Two dari Sleeping At Last adalah sebuah perjalanan emosional yang menyingkap sisi terdalam tipe dua dalam Enneagram. Dirilis pada 17 November 2017 sebagai track 18 di proyek Atlas: II, lagu ini juga jadi bagian dari subproyek Atlas: Enneagram dan Atlas: Year Two.
Ryan O’Neal, sang penulis dan produser, menghadirkan Pop dengan sentuhan Baroque dan Chamber Pop yang lembut tapi penuh makna.
Lewat podcast resmi, Ryan berbagi cerita tentang bagaimana liriknya terinspirasi dari karakter caring dan interpersonal, menjadikan Two sebagai refleksi hati yang ingin dimengerti dan dicintai.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Two Sleeping At Last Tentang…
…sosok Tipe Dua dalam Enneagram: orang yang sangat peduli, suka membantu, dan selalu menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri.
Lagu ini menangkap konflik emosional mereka—cinta yang tulus dan pengorbanan tanpa pamrih, tapi di sisi lain ada ketakutan mendalam untuk tidak dicintai atau ditolak.
Intinya, lagu Two adalah refleksi tentang memberi cinta dengan sepenuh hati, menanggung beban orang lain, dan keinginan kuat untuk akhirnya merasakan dicintai balik.

1. Fokus pada Kebutuhan Orang Lain
Dalam lirik Two, ada momen lembut tapi kuat seperti: “Sweetheart, you look a little tired / When did you last eat?” atau “Come in and make yourself right at home / Stay as long as you need”.
Persona dalam lagu ini seakan mengangkat beban orang lain, menawarkan kehangatan dan kenyamanan tanpa menunggu balasan apa pun. Ini bukan sekadar perhatian biasa—ini bentuk cinta yang tulus dan spontan, yang bikin siapa pun merasa dihargai.
2. Cinta yang Korban dan Intens
Kalau tadi perhatian, sekarang lihat seberapa jauh mereka bisa berkorban. Dalam lirik Two, ada baris ekstrem seperti: “You know I’ll take my heart clean apart, if it helps yours beat” dan “You can take the oxygen straight out of my own chest”.
Lagu ini menekankan cinta yang total, kadang sampai melelahkan diri sendiri. Tipe Dua merasa hidup ketika bisa memberi, dan lirik ini memperlihatkan intensitas itu—bahwa setiap pengorbanan, sekecil atau sebesar apapun, adalah cara mereka menyampaikan kasih.
3. Ketakutan Tidak Dicintai dan Mengabaikan Diri Sendiri

Tapi di balik semua kebaikan, ada sisi rapuh yang sering tersembunyi. Lirik Two menyingkap momen seperti: “Put my mask on first” atau “No, I don’t want to talk about myself / Tell me where it hurts”.
Tipe Dua sering menekan perasaan sendiri demi tetap hadir untuk orang lain. Lagu ini bikin kita paham bahwa di balik senyum dan bantuan yang tampak ringan, ada ketakutan besar: takut dicampakkan, takut tidak dicintai, dan keinginan mendalam untuk dirangkul balik.
4, Memberikan Cinta Tanpa Syarat
Di penutup, lirik Two menegaskan satu hal penting: cinta mereka tulus tanpa syarat. “I will love you without any strings attached” bukan sekadar janji romantis—ini filosofi hidup Tipe Dua. Memberi bukan untuk dihargai, tapi karena memberi itulah cara mereka merasa hidup, dicintai, dan bermakna.
Baca Juga, Yah! ‘will i ever (day bounce)’ eaJ: “Akankah Aku Baik-Baik Aja?”
Refleksi dan Makna Lagu Two

Lemolist, lagu Two menghadirkan kisah Tipe Dua Enneagram: cinta yang tulus, pengorbanan tanpa pamrih, dan ketakutan untuk tidak dicintai.
Dari fokus pada orang lain hingga memberi cinta tanpa syarat, lagu ini bukan sekadar musik, tapi juga cermin emosional yang bikin kita memahami kompleksitas memberi dan menerima cinta.
Melalui lirik Two, kita diajak meresapi bagaimana perhatian dan kasih sayang bisa jadi kekuatan sekaligus kerentanan.
Jangan berhenti di sini, terus eksplorasi lebih banyak berita musik terbaru dan insight keren di Lemo Blue untuk menemukan lagu-lagu yang menyentuh hati dan cerita di baliknya.

