Tere Ishk Mein hadir sebagai drama romansa tragis yang siap bikin hati penonton nggak baik-baik saja. Film ini menyelami sisi paling gelap dari cinta obsesif—tentang perasaan yang awalnya tulus, tapi perlahan berubah jadi racun.
Disutradarai oleh Aanand L. Rai, film ini disebut sebagai spiritual sequel dari Raanjhanaa (2013), sekaligus jadi reuni emosional antara Rai dan Dhanush yang dulu sukses bikin penonton susah move on.
Kali ini, Dhanush tampil sebagai Shankar Gurrukkal, beradu akting dengan Kriti Sanon sebagai Mukti Behniwal, dalam kisah cinta yang intens, pahit, dan penuh luka.
Didukung musik magis dari A. R. Rahman, Tere Ishk Mein bukan sekadar film romantis, tapi pengalaman emosional yang pelan-pelan menghantam perasaan.
Dirilis pada 28 November 2025 dan tayang di Netflix, film ini langsung jadi sorotan para pencinta drama berat yang suka cerita cinta nggak biasa—yang indah, tapi juga menyakitkan.
Table of Contents
Tere Ishk Mein Menceritakan Tentang Cinta Berubah Jadi Obsesi yang Melukai
Sinopsis Tere Ishk Mein memiliki alur maju-mundur, berpindah antara masa lalu dan masa kini untuk memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan yang sejak awal tidak sehat bisa meninggalkan luka panjang yang sulit disembuhkan.
Di Masa Lalu
Kisah mereka dimulai saat sama-sama masih di bangku kuliah. Mukti, seorang mahasiswi psikologi, mendekati Shankar bukan semata karena ketertarikan personal, melainkan menjadikannya objek penelitian untuk disertasi PhD-nya.
Shankar dikenal memiliki kecenderungan agresif dan mudah meledak, dan Mukti percaya ia bisa “menyembuhkan” sisi gelap tersebut melalui pendekatan psikologis. Namun, hubungan yang awalnya profesional itu perlahan berubah.
Shankar jatuh cinta sepenuh hati, sementara Mukti tetap menjaga jarak emosional, terjebak antara rasa iba, rasa penasaran akademis, dan konflik batin.
Situasi abu-abu ini menciptakan situationship yang toxic—penuh ketergantungan, manipulasi emosional, dan ketidakseimbangan perasaan.
Ketika Mukti akhirnya memilih pria lain, Shankar mengalami kehancuran emosional yang mendorongnya pada tindakan ekstrem yang nyaris menghancurkan hidupnya sendiri.
Masa Sekarang
Tujuh tahun kemudian, cerita bergeser ke masa kini. Shankar kini adalah seorang Flight Lieutenant di Indian Air Force yang ditempatkan di Leh, Ladakh—lingkungan keras yang mencerminkan kondisi batinnya.
Meski karier militernya terlihat mapan, ia kembali bermasalah karena perilaku agresif yang membuatnya harus grounded.
Untuk bisa kembali bertugas, Shankar diwajibkan menjalani evaluasi psikologis. Di titik inilah takdir mempertemukannya kembali dengan Mukti—kini berstatus sebagai psikolog perilaku.
Pertemuan itu menjadi semakin kompleks karena Mukti telah menikah dengan Jasjeet, seorang perwira Angkatan Laut, dan tengah mengandung. Lebih tragis lagi, Mukti didiagnosis menderita sirosis hati stadium terminal, membuat hidupnya berada di ujung batas.
Reuni yang seharusnya profesional justru membuka kembali luka lama, rasa bersalah, dan cinta obsesif yang belum pernah benar-benar mati di dalam diri Shankar.
Penjelasan Ending Tere Ishk Mein: Pengorbanan Terakhir atas Nama Cinta dan Penebusan (Spoiler)

Bagian akhir Tere Ishk Mein bergerak menuju klimaks emosional yang dibingkai oleh situasi geopolitik yang genting.
Ketegangan meningkat ketika India berada di ambang konflik militer besar yang melibatkan Pakistan dan China, menjadikan perang bukan sekadar latar, tetapi cermin dari kekacauan batin para karakternya—terutama Shankar.
Konfrontasi Terakhir: Janji yang Terlalu Mahal
Shankar ditugaskan dalam misi berisiko tinggi untuk menetralisir ancaman angkatan laut Pakistan. Namun ada satu syarat krusial: ia tak bisa terbang sebelum Mukti menandatangani surat kelayakan psikologisnya. Mukti menolak.
