Lagu Yang telah merelakanmu adalah fase hidup yang diam-diam pernah kamu lewati, Lemolist. Lagu dari Seventeen ini lahir dari cerita yang sederhana tapi nyata: hubungan yang terlalu lama bertahan di tengah konflik toxic dan rasa capek yang dipendam dua arah.
Lewat lirik-liriknya yang lembut namun jujur, Seventeen menyuarakan momen ketika cinta masih ada, tapi bertahan justru saling melukai.
Nggak heran kalau lagu ini sering diputar saat hati lagi sendu—bukan untuk menambah sedih, tapi buat membantu pendengarnya memproses kehilangan. Di sinilah lagu ini bekerja: sebagai perpisahan terakhir yang akhirnya berani diucapkan.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Yang Telah Merelakanmu Seventeen Tentang…
Proses melepaskan orang yang masih dicintai, karena hubungan tersebut sudah terlalu melelahkan dan penuh konflik.
Lagu ini menggambarkan hubungan yang sama-sama sakit, saling menyalahkan, dan nggak lagi menemukan titik temu. Bukan karena cintanya habis, tapi karena bertahan justru bikin luka makin panjang.
Di akhir lagu menutup dengan sikap dewasa: pergi tanpa dendam, tetap mendoakan kebahagiaan, dan menyerahkan segalanya pada Tuhan. Jadi, ini bukan lagu tentang berhenti mencintai—tapi tentang ikhlas demi kedamaian.

1. Saat Hubungan Capek Duluan Sebelum Benar-Benar Selesai
Di bagian awal lagu, lirik lagu Seventeen Yang Telah Merelakanmu langsung membawa kita ke suasana hubungan yang sudah kelelahan secara emosional. Konflik yang nggak pernah selesai bikin dua orang merasa sama-sama paling berkorban.
Alih-alih saling memahami, yang ada justru saling menyalahkan. Dari sini, makna lagu Yang Telah Merelakanmu mulai terasa: usaha yang terus dilakukan tanpa hasil akhirnya berubah jadi rasa sia-sia.
2. Ketika Bertahan Nggak Lagi Jadi Pilihan yang Sehat
Masuk ke bagian reff, arti lagu Yang Telah Merelakanmu benar-benar mencapai titik puncak. Rasa lelah yang selama ini dipendam akhirnya diakui.
Bukan karena cinta hilang, tapi karena bertahan hanya memperpanjang luka. Di sinilah “kerelaan” muncul—sebuah keputusan untuk melepaskan demi menghentikan siklus sakit yang terus berulang, seperti yang tersirat jelas dalam lirik Yang Telah Merelakanmu.
3. Melepaskan Tanpa Membenci, Pergi Tanpa Mendoakan Buruk
Di bagian penutup, yang telah merelakanmu ditutup dengan emosi yang lebih tenang dan dewasa. Meski perpisahan menyakitkan, nggak ada dendam yang tersisa.
Lewat lirik lagu Seventeen Yang Telah Merelakanmu, sang penyanyi justru mendoakan kebahagiaan mantan pasangannya dan memohon perlindungan Tuhan atas jiwa dan raganya. Inilah bentuk ikhlas yang paling jujur: pergi, tapi tetap peduli dari kejauhan.
Baca Juga, Yah! ‘Bunga Maaf’ The Lantis: Jangan Tunggu Hingga Bunga Itu Layu!
Pesan dari Lagu Yang Telah Merelakanmu

Dari sini, yang telah merelakanmu terasa seperti cermin: tentang orang yang sadar bahwa cinta nggak selalu bisa diselamatkan hanya dengan bertahan.
Saat Bertahan Terasa Seperti Tinggal di Rumah yang Retak
Bayangkan kamu tinggal di sebuah rumah yang pernah kamu bangun dengan penuh harapan. Lama-lama, fondasinya retak. Atap bocor, dindingnya rapuh.
Kamu bisa terus menambalnya, tapi setiap hari tetap ada bagian yang runtuh. Makna lagu Yang Telah Merelakanmu ada di sini—bukan soal menyerah, tapi soal menyadari bahwa keluar dari rumah itu adalah cara paling waras untuk tetap utuh.
Tidak Semua yang Ditinggalkan Itu Gagal
Dalam arti lagu Yang Telah Merelakanmu, pergi bukan berarti kalah. Ada hubungan yang memang harus dilepas supaya dua orang bisa berhenti saling melukai.
Lagu ini menutup ceritanya dengan tenang: tanpa dendam, tanpa menyalahkan, hanya doa dan harapan baik. Menurut Lemo Blue, inilah pesan paling dewasa dari lagu Seventeen ini—tidak semua akhir adalah kegagalan, sebagian hanyalah bentuk lain dari kepedulian.
Yang Telah Merelakanmu, Tentang Ikhlas yang Nggak Pernah Benar-Benar Mudah

Lewat lagu ini, Seventeen nggak sekadar menyanyikan patah hati, tapi memotret fase paling sunyi dalam sebuah hubungan: saat bertahan justru saling melukai.
Makna lagu Yang Telah Merelakanmu terasa kuat karena jujur—tentang capek, tentang usaha yang nggak lagi seimbang, dan tentang keputusan berat untuk melepaskan tanpa harus membenci.
Lagu ini mengajarkan bahwa merelakan bukan tanda kalah, melainkan bentuk kedewasaan emosional yang lahir dari rasa sayang yang pernah tulus.
Kalau kamu suka membedah lagu dari sisi makna dan cerita di baliknya, jangan berhenti di sini. Yuk, lanjutkan perjalanan emosionalmu dengan mengeksplorasi lebih banyak berita musik dan ulasan lagu penuh rasa lainnya, hanya di Lemo Blue.

