Agen +62 hadir sebagai film genre action-komedi yang nyentil realitas sosial yang lagi panas di Indonesia: maraknya judi online alias judol. Oiya ini tayang di Netflix ya, tonton sekarang!
Disutradarai Dinna Jasanti dan resmi tayang mulai 3 Juli 2025, film produksi Wahana Kreator Nusantara dan PK Films ini meramu humor absurd, aksi mata-mata kelas bawah, serta kritik tajam soal sistem yang sering abai.
Dari comeback epik Rieke Diah Pitaloka setelah 17 tahun, debut layar lebar Keanu Angelo sebagai agen gagal, sampai misi gila memberantas sindikat judol dari balik salon kecantikan—Agen Plus 62 siap jadi tontonan yang receh di luar, tapi “nyeplak” di dalam.
Table of Contents
Penjelasan Ending Agen +62

Sebelum masuk ke ending-nya, kita tarik napas sebentar buat ngerangkum ceritanya. Sinopsis Agen +62 tentang Dito (Keanu Angelo), agen rahasia paling sering apes di PUANAS—lembaga intelijen yang posisinya bahkan nyaris nggak dianggap di struktur negara.
Sepanjang kariernya, Dito lebih sering jadi bahan olokan ketimbang dipercaya turun ke lapangan. Motivasi Dito berubah total saat ia sadar kalau ayah dan pamannya terjerat judi online. Sang ayah bahkan tenggelam dalam utang besar.
Dari sini, misi memberantas judol bukan lagi soal karier, tapi soal menyelamatkan keluarganya sendiri. Jadi, endingnya gini:
PUANAS dan Misi Tak Terduga
Ketika sistem keamanan nasional diretas besar-besaran, cuma dua agen yang datanya selamat: Dito dan Martha (Rieke Diah Pitaloka), agen senior dengan segudang persona. Karena “ketidakterlihatan” mereka di sistem, duo ini justru ditugaskan membongkar sindikat judi online kelas kakap.
Salon Kecantikan, Politik, dan Penyamaran Absurd
Penyelidikan membawa mereka ke Jessica (Cinta Laura Kiehl), pemilik salon glamor yang ternyata jadi kedok operasi judol sekaligus simpanan politisi lokal.
Yang bikin merinding, sindikat ini bahkan mengeksploitasi anak-anak sebagai operator judi di ruang bawah tanah tersembunyi.
Untuk menyusup, Dito dan Martha pakai cara-cara nyeleneh: dari pegawai salon flamboyan, ustaz, sampai Martha yang tampil dengan vibe “Oneng” ala Bajaj Bajuri.
Konfrontasi dan Terbukanya Aib Besar
Di bagian akhir film, Dito dan Martha akhirnya berhadapan langsung dengan inti sindikat. Anak-anak yang dieksploitasi berhasil diselamatkan, dan keterkaitan antara elit politik dan bisnis judi online mulai terkuak ke publik. Secara moral, ini kemenangan—tapi bukan kemenangan mutlak.
Jaringan yang Terlalu Besar untuk Sekadar Satu Misi
Alih-alih menutup cerita dengan penjahat ditangkap semua, film ini memilih ending terbuka. Ada sinyal kuat bahwa sindikat judol yang mereka bongkar hanyalah satu cabang kecil dari jaringan cyber crime yang jauh lebih luas dan rapi.
Nasib Dito dan Martha
Dito akhirnya membuktikan dirinya layak disebut agen lapangan, tapi film sengaja tidak memberi kepastian penuh soal masa depannya di PUANAS.
Martha pun tetap jadi sosok misterius—seolah menegaskan bahwa peran agen-agen “kelas bawah” justru krusial dalam perang kotor yang nggak pernah selesai.
Makna Ending Terbuka
Ending Agen +62 terasa sengaja “digantung” untuk menyampaikan pesan utama film: judi online, korupsi, dan konspirasi politik bukan masalah instan.
Satu sindikat tumbang, tapi sistemnya belum tentu runtuh. Tim produksi sendiri membuka peluang sekuel, tergantung respons penonton dan performa film.
Agen Plus 62 menolak jadi dongeng hitam-putih. Film ini bilang ke penonton: melawan judol itu perjuangan panjang, bukan misi sehari selesai. Dan mungkin, di situlah punchline paling pahit dari komedi absurd yang kita tonton sejak awal.
Agen +62, Tertawa di Tengah Masalah Serius
Agen Plus 62 membuktikan kalau film action-komedi bisa tetap menghibur tanpa kehilangan keberanian untuk bicara soal isu nyata.
Lewat karakter agen “pinggiran” seperti Dito dan Martha, film ini menyentil maraknya judi online, relasi kuasa politik, hingga dampaknya ke keluarga dan anak-anak, dengan gaya absurd yang justru bikin pesannya terasa lebih dekat.
Ending terbukanya menegaskan bahwa pertarungan melawan masalah sosial bukan cerita satu malam, melainkan proses panjang yang masih terus berjalan.
Buat kamu, Lemolist, yang suka berita film dengan sudut pandang unik—dari sinopsis, ending explained, sampai makna di balik layar—jangan berhenti di sini. Masih banyak ulasan film dan series terbaru yang siap kamu eksplor di Lemo Blue, tempat ngobrol santai soal tontonan tanpa kehilangan kedalaman ceritanya.

