bad idea! mungkin terdengar kayak bisikin ke diri sendiri—tahu salah, tapi tetap ditelepon juga. Di lagu ini, girl in red (Marie Ulven) nggak lagi nyeritain cinta manis, melainkan hubungan on-and-off yang digerakkan hasrat dan keputusan impulsif tanpa mikir besoknya gimana.
Dirilis 4 September 2019 sebagai track penutup album BEGINNINGS, lagu ini ditulis dan diproduksi sendiri, terasa super personal sekaligus mentah. Temanya muter di lust, penyesalan, dan romance queer, lengkap dengan callback ke “girls” sampai “i need to be alone”.
Table of Contents
Makna Lagu “bad idea!” girl in red: Hubungan yang Salah Tapi Nggak Bisa Dilepas

Intinya, makna lagu“bad idea!” itu tentang balik lagi ke orang yang kamu tahu jelas-jelas nggak baik buat kamu — tapi kamu tetap nggak bisa nolak.
Ceritanya muter di hubungan on-off yang didorong hasrat, bukan kepastian. Setiap kali mereka ketemu, rasanya intens banget, fisik banget, sampai logika mati. Habis itu? Kosong, nyesel, pengen sendiri. Tapi besoknya diulang lagi.
Jadi bukan drama cinta besar atau patah hati megah. Ini lebih kayak: jam 2 pagi, impulsif, “yaudah ketemu aja”, lalu pulang dengan perasaan makin sepi.
Girl in red nunjukin siklus itu dengan jujur: tahu ini ide yang nggak bagus, sadar sepenuhnya, tetap dilakukan. Kayak kecanduan orang, bukan jatuh cinta.
Singkatnya: lagu tentang toxic attachment + lust + loneliness yang susah diputus.
Relatable banget kalau kamu pernah gagal move on walau otak udah teriak “jangan.”
Verse 1: Penyesalan Datang Telat
Di awal lagu, kamu langsung diajak ke momen setelah keputusan bodoh terjadi. Narator sadar kalau nelpon dia lagi cuma bikin semuanya makin berantakan.
Bukannya lega, malah makin hilang arah. Harapan soal “mungkin dia orang yang tepat” runtuh pelan-pelan. Rasanya kayak bangun pagi dan sadar semalam kamu ngulang kesalahan yang sama.
Pre-Chorus: Tubuh Lebih Kuat dari Logika
Lalu fokusnya pindah ke memori fisik. Sentuhan, jarak yang terlalu dekat, kalimat manis yang bikin lutut lemas.
Daya tariknya terasa mentah dan intens, sampai pikiran sehat berhenti kerja. Kamu tahu risikonya, tapi badan sudah duluan maju. Di titik ini, keputusan lahir dari dorongan, bukan pertimbangan.
Chorus: Siklus Kecanduan yang Nggak Sehat
Masuk chorus, nadanya makin putus asa. Narator mengakui kehilangan kontrol, terjebak pola datang–pergi yang sama. Ketemu, dekat, hancur, ulang lagi.
Rasanya seperti candu: makin sadar itu merusak, makin susah lepas. Hubungan ini berdiri di atas kebutuhan sesaat, bukan rasa aman.
Verse 2: Datang Tengah Malam, Pulang dengan Rasa Kosong
Cerita berlanjut ke pertemuan larut malam, waktu ketika orang biasanya nggak mikir panjang. Dia diajak pulang, semuanya terjadi cepat, tapi ujungnya tetap sepi.
Ada kalimat “I need to be alone” yang nyentil keras, seolah narator sadar dirinya sendiri kewalahan. Pengen dekat, tapi sekaligus pengen kabur. Kontradiktif dan capek.
Bridge & Outro: Self-Aware Tapi Tetap Mengulang
Di bagian akhir, judul lagu diulang terus seperti alarm di kepala: bad idea, bad idea. Dia paham ini salah, sadar sepenuhnya, tapi tetap jalan terus.
Lagu ditutup dengan chorus yang sama, menegaskan satu hal sederhana—dia belum bisa berhenti. Ceritanya nggak selesai rapi, cuma berhenti di rasa pasrah.
“bad idea!” girl in red Lirik Terjemahan Bahasa Indonesia By Meaning
[Verse 1]
It was a bad idea calling you up
Nelpon kamu lagi itu jelas keputusan bodoh.
Was such a bad idea ’cause now I’m even more lost
Harusnya aku tahu, karena sekarang aku malah makin hilang arah.
