makna lagu Untuk Apa/Untuk Apa?

‘Untuk Apa/Untuk Apa?’ Hindia: Jangan Salah Paham Sama Maknanya!

Untuk apa sebenarnya semua ambisi itu kalau akhirnya bikin kamu merasa sendirian? Lemolist, pertanyaan ini jadi pintu masuk ke lagu “Untuk Apa/Untuk Apa?” dari Hindia, sebuah track reflektif yang dirilis pada 29 November 2019 lewat album Menari Dengan Bayangan

Di lagu ini, Hindia menyorot mahalnya harga ambisi dan kosongnya kesuksesan materi ketika harus dibayar dengan hubungan manusia. 

Diproduseri oleh Hindia bersama Rizky Indrayadi, serta didukung permainan gitar Petra Sihombing dan drum Enrico Octaviano, lagu ini berdiri sebagai kritik tenang terhadap budaya hustle modern—tentang kerja tanpa henti, mati rasa, dan isolasi yang sering kita anggap normal.

Makna Lagu “Untuk Apa/Untuk Apa?” Hindia Dibedah Per Struktur Lagu

Dari sudut pandang Lemo Blue, lagu “Untuk Apa/Untuk Apa?” dari Hindia tentang mempertanyakan makna ambisi dan kesuksesan

Lagu ini menyorot kondisi ketika seseorang terlalu fokus mengejar mimpi, kerja, dan pencapaian, sampai kehilangan hubungan, empati, dan rasa sebagai manusia.

Hindia menutup semuanya dengan satu pertanyaan sederhana tapi menusuk: kalau hidup bisa cepat, sukses, dan terlihat “berhasil”, tapi dijalani sendirian dan kosong, semua itu sebenarnya untuk apa?. Lanjut baca sampai bawah biar nggak salah paham sama artinya!

Intro: Pondasi ‘Grit’ yang Mulai Dipertanyakan

untuk apa hindia makna lagu

Di bagian awal, Hindia membuka lagu dengan spoken word berbahasa Inggris tentang kesuksesan yang bukan ditentukan oleh IQ, penampilan, atau kecerdasan sosial, melainkan grit. Ini terasa seperti nasihat hidup modern. 

Tapi Lemolist, sejak awal lagu justru memberi sinyal tanya: kalau kegigihan ini membuat seseorang menjauh dari relasi dan rasa kemanusiaan, masih relevankah grit sebagai tujuan utama?

Verse 1: Dari Kebersamaan ke Kehilangan Arah

Verse pertama menggambarkan masa ketika semuanya dimulai secara sederhana. Ruang dibangun bersama, mimpi dikejar rame-rame. Namun seiring ambisi tumbuh, fokus bergeser. 

Tangga demi tangga dinaiki tanpa benar-benar tahu ke mana ujungnya. Di proses itu, hal-hal yang dulu bermakna justru terlewat begitu saja.

Chorus: Hidup Terasa Hanya untuk Bekerja

Bagian chorus memperlihatkan jarak yang makin lebar antara mimpi dan kehidupan nyata. Hidup terasa berjalan demi pekerjaan. 

Perasaan mati rasa, keluarga dan dunia luar terlupakan. Target akhirnya tercapai, tapi hubungan terdekat justru hilang. Kesuksesan datang bersamaan dengan kesendirian.

Verse 2: Kekayaan, Keserakahan, dan Kekosongan

Hindia menggunakan metafora kuat untuk menggambarkan pengejaran uang. Kekayaan diburu seperti spesies langka, sampai manusia lupa cara bersikap sebagai manusia. 

Ada ilusi kebutuhan berlebihan, seolah punya banyak tangan seperti Dewa Shiva, padahal kemampuan tetap terbatas. Semua kemewahan digambarkan sunyi: tempat tidur luas tanpa teman, mobil baru tanpa penumpang, permainan tanpa pasangan.

Bridge: Memento Mori

Bridge menjadi refleksi tentang kematian. Apa pun keyakinannya, tidak ada yang dibawa saat kembali ke tanah. 

Di titik ini, narator mempertanyakan ulang arti harta dan pencapaian. Mana yang benar-benar bernilai saat semuanya harus dilepas?

Verse 3: Kenangan Kecil yang Terasa Berat

Ikat rambut yang tertinggal di mobil menjadi simbol kehilangan. Benda sepele itu terasa berat karena menyimpan memori. 

Rutinitas yang dulu hangat berubah hambar. Makanan favorit tak lagi memberi rasa, dan nama di kontak ponsel tinggal tulisan tanpa kehadiran.

Outro: Cepat Tapi Sendiri, Untuk Apa?

lirik lagu hindia untuk apa/untuk apa? tentang apa

Di bagian akhir, Hindia mengulang pertanyaan utama lagu. Lebih baik hidup melaju cepat tapi sendirian, atau bersama namun penuh racun? 

Lagu ini sengaja berhenti di sana. Jawabannya diserahkan ke kamu, Lemolist, yang mungkin sedang atau pernah berada di persimpangan yang sama.

Baca Juga, Yah! ‘Already Gone’ Sleeping At Last: Demi Kebaikan Bersama!

Saat Pertanyaan “Untuk Apa?” Jadi Cermin Hidup

makna lagu untuk apa hindia dan lirik untuk apa hindia

“Untuk Apa/Untuk Apa?” bukan lagu yang menyuruh kamu berhenti mengejar mimpi. Lagu ini justru mengajak kamu jujur melihat ulang arah langkah yang diambil. 

Ambisi, kerja keras, dan pencapaian digambarkan sebagai sesuatu yang sah, tapi jadi problem ketika semuanya membuat hubungan, rasa, dan kemanusiaan perlahan menghilang. 

Lewat cerita yang sederhana tapi menusuk, Hindia menutup lagu ini dengan satu pertanyaan besar yang terus menggema: kalau hidup melaju cepat tapi sendirian, semua itu sebenarnya untuk apa?

Buat Lemolist yang suka mengulik makna lagu dan cerita di balik karya musisi, masih banyak berita musik dan pembahasan reflektif lain yang bisa kamu temukan di Lemo Blue.