Heartbreak Can Wait tentang hubungan yang sebenarnya sudah selesai, tapi belum siap dilepas. Lagu ini bukan soal drama putus yang meledak-ledak, melainkan momen sunyi ketika seseorang sadar harus pergi, tapi takut sendirian.
Dirilis 29 September 2023 sebagai track ketujuh di album a beautiful blur (Deluxe), Paul Klein menyebutnya “honest and devastating”, lagu tentang cara paling lembut menyampaikan kabar buruk.
Ditulis bareng Ryan Tedder dan John Ryan, diproduseri LANY dan Mike Crossey, temanya sederhana: menunda perpisahan karena takut, hormat, dan belum siap menghadapi sepi sendirian. Dengar full tracklistnya pakai Spotify Premium!
Table of Contents
Makna Lagu ‘Heartbreak Can Wait’ LANY (Interpretasi Per Bagian)

Makna lagu “Heartbreak Can Wait” itu tentang seseorang yang sudah tahu hubungannya harus selesai, tapi sengaja nunda putus karena takut sendirian.
Dia masih sayang, masih peduli, dan pengin nyakitinnya pelan-pelan. Jadi dia cari alasan kecil buat stay lebih lama—nunggu momen spesial, bikin kenangan terakhir, pura-pura semuanya masih oke. Padahal di dalam kepala, kata “goodbye” udah siap keluar.
Jadi ini bukan lagu tentang patah hati setelah putus. Ini tentang fase sebelum putus, saat denial, overthinking, dan rasa bersalah campur jadi satu. Rasanya sepi bahkan sebelum benar-benar sendirian.
Verse 1 & 2 – Daftar Alasan Kecil Buat Nggak Jadi Putus
Di awal lagu, narator nyebutin hal-hal sederhana yang belum sempat mereka lakukan bareng: road trip di PCH, ciuman di bawah hujan, nunggu ulang tahun yang tinggal beberapa minggu. Kedengarannya manis, tapi sebenarnya cuma penundaan.
Dia sadar hubungan ini “goin’ good” tapi nggak pernah “great”. Ada jarak yang nggak pernah dibahas. Jadi kenangan-kenangan kecil itu dipakai sebagai tameng, seolah masih ada alasan buat bertahan sedikit lebih lama.
Chorus – Titik Paling Jujur dari Hatinya
Kalimat “too scared to let you go” jadi inti emosinya. Dia tahu perpisahan ini perlu, bahkan bilang “I know I gotta do this”. Tetap saja, dia bikin alasan baru karena bayangan sendirian lebih menakutkan.
Ada ironi pahit waktu dia masih genggam tangan pasangannya kayak nggak mau lepas, padahal di kepala sudah nyiapin kata goodbye. Rasanya seperti berdiri di dua arah sekaligus.
Post-Chorus & Verse 3 – Malam yang Nggak Pernah Tidur
Dia cerita seminggu nggak tidur, rehearse setiap kalimat putus berulang-ulang. Kayak latihan pidato yang nggak pernah siap dibawakan.
Dia nunda obrolan itu karena tahu ujungnya bakal sama-sama nangis. Tekanan emosinya kerasa sepi, sunyi, capek sendiri. Putusnya belum terjadi, tapi lelahnya sudah datang duluan.
Pre-Chorus – Negosiasi Sama Diri Sendiri
Dia berharap jiwanya kasih izin buat bertahan “a few more days”. Bukan karena semuanya membaik, tapi karena dia belum cukup kuat pergi.
Ini fase tawar-menawar: mungkin besok, mungkin minggu depan. Padahal dia tahu jawabannya tetap sama.
Bridge – Saat Tubuh Ikut Panik
Frasa “stomach’s in my throat” nunjukin cemas yang fisik banget, sampai mual. Lalu “out of road” jadi tanda waktunya habis. Nggak ada lagi alasan atau momen spesial buat diselipkan.
Di sini muncul rasa bersalah: kenapa orang yang paling kita sayang justru sering kita lukai? Dan akhirnya, kebenaran tetap harus diucapkan.
‘Heartbreak Can Wait’ LANY Lirik Terjemahan Bahasa Indonesia By Meaning
[Chorus]
Heartbreak can wait
Patah hati ini… bisa ditunda dulu.
‘Cause I’m too scared to let you go
Karena jujur aja, aku terlalu takut buat ngelepas kamu.
Yeah, I know I gotta do this
Iya, aku tahu ini harus dilakuin.
But I’m makin’ up excuses not to be alone
Tapi aku terus bikin alasan, apa aja, asal nggak sendirian.
[Verse 1]
Still haven’t made it up the PCH
Kita masih belum sempat road trip nyusurin PCH bareng.
Still haven’t kissed you in the pourin’ rain
Belum pernah juga ciuman di tengah hujan deras kayak di film-film.
Birthday ’round the corner, couple weeks away
Ulang tahunmu juga bentar lagi, tinggal beberapa minggu.
So I’m holdin’ off
Jadi… aku nunda lagi.