It was a bad idea to think you were the one
Salah besar waktu aku sempat percaya kamu orang yang tepat buatku.
Was such a bad idea ’cause now everything’s wrong
Dan akhirnya semuanya terasa kacau, nggak ada yang beres.
[Pre-Chorus]
You put your hands under my shirt
Tanganmu pelan nyusup ke balik bajuku.
Undid my bra and said these words
Kamu buka pengaitnya sambil berbisik pelan.
“Darling, you’re so pretty, it hurts”
“Sayang, kamu cantik banget sampai rasanya nyakitin.”
You pushed me up against my wall
Kamu dorong aku ke tembok kamar, jaraknya nol.
Threw my clothes down on the floor
Baju-bajuku jatuh berantakan di lantai.
“Darling, are you ready for more?”
“Sayang, kamu siap lanjut nggak?”
[Chorus]
It was a bad idea calling you up
Lagi-lagi, semua ini berawal dari aku yang ngehubungin kamu.
Was such a bad idea, I’m totally fucked
Dan sekarang aku hancur total, kejebak di perasaan sendiri.
It was a bad idea to think I could stop
Sok yakin bisa berhenti ternyata cuma ilusi.
Was such a bad idea, I can’t get enough
Karena sejujurnya… aku nggak pernah benar-benar cukup sama kamu.
[Verse 2]
It was a bad idea meeting you so late
Ketemu kamu tengah malam juga keputusan ceroboh.
Was such a bad idea ’cause I can’t think straight
Jam segitu otakku udah nggak jernih, semuanya serba impulsif.
It was a bad idea to bring you back home
Ngebawa kamu pulang cuma bikin rumit.
Was such a bad idea, I need to be alone
Ujung-ujungnya aku malah sadar… aku cuma pengen sendirian.
[Pre-Chorus]
You put your hands under my shirt
Tanganmu balik lagi nyari celah di balik bajuku.
Undid my bra and said these words
Sentuhan yang sama, kata-kata yang sama.
“Darling, you’re so pretty, it hurts”
“Kamu cantik banget, sampai sakit rasanya.”
You pushed me up against my wall
Tubuhku nempel lagi ke dinding.
Threw my clothes down on the floor
Pakaian jatuh satu per satu.
“Darling, are you ready for more?”
“Masih mau lanjut, kan?”
[Chorus]
It was a bad idea calling you up
Semua berawal dari satu telepon bodoh itu.
Was such a bad idea, I’m totally fucked
Aku tenggelam lagi, nggak bisa keluar.
It was a bad idea to think I could stop
Kukira bisa berhenti kapan aja.
Was such a bad idea, I can’t get enough
Tapi nyatanya aku selalu balik lagi.
[Bridge]
Bad idea, bad idea
Ide buruk, ide buruk.
Bad idea, bad idea
Dan aku sadar itu dari awal.
[Pre-Chorus]
You put your hands under my shirt
Tanganmu lagi-lagi nyentuh kulitku.
Undid my bra and said these words
Semua terasa familiar.
“Darling, you’re so pretty, it hurts”
“Kamu cantik banget, sampai bikin sesak.”
You pushed me up against my wall
Aku terjebak di antara kamu dan tembok.
Threw my clothes down on the floor
Dunia luar kayak hilang.
You said “Darling, are you ready for more?”
Kamu nanya pelan, seolah tahu aku bakal jawab iya.
[Chorus]
It was a bad idea calling you up
Harusnya aku nggak pernah ngehubungin kamu.
Was such a bad idea, I’m totally fucked
Sekarang aku hancur lagi.
It was a bad idea calling you up
Satu panggilan kecil, efeknya panjang.
Was such a bad idea, I’m totally fucked
Aku terjebak di lingkaran yang sama.
It was a bad idea to think I could stop
Kukira bisa berhenti kapan pun.
Was such a bad idea, I can’t get enough
Tapi kenyataannya… aku selalu pengen kamu lagi.
Saat Hati Tahu Salah, Tapi Tetap Melangkah
“bad idea!” nunjukin konflik batin: pengen dekat, tapi capek sendiri. Dari telepon impulsif sampai pertemuan larut malam, semuanya terasa nyata, kecil, tapi nusuk—kayak kesalahan yang sering kita anggap sepele padahal efeknya panjang.
Kalau kamu suka ngebedah makna lagu lewat sudut pandang dan interpretasi lirik kayak gini, masih banyak cerita musik lain yang bisa kamu selami bareng Lemo Blue. Buat juga playlist kamu di Spotify Premium cuma mulai 19K-an aja!

