A Little Piece of Heaven selalu terasa seperti cerita yang salah… tapi justru itu yang bikin kamu nggak bisa berhenti memikirkannya. Lagu ini bukan sekadar track ke-9 di album self-titled Avenged Sevenfold yang rilis tahun 2007, tapi sebuah dongeng gelap yang lahir dari mimpi aneh The Rev.
Dari nada pembuka yang teatrikal sampai kisah cintanya yang bengkok, lagu ini mengajak kita masuk ke dunia di mana cinta, obsesi, dan kematian bercampur jadi satu.
Di Lemo Blue, kita nggak cuma dengar lagunya—kita duduk sebentar, lalu membedah ceritanya pelan-pelan, seperti membaca kisah cinta paling keliru yang pernah ditulis.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu A Little Piece of Heaven Avenged Sevenfold Tentang…
Cinta yang berubah jadi obsesi dan kekerasan.
Kalau diceritakan pelan-pelan, lagu ini mengikuti kisah seorang pria yang begitu takut kehilangan kekasihnya sampai ia memilih jalan paling ekstrem: membunuhnya demi “memiliki selamanya.”
Ceritanya makin gelap ketika sang wanita bangkit dari kematian untuk membalas, lalu keduanya justru bersatu kembali di alam lain lewat pernikahan yang absurd dan penuh ironi.
Di balik horor dan humor hitamnya, A Little Piece of Heaven sebenarnya menyindir konsep cinta posesif dan romantisasi “together forever.”
Ini bukan lagu cinta manis, tapi cerita satir tentang betapa berbahayanya cinta ketika rasa memiliki mengalahkan empati dan akal sehat.
Babak Pertama: Cinta, Kepemilikan, dan Ketakutan Kehilangan
Kisah A Little Piece of Heaven dibuka dengan seorang pria yang menyamakan cinta dengan kepemilikan. Ketakutannya ditinggal membuat logikanya runtuh. Ia meyakini bahwa dengan “mengambil apa yang menjadi miliknya,” ia bisa menghentikan kemungkinan sang kekasih pergi.
Kekerasan muncul sebagai bentuk kontrol paling ekstrem—bukan karena benci, tapi karena cinta yang sudah berubah jadi obsesi.
Babak Kedua: Pembunuhan dan Ilusi Keabadian

Setelah kejahatan itu terjadi, cerita masuk ke fase paling tidak nyaman. Sang pria berusaha mempertahankan ilusi keabadian, seolah cinta bisa dibekukan dan tidak pernah berubah.
Upaya “melestarikan” ini menunjukkan penyangkalan total terhadap kehilangan. Di sini, A Little Piece of Heaven menyorot sisi manusia yang menolak realita dengan cara paling keliru.
Babak Ketiga: Arwah yang Tidak Mau Diam
Kematian tidak menutup cerita. Jiwa sang wanita kembali dengan kemarahan yang tertunda. Ia mengambil kembali kendali atas tubuh dan nasibnya, lalu membalas dengan cara yang sama.
Pembalasan ini terasa simetris, seperti hukum alam versi dunia lain yang menuntut keseimbangan.
Penyesalan yang Datang Terlambat

Di alam setelah kematian, sang pria akhirnya sadar akan kesalahannya. Penyesalan datang tanpa bisa mengubah masa lalu. Ia meminta maaf dari tempat yang tak lagi memberi kesempatan kedua—kecuali yang akan segera terjadi.
Pernikahan dalam Kematian
Alih-alih perpisahan, cerita berakhir pada sebuah pernikahan. Ikatan ini terasa ganjil dan ironis, simbol rekonsiliasi yang lahir dari kehancuran. “Unnatural life” menjadi sindiran tajam terhadap fantasi cinta romantis yang memaksa kebersamaan selamanya.
Dari Korban Menjadi Pasangan Pembunuh
Transformasi hubungan terjadi total. Keduanya bergerak bersama dalam lingkaran kekerasan baru. Cinta tidak menyembuhkan; ia berevolusi menjadi siklus yang terus berulang.
Baca Juga, Yah! ‘Who’s Loving My Baby’ Shola Ama: Putus Dalam Keadaan “Bingung”
Surga Kecil yang Menyimpan Luka

Di balik cerita ekstrem dan nada teatrikalnya, A Little Piece of Heaven terasa seperti cermin sisi gelap manusia yang jarang dibicarakan. Lagu ini mengajak kamu melihat bagaimana cinta bisa melenceng ketika ketakutan dan obsesi mengambil alih.
Bukan untuk dibenarkan, tapi untuk dipahami sebagai kisah satir yang sengaja dibuat tidak nyaman agar pendengarnya mau berpikir lebih dalam.
Kalau kamu suka membedah lagu dari sudut pandang cerita dan makna tersembunyi, perjalananmu nggak harus berhenti di sini. Masih banyak berita musik dan analisis menarik lain yang bisa kamu jelajahi di Lemo Blue—tempat buat kamu yang ingin menikmati musik dengan rasa penasaran yang sama.

