekaligus thriller psikologis yang bikin Lemolist terhanyut dari detik pertama.
Film ini mengeksplorasi persimpangan revolusi nasional dan trauma pribadi pasca kemerdekaan Indonesia, mengambil latar Jakarta tahun 1946 saat Belanda dan pasukan Sekutu mencoba menguasai kembali kota.
Disutradarai dan ditulis Mouly Surya, film ini adalah comeback-nya setelah lama hiatus, serta diadaptasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis.
Dengan aspek rasio 4:3 yang klasik dan premiere global di IFFR 2025, Perang Kota berhasil memadukan sejarah, emosi, dan konflik pribadi dengan apik.
Table of Contents
Sinopsis Perang Kota – Cerita, Konflik, dan Trauma

This City Is a Battlefield tentang seorang mantan pejuang kemerdekaan bernama Isa. Di usia 35, Isa kini menjadi guru sekolah dasar sekaligus pengajar biola, tapi trauma perang membuatnya rapuh dan memengaruhi hubungannya dengan Fatimah, sang istri.
Jakarta tahun 1946 semakin kacau dengan hadirnya tentara Belanda dan Inggris. Isa ditarik kembali ke medan revolusi, ditugaskan membunuh pejabat kolonial, termasuk Gubernur Jenderal Van Mook, dibantu Hazil, murid biolanya yang juga pemberani dan karismatik.
Sementara Isa berjuang untuk kemerdekaan, rumah tangganya ikut berperang. Fatimah, merasa terabaikan, memulai hubungan rahasia dengan Hazil.
Film Perang Kota bercerita tentang konflik personal dan nasional yang saling bertabrakan, menciptakan ketegangan yang tak bisa dilewatkan.
Baca Juga, Yah! Believe: The Ultimate Battle (2025): Film yang Ngegas Emosi Kamu
Penjelasan Ending Perang Kota (Spoiler)

Sekarang kita masuk ke penjelasan ending Perang Kota, Lemolist. This City Is a Battlefield menutup cerita dengan kemenangan pahit, di mana batas antara heroisme dan tragedi benar-benar kabur.
Misi yang Berhasil tapi Penuh Tragedi
Isa dan Hazil mengeksekusi rencana meledakkan bioskop di Pasar Senen, markas berkumpulnya pejabat NICA. Target mereka tercapai, tapi ledakan menimbulkan korban sipil besar dan menghancurkan sebagian kota.
Pengorbanan Pribadi Isa dan Pengakuan Anak Hazil
Isa akhirnya tahu Fatimah hamil anak Hazil. Demi keluarga dan revolusi, ia pura-pura tidak tahu dan memilih mengakui anak itu sebagai anaknya sendiri, sebuah pengorbanan yang berat tapi mulia.
Pilihan Hazil dan Dampaknya bagi Isa
Hazil memilih meninggalkan perjuangan untuk bersama Fatimah dan anaknya. Isa harus menghadapi perang dalam dan luar dirinya seorang diri, menyisakan rasa kehilangan dan konflik batin mendalam.
Makna ending: “Road with No End”
Akhir cerita This City Is a Battlefield mengingatkan kita bahwa meski perang bisa punya pemenang, beban moral dan penderitaan manusia tetap berlanjut, mengikuti jejak Road with No End dari novel aslinya.
Baca Juga, Yah! Oppenheimer (2023): Ledakan yang Nggak Pernah Padam
Review Perang Kota dari Sudut Pandang Lemo Blue

Lemolist, ngomongin This City Is a Battlefield, film ini memang bikin perasaan campur aduk. Dari sisi visual, kita harus kasih jempol ke Roy Lolang.
Aspek rasio 4:3 dan estetika “neoklasik”-nya bikin tiap frame terasa mewah dan intimate, sampai-sampai beberapa orang bandingin dengan film First Cow.
Kalau soal karakter, film ini berani ambil jalur berbeda dari novelnya. Isa di layar lebar tampil gagah dan berani, padahal di buku ia lebih digambarkan penuh ketakutan. Fatimah juga sekarang lebih tegas dan punya agency, bikin dinamika cerita jadi lebih menarik.
Tapi, nggak semua sempurna. Pacing film agak melambat, dari perang yang tegang tiba-tiba jadi drama rumah tangga yang terasa “soapy” dengan pengembangan karakter yang tipis.
Selain itu, film ini punya konten dewasa, termasuk adegan ranjang eksplisit dan kekerasan grafis, jadi jelas bukan tontonan keluarga.
Di Lemo Blue, kita melihat Perang Kota sebagai film ambisius yang berani ambil risiko—kadang berhasil, kadang bikin kontroversi. Tapi yang pasti, ini pengalaman menonton yang bikin kamu mikir soal perang, cinta, dan pengorbanan di level personal dan nasional.
Daftar Pemain Perang Kota (Cast & Karakter)
Sekarang, kita kenalan sama para pemain utama This City Is a Battlefield, yang bikin cerita penuh konflik dan emosi ini terasa hidup.
- Chicco Jerikho sebagai Isa
- Ariel Tatum sebagai Fatimah
- Jerome Kurnia sebagai Hazil
- Ar Barrani Lintang sebagai Salim (anak/adopsi Isa)
- Chew Kin Wah sebagai Baba Tan
- Rukman Rosadi sebagai Kamaruddin
- Imelda Therinne sebagai Mayang
- Alex Abbad sebagai Soldier Sopoy
- Indra Birowo sebagai Abdullah
- Sheila Kusnadi sebagai anak perempuan Baba Tan
Perang, Cinta, dan Pengorbanan di Jakarta 1946
Perang Kota atau This City Is a Battlefield menghadirkan kisah penuh konflik, dari peperangan melawan kolonial hingga pergulatan batin Isa dengan cinta dan pengkhianatan di rumahnya.
Film ini memadukan sejarah, drama psikologis, dan thriller, menunjukkan bahwa kemenangan di medan perang sering datang dengan harga yang berat dan pengorbanan pribadi yang mendalam.
Buat Lemolist yang penasaran dengan cerita-cerita intens seperti ini, jangan lewatkan update terbaru dan ulasan mendalam seputar film dan series lainnya.
Jelajahi terus berita film di Lemo Blue untuk rekomendasi, sinopsis, dan analisis yang bikin kamu semakin dekat dengan dunia layar lebar.

