Film The Babadook membawa kita ke kehidupan Amelia Vanek, seorang ibu tunggal yang udah mulai kehilangan kewarasan mengurus putranya, Samuel, setelah kehilangan sang suami.
Situasi semakin rumit ketika Samuel menemukan buku cerita misterius berjudul Mister Babadook, tentang makhluk bertopi tinggi yang bisa menyusup ke rumah dan pikiran manusia.
Sejak buku itu dibaca, teror mulai muncul. Namun, semakin Amelia menyangkal keberadaan Babadook, semakin kuat pula gangguan yang menghantui mereka.
Table of Contents
Penjelasan Ending Film The Babadook: Monster yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

Ending film The Babadook memperlihatkan beberapa bulan setelah keliatan lepas dari Babadook (yang bisa dimaknai sebagai manifestasi dari segala bentuk trauma Amelia).
Kehidupan Amelia dan Sam terlihat lebih baik. Ia merayakan ulang tahun Sam tepat pada tanggal kelahirannya. Sebelumnya, tanggal tersebut menyakitkan karena mengingatkannya pada kecelakaan suaminya.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa Amelia mulai bisa memisahkan kebahagiaan atas kelahiran Sam dari kesedihan atas kematian Oskar.
1. Kenapa Babadook Tidak Dibunuh?
Sebelum pesta berlangsung, Sam mengumpulkan cacing tanah dari halaman rumah. Kenapa Amelia harus memberi makan Babadook dengan cacing tanah?
Cacing adalah simbol bahwa trauma membutuhkan perhatian secara terus-menerus. Amelia tidak bisa langsung ngilangin kesedihannya, ia perlu terus menjaga keseimbangan emosionalnya agar rasa kehilangan itu tidak kembali mengambil alih dirinya.
Babadook (kesedihannya) tetap membutuhkan perhatian, sama seperti luka yang tidak hilang meskipun seseorang sudah mulai pulih.
Lalu, ketika diberi makan, monster itu tiba-tiba menerjang dari kegelapan, Amelia tidak panik seperti sebelumnya.
Ia menenangkan Babadook dengan suara lembut, meletakkan makanan di hadapannya, lalu membiarkan makhluk tersebut kembali ke dalam kegelapan.
Adegan ini juga memperlihatkan bahwa Amelia kini memiliki kendali. Ia tahu Babadook masih ada, tetapi tidak lagi membiarkannya berkeliaran dan menyakiti keluarganya.
2. Kenapa Babadook Dikurung Di Basement?
Amelia menyimpan berbagai peninggalan Oskar yang belum sanggup ia hadapi secara emosional di basement.
Secara simbolis, ruang bawah tanah tersebut menggambarkan bagian terdalam dari pikiran Amelia, tempat ia menyembunyikan kesedihan, kenangan, dan trauma yang belum terselesaikan.
Ketika Babadook akhirnya dikurung di sana, kita bisa melihat perubahan besar dalam cara Amelia menghadapi dukanya.
Ia tidak lagi membiarkan kesedihan menguasai seluruh rumah dan kehidupannya, tetapi mulai mengelolanya dalam ruang yang bisa ia kendalikan.
Baca Juga, Yah! Penjelasan Ending Film ‘Alfred Hitchcock’ Psycho (1960): Senyum Ngeri Norman Artinya?
3. “One Day, When You’re Bigger”: Apa Maksud Jawaban Amelia?
Sam bertanya apakah suatu hari nanti ia boleh melihat monster tersebut. Amelia menjawab, “One day. When you’re bigger.” (nanti ya, kalau kamu udah gede)
Jawaban ini artinya bahwa Amelia mulai menerima bahwa kesedihan merupakan bagian dari kehidupan mereka.
Ia tidak ingin Sam tumbuh dengan ketakutan, tetapi juga tidak ingin berpura-pura bahwa kehilangan ayahnya tidak pernah terjadi.
Suatu hari, ketika sudah lebih dewasa, Sam perlu memahami kehilangan ayahnya dan bagaimana peristiwa tersebut membentuk kehidupan keluarganya.
Dengan begitu, film ini juga berbicara tentang trauma antargenerasi: luka emosional yang bisa memengaruhi hubungan dan kehidupan anak jika tidak pernah diakui atau diproses.
Review dan Makna Ending Film The Babadook: Apakah Happy Ending?
Menurut sudut pandang Lemo Blue, ending The Babadook bisa disebut sebagai happy ending yang tidak sepenuhnya bahagia.
Amelia dan Sam memang berhasil mendapatkan kembali kehidupan mereka, tetapi itu bukan berarti semua luka sudah sembuh.
Babadook masih tinggal di basement. Artinya, kesedihan Amelia atas kematian Oskar tidak pernah benar-benar menghilang.
Bedanya, sekarang ia sudah bisa mengakui keberadaan rasa sakit tersebut tanpa membiarkannya menghancurkan hubungan dengan anaknya.
Monster yang selama ini terlihat seperti ancaman supernatural ternyata juga menjadi gambaran bahwa kita tidak bisa menghilangkan trauma, tetapi kita bisa belajar menghadapinya agar tidak terus mengendalikan hidup.
Salah satu pesan dari buku Mister Babadook: “The more you deny, the stronger I get.” (semakin kamu menyangkal, semakin kuat juga aku (monster))
Ia berusaha mengabaikan kematian suaminya, namun, rasa sakit yang tidak pernah dihadapi akhirnya muncul dalam bentuk yang destruktif.
Babadook menjadi gambaran dari emosi yang terus ditekan sampai akhirnya mengambil alih personality dan kewarasannya.
Baca Juga, Yah! Penjelasan Ending Pearl (2022): Kenapa Pearl Tersenyum?
Babadook Tidak Pergi, Amelia Hanya Belajar Berdamai
Dari penjelasan ending film The Babadook di atas memperlihatkan bahwa trauma dan kehilangan nggak bisa dihapus begitu saja. Ending ini juga menunjukkan bahwa proses pulih bukan melupakan, tapi belajar berdamai dengan sesuatu yang pernah menyakitkan.
Lemolist bisa lanjut mengeksplorasi lebih banyak penjelasan ending film dan series di Lemo Blue. Kami juga punya rekomendasi film Netflix yang viral, jadul, box office, dan berbagai tontonan menarik lainnya untuk menemani watchlist kamu!