Things are goin’ good, but they’re not goin’ great
Semuanya keliatan baik-baik aja, tapi rasanya nggak pernah benar-benar bahagia.
You’ve been workin’ hard and I’ve been workin’ late
Kamu sibuk kerja keras, aku juga pulang makin malam.
The words that I’ve been thinkin’ I don’t really wanna say
Kata-kata yang muter di kepala ini… aku sendiri nggak siap ngucapinnya.
So I’m holdin’ off
Makanya aku diam, dan nunda lagi.
[Chorus]
Heartbreak can wait
Luka ini bisa nanti aja.
‘Cause I’m too scared to let you go
Karena aku takut banget kalau harus kehilangan kamu.
Yeah, I know I gotta do this
Aku tahu, cepat atau lambat aku harus jujur.
But I’m makin’ up excuses not to be alone
Tapi tetap aja, aku cari-cari alasan biar nggak sendirian.
Heartbreak can wait
Patah hati ini… tunggu dulu.
But I don’t wanna waste your time
Aku juga nggak mau buang waktu kamu lebih lama.
So I’ma take your hand and hold it like I’m never lettin’ go
Jadi aku genggam tanganmu erat, kayak nggak akan pernah ngelepas.
Before I say goodbye
sebelum akhirnya aku bilang selamat tinggal.
[Post-Chorus]
(Heartbreak can wait)
(Iya… tunggu dulu. Jangan sekarang.)
[Verse 2]
Haven’t slept a second in the last seven nights
Sudah seminggu aku nggak tidur nyenyak sama sekali.
Livin’ in my head, I’m rehearsin’ every line
Isinya cuma latihan kata-kata putus di kepala, diulang terus kayak skrip.
I know that there’s no way that we’re not gonna cry
Aku tahu nanti kita pasti nangis, nggak mungkin nggak.
So I’m holdin’ off
Jadinya aku tunda lagi.
[Pre-Chorus]
Desperate for my soul to softly say
Aku sampai berharap jiwaku sendiri ngomong pelan…
“It’s okay to stay a few more days”
“nggak apa-apa kok kalau kamu tinggal beberapa hari lagi.”
[Chorus]
Heartbreak can wait
Patah hati ini bisa ditaruh belakangan.
‘Cause I’m too scared to let you go
Aku masih takut ngelepas kamu.
Yeah, I know I gotta do this
Aku tahu ini harus selesai.
But I’m makin’ up excuses not to be alone
Tapi tetap aja, aku sembunyi di balik alasan biar nggak sendirian.
Heartbreak can wait
Lukanya nanti aja.
But I don’t wanna waste your time
Aku nggak mau nyakitin kamu lebih lama.
So I’ma take your hand and hold it like I’m never lettin’ go
Makanya aku peluk tanganmu erat, kayak dunia mau berhenti di situ.
Before I say goodbye
sebelum kata perpisahan itu beneran keluar.
[Bridge]
Wait a second, I feel like my stomach’s in my throat
Tunggu… perutku rasanya naik ke tenggorokan, mual karena cemas.
Why is it the ones you love, the ones you hurt the most
Kenapa sih, orang yang paling kita sayang justru paling kita sakitin?
Went as far as I can run, but now I’m out of road
Aku sudah lari sejauh mungkin, tapi jalannya habis.
I gotta let you know, I gotta let you know
Aku harus bilang. Harus jujur sekarang.
Wait a second, I feel like my stomach’s in my throat
Napas makin sesak, cemasnya numpuk di dada.
Why is it the ones you love, the ones you hurt the most
Kenapa cinta selalu datang bareng rasa bersalah begini?
Went as far as I can run, but now I’m out of road
Nggak ada lagi tempat buat sembunyi.
I gotta let you know, I gotta let you know
Aku harus ngaku. Ini waktunya.
[Chorus – Outro]
But heartbreak can wait
Tapi tetap aja… rasanya pengin nunda luka ini.
‘Cause I’m too scared to let you go
Karena aku masih takut banget kehilangan kamu.
Yeah, I know I gotta do this
Aku tahu ini harus selesai.
But I’m makin’ up excuses not to be alone
dan sekali lagi, aku cuma manusia yang takut sendirian.
Menunda Luka Tetap Luka: Saat Heartbreak Nggak Bisa Ditawar Lagi
“Heartbreak Can Wait” tentang seseorang yang sudah tahu cintanya selesai, cuma belum berani sendirian.
Dari daftar alasan receh, pengakuan takut di chorus, sampai anxiety yang bikin nggak tidur, semuanya menggambarkan satu hal: kita sering menunda perpisahan demi kenyamanan sesaat. Padahal waktu terus jalan, dan kebenaran tetap nunggu buat diucapkan.
Lembut, tapi bikin dada berat. Kalau kamu suka bedah lagu dengan pendekatan cerita dan emosi kayak gini, masih banyak berita musik dan interpretasi lirik lain yang bisa kamu jelajahi bareng Lemo Blue—siapa tahu ada lagu berikutnya yang rasanya persis kayak isi kepala kamu.

