Daftar Lagu di Album Locket Madison Beer

11 Lagu di Album ‘Locket’ Madison Beer: Bikin Nostalgia, Bikin Nyess

Setelah akhirnya duduk tenang dan mendengar full album Locket dari Madison Beer tanpa skip, rasanya kayak lagi membuka kotak kenangan yang sengaja disimpan rapat-rapat. Album ini seperti diary musikal yang menceritakan perjalanan sebuah hubungan — dari awal yang manis, fase rumit, sampai titik di mana semuanya berakhir dan tinggal memori.

Di artikel ini bakal membahas interpretasi makna dari tiap bagian cerita yang dibangun Madison Beer di album Locket. Bukan review teknis soal vokal atau produksi, tapi lebih ke apa yang aku tangkap setelah mendengarnya utuh, lagu demi lagu, emosi demi emosi.

Dari sudut pandang lemo blue, ini adalah cara Madison menyimpan kisah cintanya… di dalam sebuah locket.

Tracklist Locket dan Interpretasi Maknanya

makna lagu Lagu di Album Locket Madison Beer

Album Locket disusun seperti cerita kronologis. Bukan random playlist, tapi perjalanan emosi yang runtut: dari fase mengenang, jatuh cinta lagi, bertahan di hubungan yang salah, sampai akhirnya berdamai dengan diri sendiri.

Ini interpretasi makna tiap lagunya — bukan terjemahan literal, tapi apa yang terasa setelah mendengarnya utuh:

1. locket theme – Membuka Kotak Kenangan

Lagu pembuka ini seperti adegan opening film. Madison langsung memperkenalkan konsep utama album: locket sebagai simbol tempat menyimpan memori hubungan. Ada rasa rindu, tapi juga kesadaran bahwa dia tidak bisa selamanya menggenggam masa lalu.

Kalimat “everything that I could ever need is within me” terasa seperti deklarasi awal: meskipun kehilangan, dia akan belajar berdiri sendiri. Dari sini, kita tahu album ini bukan hanya tentang patah hati — tapi tentang bertumbuh setelahnya.

2. yes baby – Fase Dimabuk Rasa

Setelah nada reflektif di awal, lagu ini meledak dengan energi flirtatious. Ini fase hubungan yang menyenangkan — penuh ketertarikan, tawa, dan rasa ingin memiliki.

Dari sudut pandangku, lagu ini adalah flashback ke masa awal jatuh cinta, ketika semuanya terasa ringan dan belum ada beban emosional.

3. angel wings – Berpura-Pura Sudah Ikhlas

Di titik ini, hubungan mulai retak. Madison menggambarkan coping mechanism paling umum setelah putus: berpura-pura orang itu “sudah mati” secara emosional agar lebih mudah move on.

Ini lagu tentang denial. Tentang mencoba menjauh, meskipun hati sebenarnya belum siap.

4. for the night – Mencari Pelarian

Meski terdengar lembut, lagu ini terasa seperti fase mencari pengalih perhatian. Mengisi kekosongan, setidaknya untuk satu malam.

Bagiku, ini menggambarkan fase rebound emosional — mencoba merasa tidak sendirian, walau hanya sementara.

5. bad enough – Terjebak di Hubungan Salah

Ini salah satu inti konflik album Locket. Lagu bad enough bicara tentang hubungan yang jelas menyakitkan… tapi tidak cukup buruk untuk benar-benar pergi.

Kalimat “not quite bad enough to leave” terasa sangat realistis. Banyak orang bertahan bukan karena bahagia — tapi karena takut kehilangan.

6. healthy habit – Kecanduan yang Salah

Judulnya ironis. Lagu ini membedah kebiasaan kembali ke orang yang sama, walau tahu itu merusak. Seperti merokok di dapur — nyaman, tapi berbahaya. Di titik ini, Madison menyadari bahwa cinta bisa berubah jadi kebiasaan toksik.

7. you’re still everything – Cinta Sepihak

locket madison beer tracklist

Ini fase paling menyedihkan. Saat kamu masih menaruh seseorang di pusat semesta, tapi dia bahkan tidak melihatmu lagi. Pertanyaan “How am I nothing to you, while you’re still everything to me?” terasa seperti puncak rasa hancur.

8. bittersweet – Mulai Berdamai

Di sini nada mulai berubah. Masih sedih, tapi sudah ada penerimaan. Bahwa akhir ini memang sakit, tapi mungkin perlu. Lagu bittersweet tentang mengucapkan terima kasih pada kisah yang sudah selesai.

9. complexity – Titik Kesadaran

Lagu ini seperti momen bercermin. Madison menyadari bahwa mencintai seseorang yang tidak mencintai dirinya sendiri akan selalu melelahkan.

How can I expect you to love me when you don’t even love yourself?
Ini titik di mana dia akhirnya memilih diri sendiri.

10. make you mine – Kilas Balik Hasrat

Menariknya, lagu make you mine terasa seperti memori terakhir tentang passion yang dulu ada. Bukan untuk kembali — tapi sebagai pengingat bahwa perasaan itu pernah nyata.

Semacam post-credit scene sebelum penutup.

11. nothing at all – Takut Bahagia

Album ditutup bukan dengan kemenangan besar — tapi kejujuran. Ketakutan bahwa jika terlalu bahagia, nanti akan jatuh lebih sakit lagi.

Ending ini membuat Locket terasa manusiawi. Bahwa sembuh bukan berarti tidak takut lagi — tapi tetap berjalan meski takut.

makna semua Lagu di Album Locket Madison Beer

Locket terasa seperti perjalanan membuka satu per satu ruang memori, merasakan lagi sakitnya, lalu perlahan meletakkannya kembali dengan lebih ringan. Madison Beer tidak hanya bercerita tentang putus cinta, tapi tentang keberanian menghadapi diri sendiri setelah kehilangan.

Dari awal yang penuh kenangan, fase cinta yang membara, sampai ketakutan akan bahagia lagi — semuanya dirangkai jujur tanpa dramatisasi berlebihan.

Dari sudut pandang lemo blue, album ini mengajak kita ikut tenggelam, lalu naik ke permukaan dengan versi diri yang sedikit lebih kuat. Kalau kamu suka menyelami cerita di balik lagu dan mengikuti berita musik dengan sudut pandang yang personal, lemolist bisa terus mengeksplorasi lebih banyak kisah musik lainnya di Lemo Blue.