Don’t Tease Me With A Good Time, sebuah album yang lahir setelah tujuh tahun Jessie J menjauh dari sorotan dan memilih hidupnya sendiri dulu. Kamu pasti bisa ngerasain vibe comeback yang beda banget di sini.
Album keenam ini bukan cuma kumpulan 16 lagu, tapi catatan perjalanan panjang Jessie J menghadapi Ménière’s disease, kehilangan kehamilan, melawan kanker payudara, sampai akhirnya punya anak pertama.
Lima tahun prosesnya, dan semuanya dibawa kembali ke akar musiknya—lebih jujur, lebih matang, lebih tenang. Dikeluarkan lewat label D.A.P. dan rilisan pribadinya, album ini terasa seperti pelukan hangat dari seseorang yang akhirnya menemukan cahaya lagi.
Table of Contents
Lagu di Album Don’t Tease Me With a Good Time Jessie J dan Maknanya

Setiap track punya potongan cerita yang dia simpan selama bertahun-tahun—dari rasa hening, amarah, sampai akhirnya ketemu cahaya lagi. Yuk kita bongkar satu per satu, biar perjalanan yang dia tulis di Don’t Tease Me With a Good Time makin kerasa napasnya.
1. FEEL IT ON ME
Lagu pembuka Don’t Tease Me With A Good Time sengaja dibuat hening. Jessie dengan kalimat, “I had to surrender to the silence in the noise,” seperti momen ketika dia benar-benar berhenti dan melihat dirinya sendiri lagi.
2. I DON’T CARE
Track penuh tenaga gelap yang berubah jadi seruan berdaya. Liriknya menantang para abuser dan gaslighter. Ada momen dramatis ketika musik sengaja berhenti sesaat sebelum verse kedua, membuat kemarahannya terasa semakin tajam.
3. NO SECRETS
R&B santai yang menyimpan kejujuran yang tak ia umbar ke publik. Baris “They don’t see me when I’m crying” menggambarkan sisi rapuh yang tersembunyi di balik sosok kuatnya.
4. IF I SAVE YOU
Vibe optimis langsung terasa di album Don’t Tease Me With a Good Time. Ritme groove-nya membawa nuansa lega, seperti seseorang yang akhirnya menemukan harapan baru setelah masa gelap.
5. BELIEVE IN MAGIC / JOY (INTERLUDE)
Lagu pelarian dari tekanan hidup melalui hubungan yang menenangkan. Jessie memberi salam manis pada Sade Adu, menghadirkan nuansa lembut yang bikin hati turun tensinya.
6. COMES IN WAVES
Ballad R&B dengan rasa awal 2000-an. Petikan gitar ringan dan melodinya membuat emosi naik-turun dalam lagu ini terasa natural—seperti ombak yang datang dan pergi.
7. I’LL NEVER KNOW WHY
Piano, string, dan suara Jessie yang ditahan lembut. Lagu ini seperti pertanyaan yang tak pernah terjawab, menggambarkan kehilangan yang masih menyisakan ruang kosong.
8. SONFLOWER
Liriknya membuka ruang hangat. Jessie bercerita tentang hubungan yang membuatnya bertumbuh: “I’m me when I’m with you… I’m growin’ with you, you’re my sonflower.”
“Sunflower” yang dia ubah jadi “sonflower” terasa seperti metafora cinta yang jadi sumber cahaya—entah itu pasangan, anak, atau sosok yang membuatnya kembali percaya pada dirinya sendiri.
9. COMPLICATED
Tanpa beat, hanya horn dan ritme yang lahir dari vokal Jessie sendiri. Ia berkata, “I’m OK with being complicated,” menegaskan penerimaan diri setelah perjalanan panjang menuju kejujuran.
10. COLOURFUL
Kesannya bluesy dan lapang di album Don’t Tease Me With a Good Time. Jessie kembali menunjukkan nada tingginya, seakan mewarnai ulang fase hidup yang sebelumnya terasa kusam.
11. THREW IT AWAY
Energi meledak muncul lagi. Lagu ini terdengar seperti langkah tegas melepaskan sesuatu yang sudah menghambat terlalu lama.
12. FOR THIS LOVE
Lagu di Don’t Tease Me With a Good Time ini memiliki vibe yang Sensual, ringan, dan percaya diri. Backing vocal dan lariannya memberi rasa cinta yang matang dan menyenangkan.
13. CALIFORNIA
Puncak emosional album. Lagu yang bersinar seperti momen ketika langit akhirnya membuka ruang cahaya setelah badai panjang.
14. LIVING MY BEST LIFE
Dengan nuansa pop 80-an, lagu ini menangkap Jessie yang mulai merasa bebas lagi. Tidak berlebihan, tapi terasa stabil dan jujur.
15. H.A.P.P.Y
Track reflektif yang mengingatkan kamu untuk menghargai kebahagiaan sederhana. Setelah perjalanan panjangnya, lagu ini jadi ruang napas tentang apa arti “bahagia” yang sebenarnya.
16. THE AWARD GOES TO
Penutup yang menghangatkan. Jessie memberikan momen katarsis untuk dirinya sendiri—seakan berkata bahwa setelah semua rasa sakit dan kemenangan kecil, dia akhirnya bisa berdiri dan menerima dirinya apa adanya.
Baca Juga, Yah! 36 Lagu di Album ‘Anthology 4’ The Beatles: Obat Kangen
Gelombang Emosi yang Rapi dan Kena di Hati

Setelah perjalanan panjang menyelami isi Don’t Tease Me With a Good Time, jelas terasa bagaimana album ini berdiri sebagai pernyataan hidup Jessie J—jujur, ekspresif, dan penuh warna.
Setiap track seperti catatan harian yang dibacakan dengan ritme, mulai dari luka yang dipeluk pelan sampai rasa percaya diri yang kembali tumbuh. Album ini adalah pengalaman yang kamu rasakan sampai ke inti cerita yang ingin dibangun Jessie J.
Dan kalau kamu masih penasaran sama cerita lain di balik musik, pelan-pelan aja mampir lagi ke Lemo Blue—tempat kamu bisa terus ngikutin berita musik yang bikin telingamu selalu punya alasan untuk tersenyum.

