Survive adalah momen comeback yang terasa kayak tarikan napas panjang setelah badai, LemoList. Kamu pasti tahu rasanya: ketika hidup lagi rame-ramenya, lalu kamu butuh berhenti sebentar biar bisa benar-benar bertahan.
Begitu juga Lewis Capaldi ketika akhirnya ngerilis Survive EP pada 14 November 2025—rilisan baru pertamanya setelah dua tahun vakum.
Empat lagu ini datang setelah dia mundur dari spotlight demi kesehatan fisik dan mentalnya. Dan lucunya, kembalinya justru pecah banget: dia muncul tiba-tiba di Glastonbury 2025, dan track “Survive” langsung ngegas ke puncak UK Singles Chart.
Table of Contents
Lagu di Album Survive Lewis Capaldi dan Maknanya

Kamu mungkin penasaran kenapa empat lagu ini terasa kayak catatan harian yang disegel rapat. Yuk, kita selami satu per satu biar kamu makin kebayang apa yang ingin Lewis Capaldi ceritakan lewat album Survive ini.
1. ‘Survive’ — Titik Balik yang Paling Triumphant
Lewat ‘Survive’, Capaldi mengajak kamu masuk ke masa ketika ia lagi bergulat dengan penyakit dan sorotan publik. Dia enggak mau lagu ini kedengeran meratap seperti beberapa karya sebelumnya.
Capaldi ngasih energi yang lebih optimis, lebih berani, dan lebih “gue tetap berdiri meski goyah.” Pesan paling kuatnya ada pada rasa bertahan itu sendiri—perjalanan melewati fase sulit sampai akhirnya bisa bilang, “gue survive juga.”
2. ‘Something In The Heavens’ — Jejak Harapan di Tengah Kepanikan
Judulnya memberi nuansa langit yang luas, mungkin refleksi tentang nyari arah saat hidup lagi berisik. “Something in the Heavens” dari Lewis Capaldi terasa seperti pelukan lembut buat kamu yang lagi belajar berdamai dengan kehilangan.
Lagu ini ngomongin rasa nyesek karena seseorang yang penting udah nggak ada, tapi sekaligus nyimpen harapan kalau cinta itu nggak selesai begitu aja.
Capaldi ngasih gambaran tentang keyakinan bahwa suatu hari nanti, entah di tempat lain atau hidup yang berbeda, bakal ada momen buat ketemu lagi. Sedihnya kerasa, tapi hangatnya juga pelan-pelan ngawinin hati kamu yang retak.
Baca Juga, Yah! 12 Lagu Album ‘Son of Spergy’ Daniel Caesar: Religious Abis!
3. ‘Almost’ — Ruang Antara Gagal dan Ikhlas
“Almost” dari Lewis Capaldi nyeritain fase paling nyebelin setelah putus: saat kamu sok tegar di luar, tapi hatimu masih kebawa ke nama yang sama setiap malam.
Lagu ini fokus pada ruang tengah yang bikin dada sesak—antara mulai sembuh dan masih patah. Capaldi ngasih suara buat perasaan yang kamu biasanya simpen sendiri: pura-pura udah move on, padahal di dalam kepala masih muter satu orang itu, nonstop.
4. ‘The Day That I Die’ — Penutup Paling Jujur dan Paling Menyentuh
Di lagu terakhir ini, Capaldi bikin kamu duduk diam sebentar. Dia ngebahas kematian dengan cara yang intim dan lewat piano yang minim gimmick. Capaldi bilang lagu ini ditulis saat ia berada di titik terendah dalam hidupnya, meskipun sekarang ia sudah jauh dari tempat itu.
Yang bikin lagu ini nancep banget adalah pengakuannya bahwa ini salah satu karya yang paling ia banggakan.
Lirik bagian bridge—“I will love you just the same from somewhere different…”—kerasa kayak pesan terakhir yang tulus untuk seseorang yang enggak pernah benar-benar hilang dari hati.
Baca Juga, Yah! 14 Lagu di Album mood swings: Henry Moodie Buka-Bukaan Soal Anxiety
Perjalanan Emosional dalam Survive yang Bikin Kamu Ikut Bernapas Lagi

EP Survive membawa kamu menyusuri fase paling personal dalam hidup Lewis Capaldi—dari rasa runtuh sampai bangkit lagi dengan cara yang sederhana namun jujur.
Empat lagu ini terasa seperti potongan perjalanan mental yang akhirnya dirangkum menjadi karya yang hangat, rapuh, dan tetap penuh harapan. Kamu bisa dengerin tiap track kayak lagi membaca surat yang Capaldi tulis untuk dirinya sendiri di masa-masa paling gelap.
Kalau kamu masih pengin eksplor cerita, makna, atau rilisan terbaru di dunia musik, LemoList bisa lanjut menelusuri berbagai berita musik lainnya di Lemo Blue. Ada banyak kisah seru yang siap bikin telingamu betah dan hatimu ikut jalan.