Bukan karena dendam masa lalu, melainkan karena ketakutan yang sangat manusiawi—ia tahu nyawanya sendiri terancam oleh kehamilan berisiko tinggi dan sirosis hati, sementara Jasjeet juga berada di garis depan perang.
Dalam keputusasaan, Mukti ingin Shankar tetap hidup, bukan sebagai kekasih, melainkan sebagai satu-satunya orang yang ia percaya bisa menjaga anaknya jika segalanya hilang.
Di titik paling rapuh itu, Shankar membuat janji yang menentukan segalanya: entah ia kembali hidup, atau ia memastikan Jasjeet selamat sehingga anak Mukti tetap punya ayah. Janji ini akhirnya meluluhkan Mukti.
Dengan tangan gemetar, ia menandatangani surat tersebut—sebuah keputusan yang terasa seperti vonis tak tertulis.
Pengorbanan Tertinggi: Dari Obsesi ke Martir
Di atas Laut Arab, misi berubah jadi neraka. Pesawat tempur Shankar terkena serangan dan salah satu sayapnya terbakar.
Perintah evakuasi sudah diberikan, namun Shankar memilih jalan lain. Alih-alih melontarkan diri, ia mengarahkan pesawatnya langsung ke kapal fregat Pakistan yang sedang bersiap menyerang kapal tempat Jasjeet bertugas.
Tindakan ini bukan sekadar aksi heroik militer, tapi juga keputusan personal yang ekstrem. Shankar menjalankan misi kamikaze—sebuah bentuk pengorbanan total yang sekaligus menyelamatkan armada India dan nyawa Jasjeet.
Di momen inilah film menegaskan tema “martir nasional dan personal”: Shankar mati sebagai pahlawan negara, dan sekaligus sebagai pria yang akhirnya memilih mencintai dengan cara yang tidak lagi merusak.
Makna “Mukti”: Keselamatan yang Terlambat
Nama Mukti—yang berarti pembebasan atau keselamatan—menjadi simbol kunci di ending film. Pengorbanan Shankar sebagai caranya “memperbaiki” diri, menebus kekerasan dan obsesi masa lalu.
Dengan menyelamatkan pria yang dicintai Mukti dan menerima bahwa cintanya tak harus memiliki, Shankar akhirnya membuktikan bahwa perasaannya telah berubah bentuk: dari posesif menjadi pengorbanan.
Film menutup kisah mereka dengan nuansa spiritual. Cinta mereka melampaui kematian, seolah Shankar dan Mukti dipersatukan kembali di alam lain—bukan sebagai dua jiwa yang saling melukai, tetapi sebagai dua manusia yang akhirnya menemukan kedamaian.
Kesimpulan Nasib Para Karakter di Akhir Film Tere Ishk Mein
- Shankar Gurrukkal: Meninggal dunia setelah menabrakkan pesawatnya ke kapal musuh demi menyelamatkan Jasjeet dan armada India.
- Mukti Behniwal: Meninggal tak lama setelah melahirkan seorang putra akibat komplikasi kehamilan dan sirosis hati.
- Jasjeet: Selamat dari pertempuran laut berkat tindakan Shankar, namun harus menjalani hidup sebagai ayah tunggal.
- Anak Mukti: Tetap hidup. Meski secara biologis adalah anak Jasjeet, Mukti memaknai kelahiran sang bayi sebagai penutup emosional dari kisahnya dengan Shankar—sebuah warisan cinta yang tak pernah bisa mereka jalani bersama.
Ending Tere Ishk Mein sengaja tidak menawarkan kebahagiaan konvensional. Yang tersisa hanyalah keheningan, kehilangan, dan rasa bahwa cinta—jika salah arah—bisa menghancurkan, tapi jika dilepaskan, justru bisa menyelamatkan orang lain.
Ketika Cinta, Penebusan, dan Takdir Bertabrakan
Tere Ishk Mein menutup ceritanya sebagai tragedi cinta yang pahit namun bermakna, memperlihatkan bagaimana obsesi yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi kehancuran—lalu akhirnya menjadi penebusan.
Buat kamu, para Lemolist, yang suka mengulik makna di balik film dan serial penuh emosi, masih banyak berita film dan series menarik lainnya yang bisa kamu eksplorasi di Lemo Blue.

