Makna lagu Ribs Lorde berangkat dari sebuah fase hidup yang pelan-pelan terasa menakutkan: saat remaja mulai sadar bahwa tumbuh dewasa itu nyata. Dirilis pada 27 September 2013 lewat album debut Pure Heroine, “Ribs” ditulis dan diproduseri langsung oleh Lorde bersama Joel Little.
Lagu ini menangkap momen transisi dari masa muda ke dewasa dengan nuansa etereal dan melankolis, tanpa drama berlebihan.
Meski usianya sudah lebih dari satu dekade, “Ribs” justru menemukan pendengar baru ketika kembali masuk Billboard Hot 100 di posisi #99 pada 2025. Sebuah bukti bahwa kegelisahan dalam lagu ini masih relevan sampai sekarang.
Table of Contents
Dari Sudut Pandang Lemo Blue, Makna Lagu Ribs Lorde Tentang…
Rasa takut tumbuh dewasa. Lagu ini bercerita soal momen ketika masa remaja yang bebas mulai terasa menjauh.
Ada tawa, pesta, dan persahabatan yang dulu terasa aman, tapi pelan-pelan muncul kesadaran bahwa waktu berjalan dan hidup mulai menuntut tanggung jawab.
Liriknya menangkap kegelisahan itu—takut kehilangan cara berpikir yang polos, takut hubungan berubah, dan takut kalau melakukan hal “dewasa” berarti masa kecil benar-benar selesai.
“Ribs” bukan lagu sedih yang meledak-ledak, tapi lagu yang hening dan jujur tentang transisi hidup. Tentang berdiri di antara ingin tumbuh dan ingin tetap menjadi anak muda sedikit lebih lama.

Arti Judul “Ribs” dalam Lagu Ini
Judul “Ribs” berasal dari tawa yang berlebihan—tertawa sampai tulang rusuk terasa sakit. Itu simbol kebahagiaan yang spontan, tanpa beban. Dalam lagu Ribs, momen ini menjadi penanda betapa intim dan polosnya kebersamaan di masa lalu.
Tidur Bersama Seperti Anak Kecil
Gambaran “sharing beds like little kids” bukan soal romansa, tapi rasa aman. Kedekatan fisik yang dulu terasa wajar kini mulai terasa asing. Lagu Ribs menyimpan ketakutan sederhana: kehilangan koneksi seiring semua orang tumbuh dan menjauh dengan caranya masing-masing.
Dari “Crazy” ke “Scary” – Perubahan Cara Kita Melihat Usia

Di awal, Lorde menyebut bertambah tua sebagai sesuatu yang “crazy”. Kedengarannya seperti keluhan ringan anak muda. Tapi kemudian kata itu berubah jadi “scary”.
Di situlah makna bergeser. Menjadi dewasa tidak lagi terasa mengganggu, melainkan menakutkan. Lagu Ribs menangkap momen saat seseorang sadar bahwa waktu tidak lagi melambat, dan hidup mulai menuntut keputusan nyata.
Ketakutan Akan Waktu yang Tak Bisa Diulang
Rasa takut dalam lagu ini bukan soal umur di KTP, tapi kesadaran. Ada titik ketika kamu tahu masa kecil tidak akan kembali utuh. Lagu Ribs menyuarakan kecemasan itu secara halus—tentang tawa yang tidak lagi sebebas dulu, dan hari-hari yang mulai terasa lebih serius.
Merindukan Cara Berpikir yang Lebih Sederhana
Kalimat “the minds we had” terasa sederhana, tapi berat. Lorde tidak sedang merindukan usia, melainkan kondisi mental sebelum tanggung jawab menumpuk. Lagu Ribs menggambarkan masa ketika pikiran belum dipenuhi kekhawatiran, dan hidup belum terasa seperti daftar kewajiban.
Kenangan yang Tak Bisa Dikembalikan, Hanya Diingat
Nostalgia di sini tidak romantis. Ia terasa seperti luka tipis yang muncul saat kamu sadar kenangan itu hanya bisa dikenang. Lagu Ribs tidak menawarkan solusi, hanya kejujuran bahwa beberapa fase hidup memang selesai tanpa aba-aba.
Baca Juga, Yah! ‘Team Lorde’: Stop Ngikutin Standar Dunia yang Palsu!
Rasa Takut yang Tumbuh Bersama Usia

Lagu Ribs bukan tentang pesta, tawa, atau nostalgia semata. Lagu ini menangkap momen hening ketika seseorang sadar bahwa masa muda mulai menjauh, dan kedewasaan datang tanpa benar-benar diminta.
Lorde tidak membesar-besarkan rasa takut itu—ia menyampaikannya apa adanya, lewat kenangan kecil, perubahan kata, dan perasaan kehilangan yang pelan tapi konsisten. Di situlah kekuatan lagu ini: jujur, relevan, dan terus terasa dekat meski waktu berjalan.
Buat kamu, Lemolist, yang masih sering terjebak di antara ingin tumbuh dan ingin kembali, lagu ini mungkin terasa seperti cermin.
Dan kalau kamu suka membedah makna lagu, cerita di balik karya musik, sampai perkembangan terbaru dari musisi dunia, kamu bisa lanjut eksplor berita musik dan ulasan lainnya bareng kami di Lemo Blue.

