Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Valentine’s Day LANY Tentang

‘Valentine’s Day’ LANY: Kehilangan Ayang di Hari Kasih Sayang 

Valentine’s Day jadi momen yang ironis banget ketika kamu dengar lagu LANY yang satu ini. Dari luar, judulnya kayak janji manis hari kasih sayang, tapi sebenarnya lagu ini lahir dari masa paling sunyi buat Paul Klein. 

Valentine’s Day adalah track ketujuh di album Malibu Nights (rilis 5 Oktober 2018), sekaligus lagu terakhir yang ditulis—tepat di hari Valentine, setelah pertengkaran jam 6 pagi yang bikin hubungannya sama Dua Lipa berakhir. 

Sejak awal Januari sampai 14 Februari, Paul cuma tenggelam di musik, bahkan chorus-nya dia tulis sendirian saat makan siang. Makanya, tiap nadanya berasa kayak napas panjang seseorang yang lagi nyoba pulih pelan-pelan.

Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Valentine’s Day LANY Tentang…

…seseorang yang mencoba move on setelah putus, tapi masih terus dihantui kenangan mantannya. Meski dia berusaha dekat dengan orang baru, hatinya tetap terasa kosong karena semuanya tidak bisa menggantikan cinta yang lama. 

Lagu ini menggambarkan proses penyembuhan yang pelan, penuh ketakutan, dan penuh kejujuran tentang sulitnya benar-benar melepaskan seseorang yang pernah jadi “rumah.”

Valentine’s Day LANY

1. Verses – Menghitung Waktu Setelah ‘Semua Hancur’

Dari bait pertama, lagu ini langsung buka jurnal emosinya. Kamu diajak melihat seseorang yang masih menghitung hari sejak semuanya jatuh berantakan. 

Dia mencoba jalan terus, nurunin kepala, berusaha menyelamatkan diri, tapi bayangan sang mantan selalu nongol tanpa permisi. Hampir tiap pagi dimulai dengan rasa kosong, seakan dia masih nyari cara buat hidup tanpa orang yang dulu selalu ada.

2. Pre-Chorus – Titik Balik yang Penuh Keraguan

Masuk bagian ini, suasananya berubah. Ada semacam bisikan ke diri sendiri: “I think it’s time.” Semacam usaha kecil buat ngecek apakah hatinya sudah sembuh. 

Tapi di versi berikutnya, keraguan langsung kedengeran—dia tetap mau kasih kesempatan ke hatinya, walaupun masih berdarah. Ada keberanian yang rapuh, tapi tetap dia jalani.

3. Chorus – Pertarungan antara Move On dan Kenangan

Di sini, Valentine’s Day mulai ngasih hantaman. Dia coba buka pintu ke hubungan baru, hangout sama seseorang yang sepertinya suka sama dia. 

Pengalaman itu terasa segar, tapi saat dia jujur ke diri sendiri, semuanya cuma pengalihan. Kedekatan itu nggak sepenuhnya nyata.

Setiap sentuhan, setiap usaha buat merasa lebih baik, masih kalah dibanding satu sosok yang terus membayangi: “she’s not as good as you.” Kalimat yang pedih, tapi jujur.

4. Bridge – Doa Sunyi tentang Ketakutan Kehilangan ‘The One’

Bagian bridge rasanya kayak tarikan napas panjang sebelum jujur habis-habisan. Dia perang melawan perasaan yang menempel seperti noda yang nggak hilang. Ada kerinduan buat punya mantannya lagi di sebelahnya. 

Lalu keluar kalimat yang cuma bisa muncul dari hati yang sudah lelah: doa kecil supaya cinta terdalamnya dulu bukan yang terbaik yang bakal dia punya. Takut jika itulah puncaknya—dan setelah itu, semuanya cuma bayangan yang lebih redup.

Baca Juga, Yah! ‘Hurts’ LANY: Sangat Mencintai Seseorang Artinya Siap Terluka

Kenapa Lagu Valentine’s Day Terasa Begitu Personal dan Menusuk? 

Valentine’s Day LANY  makna

Setelah memahami cerita dari liriknya, sekarang kita ngeliat bagaimana rasa sakit itu dibungkus dalam simbol, ketakutan, dan pilihan-pilihan kecil yang terasa berat.

1. Valentine’s Day sebagai Ironic Symbol

Lagu ini lahir tepat di hari Valentine, tapi rasanya jauh dari manis. Paul menulisnya di momen ketika dunia bilang “ini hari cinta”, sementara dirinya justru terjebak di hari paling sunyi. 

Valentine’s Day jadi pengingat kalau tanggal cantik kadang nggak selaras dengan isi hati. Lagu ini memotret ironi itu tanpa drama, cuma lewat kejujuran yang sederhana.

2. Luka yang Berjalan Bersama Waktu

Sejak verse awal, kita melihat seseorang yang hidup berdampingan dengan luka. Dia menghitung hari sejak semuanya runtuh. 

Hitungan itu bukan kebiasaan, tapi cara bertahan. Setiap angka jadi bukti kalau dia masih berusaha. Valentine’s Day menunjukkan bagaimana waktu bisa jalan terus, tetapi hati nggak selalu ikut cepat.

3. Move On yang Terasa Kosong

Ketika dia mencoba dekat dengan orang baru, rasanya hambar. Ada usaha buat buka lembaran lain, tapi semuanya seperti ruang kosong yang dipaksakan terisi. 

Dia tahu kedekatan itu cuma penyangga, bukan tempat pulang. Lagu ini jujur banget menggambarkan pelarian yang sebenarnya bikin makin sadar siapa yang masih dipikirkan.

4. Ketakutan Akan Masa Depan Cinta

Bagian bridge membawa ketakutan paling manusiawi: takut cinta terbaik sudah lewat. Di tengah semua ingatan yang nempel, ada doa kecil supaya masa depannya nggak lebih redup dari apa yang pernah dia punya.

Valentine’s Day menaruh rasa takut itu tanpa lebay, kayak seseorang yang ngomong pelan ke dirinya sendiri saat lampu kamar padam.

Ketika Valentine’s Day Jadi Ruang Sunyi untuk Pulih

Valentine’s Day LANY  makna lagu

Valentine’s Day dari LANY pada akhirnya bukan tentang perayaan cinta, tapi tentang luka yang masih terasa hidup. Lagu ini menunjukkan perjalanan seseorang yang mencoba berdamai dengan kehilangan, sambil tetap membawa bayangan masa lalu di setiap langkahnya. 

Ceritanya sederhana, tapi emosinya dalam—kayak napas panjang yang cuma bisa kamu ambil ketika akhirnya berani mengakui kalau hati belum sepenuhnya baik-baik saja.

Di balik musiknya yang lembut, lagu ini mengajak kamu melihat proses penyembuhan yang nggak pernah lurus. Ada harapan kecil, ada ketakutan, dan ada kejujuran yang terasa dekat dengan siapa pun yang pernah jatuh cinta. 

Kalau kamu mau eksplor lebih banyak cerita musik yang nyentuh kayak gini, Lemo Blue punya banyak berita musik lain yang bisa nemenin perjalanan galau atau healing kamu berikutnya.